Mahasiswa Papua Terancam Sakit Jiwa karena Idap Halusinasi di Penjara

Selasa, 22 Oktober 2019 | 13:44 WIB
Mahasiswa Papua Terancam Sakit Jiwa karena Idap Halusinasi di Penjara
Foto kiriman polisi terkait kondisi tersangka kasus pengibaran Bendera Bintang Kejora yang mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. (dok. polisi).

Suara.com - Tim Advokasi Papua mengungkapkan kondisi terkini aktivis Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Surya Anta Ginting bersama mahasiswa Papua Charles Kossay, Dano Tabuni, Isay Wenda, Ambrosius Mulait dan Arina Elopere yang ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Anggota Tim Advokasi Papua Michael Hilman mengatakan Surya Anta Ginting tengah dalam masa pemulihan seusai menjalani pemeriksaan telinganya di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur

"Terakhir Surya Anta masih dalam pemulihan. dia setelah dibawa ke RS oleh penyidik di RS Bhayangkara dikasih obat antibiotik untuk telinga karena THT. Sekarang dalam proses pemulihan," kata Michael Hilman saat ditemui di PN Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019).

Anggota Tim Advokasi Papua Michael Hilman. (Suara.com/Stephanus Aranditio).
Anggota Tim Advokasi Papua Michael Hilman (kemeja berwarna merah muda). (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Kondisi Ambrosius Mulait, kata Michael tengah menderita sakit gigi dan memerlukan bantuan medis untuk mencabut giginya.

"Untuk Ambros Mulait itu menderita sakit gigi sudah seminggu lebih lah. dan giginya itu harus dicabut tapi jangan dikasih ponstan lagi karena itu hanya sebentar meredakan saja," ungkapnya.

Selanjutnya Dano Tabuni dikabarkan mengalami benjolan di kepala dan membutuhkan dokter spesialis.

"Dano Tabuni itu ada benjolan cairan itu pun harus dokter spesialis yang harus melakukan operasi. karena benjolan besar sekaki muncul malamnya dia mengadu enggak bisa tidur," tegasnya.

Terakhir, Arina Elopere dikabarkan mengalami halusinasi dan membutuhkan bantuan psikiater di dalam Mako Brimob agar kejiwaannya tetap sehat.

"Kemudian Ariana Elopere secara psikis karena ruangan terpisah dari kawan kawan 5 orang ini tersendiri di ruangan besar. Terus ada yang gangguan-gangguan halusinasi, dia mengalami hal itu. Kalau kelamaan dia sendiri tanpa dia ada temannya ngobrol itu bisa gangguan jiwa juga secara psikis dan psikologis atas nama Ariana," tutupnya.

Baca Juga: Pendeta Suar Sebut Kondisi 6 Pengibar Bendera Bintang Kejora Memprihatinkan

Sebelumnya, pada tanggal 30 Agustus dan 31 Agustus 2019, aktivis Papua Tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya terkait tuduhan makar. Mereka ditangkap setelah melakukan pengibaran bendera bintang kejora pada aksi demonstrasi di istana Negara pada tanggal 28 Agustus 2019 lalu.

Polisi juga telah menetapkan keenam orang itu sebagai tersangka dan kini telah dititipkan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI