Dahsyatnya Topan Hagibis yang Tewaskan 23 Orang di Jepang

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 14 Oktober 2019 | 07:57 WIB
Dahsyatnya Topan Hagibis yang Tewaskan 23 Orang di Jepang
Warga Jepang membersihkan tumpukan lumpur akibat terjangan topan Hagibis pada Minggu (13/10/2019). (AFP)

Suara.com - Pemerintah Jepang mengerahkan puluhan ribu tentaranya dan pekerja pertolongan pada Minggu (13/10/2019) untuk menyelamatkan para warga yang terkena dampak dan mengatasi banjir akibat salah satu topan terburuk yang melanda negara itu dalam sejarah terkini.

Sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dalam musibah tersebut dan topan itu sempat melumpuhkan Tokyo.

Media publik NHK melaporkan 16 orang hilang sementara Topan Hagibis menyebabkan banjir di wilayah-wilayah darat yang rendah di bagian tengah dan timur Jepang dan memutus aliran listrik ke hampir setengah juta rumah.

Pembatasan pendaratan pesawat di Bandar Udara Narita, Tokyo, dan Haneda sudah dicabut tetapi lebih 800 penerbangan dibatalkan pada hari itu.

NHK melaporkan sebagian layanan kereta cepat Shinkansen juga dibatalkan ke kawasan-kawasan yang paling parah terkena dampak topan.

Sejumlah perfektur atau wilayah di Jepang dilanda banjir usai diterjang topan Hagibis pada Minggu (13/10/2019). (AFP)
Sejumlah perfektur atau wilayah di Jepang dilanda banjir usai diterjang topan Hagibis pada Minggu (13/10/2019). (AFP)

Pihak berwenang mencabut peringatan-peringatan hujan bagi kawasan Kanto di sekitar Tokyo, tempat toko-toko dibuka kembali dan banyak lintasan kereta beroperasi kembali tetapi mereka memperingatkan air di sungai-sungai di bagian timur Jepang masih berisiko meluap dan menimbulkan kerusakan baru.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengadakan sidang darurat dan menugaskan menteri yang menangani tata kelola bencana ke kawasan-kawasan yang terkena dampak.

"Saya berduka cita atas semua yang meninggal dan menyampaikan simpati kepada semua yang terdampak Topan No.19 (Hagibis)," kata Abe.

"Sebagai akibat dari pemadaman, pemutusan air dan penangguhan layanan transportasi, kami bermaksud bertindak dengan melakukan berbagai upaya untuk pemulihan ... kami meminta masyarakat agar tetap waspada dari tanah longsor dan bahaya-bahaya lain," katanya.

Sebanyak 27.000 anggota pasukan Bela Diri Jepang dan juga petugas pemadam kebakaran, personel polisi dan penjaga pantai dikerahkan untuk menolong orang-orang yang terdampak di Prefektur Nagano, di bagian tengah Jepang, dan tempat lain, kata pemerintah. (Reuters/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

F1 GP Jepang: Sebastian Vettel Rebut Pole Position, Ferrari Dominan

F1 GP Jepang: Sebastian Vettel Rebut Pole Position, Ferrari Dominan

Sport | Minggu, 13 Oktober 2019 | 11:25 WIB

Terkini

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:50 WIB

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:50 WIB

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 06:30 WIB

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:59 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:13 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:30 WIB