Saat Pelantikan Jokowi - Ma'ruf Amin, Kawasan Monas Ditutup

Reza Gunadha

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 22:25 WIB
Saat Pelantikan Jokowi - Ma'ruf Amin, Kawasan Monas Ditutup
Suasana kota Jakarta dari ketinggian, Rabu (13/3). [Suara.com/Muhaimin A untung]

Suara.com - Kawasan wisata Monumen Nasional (Monas) akan ditutup saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 yang jatuh pada Minggu (20/10/2019).

Kepala Seksi Ketertiban UPT Monas, Yayang Kustiawan, Sabtu (19/10/2019), mengatakan penutupan kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Jakarta tersebut, dikarenakan lokasinya yang berada di kawasan ring satu.

"Hasil koordinasi dengan TNI-Polri, jadi semua kawasan akan ditutup sepenuhnya, karena lokasinya berada di ring satu. Sebagai langkah antisipasi untuk menekan adanya kejahatan di lingkup istana," kata Yayang.

Selain mencegah kejadian yang tidak diinginkan saat acara di istana kepresidenan yang akan diselenggarakan pasca pelantikan di DPR RI, penutupan tersebut juga karena kawasan Monas akan digunakan sebagai tempat transit dan sterilisasi tamu yang akan datang ke istana pada saat itu.

"Jadi di Monas ada tenda untuk pengecekan keamanan pakai metal detector, konsepnya sih itu tidak disampaikan ke kami. Ya biasa seperti saat lebaran, open house, itu kan ditampung dulu di Monas, disortir, baru setelah itu dibawa ke istana menggunakan bus," ucap Yayang.

Penutupan kawasan tersebut, kata Yayang, akan dimulai hari Minggu (20/10) pukul 00.00 malam dengan durasi menyesuaikan dengan situasi di lokasi.

"Durasi penutupan itu menyesuaikan, artinya kalau memang sorenya sudah dinilai kondusif, ya kami buka," ujar Yayang.

Meski hari Minggu Monas tutup, pada hari Senin Monas tetap tidak beroperasi karena jadwal perbaikan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan sejauh ini belum ada rencana rekayasa lalu lintas perubahan rute kendaraan. Kata dia, rekayasa lalu lintas seperti itu dilakukan secara situasional.

baca juga

Untuk membantu mengamankan lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI dan Istana Negara, pihaknya mengerahkan 320 personel di 44 titik di sekitar Istana Negara maupun DPR RI. Mereka dikerahkan untuk membantu mengatur lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR.

Harapannya, tamu kenegaraan maupun masyarakat yang datang ke sana tidak tersendat macet. "Kami juga mengerahkan armada mobil untuk membantu petugas dalam mengatur lalu lintas. Di antaranya 12 mobil derek, 20 mobil patroli, dua unit mobil VMS, satu unit mobil rescue dan tiga unit mobil crane," katanya.

"Mobil derek kami kerahkan untuk mengantisipasi bila ada mobil mogok atau parkir liar, sehingga keberadaannya tidak membuat lalu lintas tersendat," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayakan Pelantikan Jokowi, Warga Yogyakarta Gelar Parade Merah Putih

Rayakan Pelantikan Jokowi, Warga Yogyakarta Gelar Parade Merah Putih

Jogja | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 21:50 WIB

Jelang Pelantikan Jokowi, Area Terlarang untuk Drone di Istana Diperluas

Jelang Pelantikan Jokowi, Area Terlarang untuk Drone di Istana Diperluas

News | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:54 WIB

Pelantikan Jokowi Hari Minggu, Gereja di Malang Ikut Tingkatkan Kewaspadaan

Pelantikan Jokowi Hari Minggu, Gereja di Malang Ikut Tingkatkan Kewaspadaan

Jatim | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:47 WIB

Pelantikan Jokowi: Trump Cuma Kirim Menteri, Raja Eswatini Juga Hadir

Pelantikan Jokowi: Trump Cuma Kirim Menteri, Raja Eswatini Juga Hadir

News | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:14 WIB

Terkini

Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!

Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!

Surakarta | Jum'at, 18 September 2026 | 14:09 WIB

Promo Indomaret Body & Skin Care Fair, Harga Produk Mulai Rp10 Ribuan

Promo Indomaret Body & Skin Care Fair, Harga Produk Mulai Rp10 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 14:07 WIB

Parpol-parpol Non-parlemen Minta Ambang Batas 5 Persen Dihindari, Justru Usul Jadi 1 Persen

Parpol-parpol Non-parlemen Minta Ambang Batas 5 Persen Dihindari, Justru Usul Jadi 1 Persen

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:07 WIB

Nusron Wahid Akhirnya Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi di Kementerian ATR/BPN

Nusron Wahid Akhirnya Buka Suara soal Kasus Dugaan Korupsi di Kementerian ATR/BPN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:03 WIB

Eks Pengurus Ponpes di Sleman Ditahan Terkait Dugaan Kasus Perkosaan

Eks Pengurus Ponpes di Sleman Ditahan Terkait Dugaan Kasus Perkosaan

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 14:01 WIB

4 Cara Mengatasi Bau Bangkai di Kulkas, Mudah dan Modal Terjangkau

4 Cara Mengatasi Bau Bangkai di Kulkas, Mudah dan Modal Terjangkau

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 14:00 WIB

Laura: Perjuangan, Keteguhan, dan Keberanian Melawan Hubungan Toksik

Laura: Perjuangan, Keteguhan, dan Keberanian Melawan Hubungan Toksik

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 14:00 WIB

Muncul Isu ASN Hilang di Sungai Cisadane Ternyata ke Istri Muda, Ini Respon Wlai Kota Bogor

Muncul Isu ASN Hilang di Sungai Cisadane Ternyata ke Istri Muda, Ini Respon Wlai Kota Bogor

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 14:00 WIB

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 13:58 WIB

Menkeu Klaim Keluhan Pemda Mulai Diatasi, Anggaran TKD 2026 Ditambah Jadi Rp 715,34 T

Menkeu Klaim Keluhan Pemda Mulai Diatasi, Anggaran TKD 2026 Ditambah Jadi Rp 715,34 T

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:54 WIB

×