Masjid Medan Diserbu Orang, Nyaris Dirobohkan, Kotak Amal Dijarah

Reza Gunadha
Masjid Medan Diserbu Orang, Nyaris Dirobohkan, Kotak Amal Dijarah
Masjid Amal Silaturahim di Medan dirusak pelaku misterius. (istimewa/kabarmedan).

Mereka lantas menjarah, mulai dari alat elektronik, kipas angin, lemari hingga kontak infaq dibawa oleh pelaku, ujar Affan.

Suara.com - Polisi menyelidiki kasus penyerangan Masjid Amal Silaturrahim di Jalan Timah Putih, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, yang terjadi Selasa (22/10) malam pekan ini.

"Sedang kami dalami. Warga sudah buat laporan di Polsek Medan Area," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Inspektur Polisi Satu ALP Tambunan, Kamis (24/10/2019).

Sebelumnya diberitakan, penyerangan Masjid Amal Silaturrahim dilakukan sekelompok orang sekitar pukul 23.30 WIB Selasa (23/10).

Berdasarkan keterangan salah seorang saksi bernama Anto Robot, lebih dari 50 orang menyerang dengan cara merusak sejumlah peralatan yang berada di dalam masjid itu.

"AC, kipas angin, semuanya di rusak. Sudah begitu, orang-orang itu juga mengambil karpet dan kotak amal," katanya seperti diberitakan Antara.

Ia menyatakan, setelah menyerang, sekelompok orang tersebut juga hendak merobohkan masjid.

Pada saat kejadian, mereka membawa satu unit alat berat ekskavator dan memasang seng dan kayu disekeliling masjid itu.

Aksi perobohan berhenti saat sejumlah ibu-ibu yang merupakan warga setempat mengadang aksi mereka. Keributan sempat terjadi antarkeduanya hingga mengundang perhatian warga lainnya.

Melihat semakin banyak warga yang berdatangan, sekelompok orang tersebut langsung pergi.

Sementara Ketua Aliansi Penyelamat Mesjid Amal Silaturrahim (Apmas), Affan Lubis, mengatakan, gerombolan itu juga memaksa penjaga masjid keluar.

“Mereka lantas menjarah, mulai dari alat elektronik, kipas angin, lemari hingga kontak infaq dibawa oleh pelaku,” ujar Affan.

Pihaknya meminta polisi mengusut kasus ini hingga tuntas. “Kami minta polisi segera mengungkap pelaku penyerangan dan pencurian inventaris masjid ini. Aktor intelektual yang berada di belakang aksi ini juga harus diungkap dalam waktu secepatnya,” ujarnya.

Dalam penanganan kasus ini, pihaknya telah memeriksa enam orang saksi. Pihaknya juga masih mendalami kasus ini.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS