Tim KPK Nyaris Ditabrak Staf Wali Kota Medan Dzulmi Eldin saat OTT

Reza Gunadha | Welly Hidayat | Suara.com

Rabu, 16 Oktober 2019 | 14:38 WIB
Tim KPK Nyaris Ditabrak Staf Wali Kota Medan Dzulmi Eldin saat OTT
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

Suara.com - Tim Penindakan KPK mengaku hampir ditabrak ketika mengikuti sebuah mobil dalam penangkapan salah satu pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT)  Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Selasa (15/10/2019) malam.

"Salah satu pihak yang dicari KPK tadi malam mencoba melarikan diri dan hampir menabrak tim KPK di lapangan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Febri menjelaskan, kronologi penangkapan berawal pada Selasa malam sekitar pukul 21.25 WIB. Ketika itu, tim mendatangi rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan.

"Tim memantau mobil Avanza berwarna silver yang diduga dikendarai oleh staf protokol wali kota berinisial AND," ujar Febri.

AND, kata Febri, merasa diikuti sehingga mempercepat laju mobilnya di salah satu ruas jalan kota Medan.

Akhirnya, tim KPK memepetkan kendaraan yang digunakan ke arah mobil AND. Mobil staf protokol Dzulmi Eldin tersebut berhenti, tapi AND tak turun.

Selanjutnya, tim KPK meminta AND turun dari mobil dan memberitahukan. TIM juga memperlihatkan kartu identitas KPK. Bukannya keluar dari mobil, AND malah memundurkan mobilnya.

"Dia memundurkan mobilnya secara cepat sehingga hampir menabrak tim KPK. Dua orang tim kami selamat, karena langsung meloncat untuk menghindar,” kata Febri.

Febri menegaskan, kepada seluruh pihak yang terlibat dalam OTT di Medan agar tidak mengambat pelaksanaan tugas KPK dan bersikap kooperatif.

"Kepada AND agar segera menyerahkan diri dan tidak berupaya menghindar dari petugas," ujar Febri.

Febri menyebut tim KPK terus melakukan pengejaran terhadap AND, sebab yang bersangkutan erat terkait dugaan korupsi Dzulmi.

"Saat ini tim terus melakukan pencarian. AND diduga menerima tambahan Rp 50 juta dari kepala dinas yang akan diperuntukkan kepada wali kota," kata Febri.

Untuk diketahui, Wali Kota Dzulmi telah tiba di KPK sekitar pukul 11.50 WIB. Sedangkan 4 orang dari unsur kepala dinas, ajudan, dan protokoler wali kota akan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Dzulmi ditangkap lantaran diduga meminta uang setoran kepada dinas-dinas terkait. KPK hingga kekinian telah menyita uang sebesar Rp 200 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca OTT KPK, Sejumlah Ruangan di Kantor Wali Kota Medan Disegel

Pasca OTT KPK, Sejumlah Ruangan di Kantor Wali Kota Medan Disegel

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:54 WIB

Jadi Tersangka Suap, Bupati Supendi Minta Maaf ke Warga Indramayu

Jadi Tersangka Suap, Bupati Supendi Minta Maaf ke Warga Indramayu

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:31 WIB

Mendagri Ditertawakan saat Komentar Wali Kota Medan Ditangkap KPK

Mendagri Ditertawakan saat Komentar Wali Kota Medan Ditangkap KPK

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:29 WIB

WalKot Medan Ditangkap KPK, Mendagri: Kemarin yang Terakhir, Eh Ada Lagi

WalKot Medan Ditangkap KPK, Mendagri: Kemarin yang Terakhir, Eh Ada Lagi

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:20 WIB

Terjaring OTT KPK, Wali Kota Medan Miliki Harta Rp 20,3 Miliar

Terjaring OTT KPK, Wali Kota Medan Miliki Harta Rp 20,3 Miliar

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:54 WIB

OTT Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, KPK Sita Duit Rp 200 Juta

OTT Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, KPK Sita Duit Rp 200 Juta

News | Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:59 WIB

Terkini

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:09 WIB

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:06 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:37 WIB