Punya Sejarah Kebersamaan, PDIP Tak Masalah Gerindra Gabung Koalisi

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah
Punya Sejarah Kebersamaan, PDIP Tak Masalah Gerindra Gabung Koalisi
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

PDIP dan Gerindra pernah sama-sama berjuang saat mengusung Megawati dan Prabowo di Pilpres 2009.

Suara.com - PDI Perjuangan menyatakan tak masalah apabila Presiden Joko Widodo atau Jokowi menarik partai lain di koalisi untuk turut bergabung, termasuk Gerindra. Mereka mempersilakan jika keputusan tersebut diambil Jokowi.

Kendati begitu, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menegaskan bahwa partai berlambang banteng bermoncong putih tidak dalam sikap mendorong ataupun menolak partai lain masuk dalam koalisi.

"PDIP mempersilakan apapun keputusan pak Jokowi untuk menyusun kabinet yang akan dipimpinnya masuk di antaranya melibatkan partai di luar Koalisi Indonesia Kerja itu adalah wewenang preogratif presiden," kata Basarah di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Sama halnya dengan penentuan koalisi, PDI Perjuangan juga menyerahkan persoalan masuk tidaknya partai lain dalam kabinet kepada keputusan Jokowi.

Namun begitu, kata Basarah, gencarnya komunikasi antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan sejumlah petinggi partai di Koalisi Indonesia Kerja, tak menutup kemungkinan menjadi tanda masuknya partai tersebut koalisi.

Apalagi, Basarah juga tak memungkiri bila ada sejarah kebersamaan antara PDI Perjuangan dengan Gerindra pada pemilihan presiden 2009.

“Partai Gerindra pun karena kita punya historis di tahun 2009 bersama-sama mengusung bu Mega dengan pak Prabowo kemudian dari visi misi platform ideologi sama-sama ingin menjaga prinsip-prinsip empat pilar berbangsa, bernegara atau konsensus dasar negara kita," kata Basarah.

“Ya saya kira dalam konteks semacam itu ketika pak Jokowi mempertimbangkan kekuatan Gerindra akan memperkuat kekuatan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin terutama menjadikan Pancasila sebagai living ideologi yang bekerja di masyarakat kita, saya kira kita memberikan apresiasi terhadap keputusan politik itu," sambungnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS