Resmikan Jembatan Youtefa, Jokowi: Papua Harus Maju Seperti Daerah Lain

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 28 Oktober 2019 | 22:46 WIB
Resmikan Jembatan Youtefa, Jokowi: Papua Harus Maju Seperti Daerah Lain
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jembatan Youtefa yang terletak di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (28/10/2019). (Foto dok. Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jembatan Youtefa yang terletak di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (28/10/2019). Jokowi berharap Jembatan Youtefa bisa menjadi tonggak sejarah di Tanah Papua.

"Tanah Papua harus maju, seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi. Itu adalah hal yang saya lihat setiap kali berkunjung ke Tanah Papua. Kalau tidak keliru hitung, saya sudah 13 kali hadir di Tanah Papua," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (28/10/2019).

Jokowi menuturkan, merawat dan memajukan Papua adalah tugas bersama sebagai bangsa Indonesia. Karena itu Jokowi melakukan kunjungan kerja pertama ke Papua dan Papua Barat usai dilantik menjadi Presiden di periode keduanya pada 20 Oktober 2019 lalu.

"Semua itu saya lakukan untuk memastikan sendiri, untuk memastikan sendiri bahwa Tanah Papua dibangun dan tidak dilupakan dalam kemajuan Indonesia yang kita cintai ini," ucap dia.

Selama periode pertama pemerintahannya, Jokowi mengatakan dirinya telah berkeliling Indonesia, sampai ke pedalaman-pedalaman di wilayah Indonesia bagian timur. Dari situlah ia melihat adanya ketimpangan infrastruktur antara wilayah bagian barat, tengah, dan timur Indonesia.

"Ini kalau kita biarkan akan menyulitkan kita untuk bersatu sebagai sebuah bangsa besar. Karena itu saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia bagian timur untuk dipercepat. Dan tentu saja nanti pararel dengan pembangunan sumber daya manusia yang juga ingin kita kerjakan," ucap Jokowi.

Pembangungan infrastruktur tersebut, kata Jokowi, selain menghadirkan manfaat secara nyata bagi rakyat, juga bertujuan untuk mempersatukan bangsa Indonesia, membangun konektivitas, membangun hubungan antarpulau, provinsi, kota dan kabupaten.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jembatan Youtefa yang terletak di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (28/10/2019). (Foto dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jembatan Youtefa yang terletak di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (28/10/2019). (Foto dok. Sekretariat Presiden)

Menurut Jokowi, semua infrastruktur perhubungan, termasuk jembatan, akan membuat pergerakan barang dan pergerakan manusia menjadi lebih cepat dan lebih lancar, sehingga rakyat akan mendapatkan harga-harga barang dan harga-harga jasa yang jauh lebih murah. Ujungnya, kata Jokowi dapat mempersatukan masyarakat karena ada interaksi dan komunikasi yang lancar antarmasyarakat kita.

"Begitu juga halnya dengan Jembatan Youtefa yang akan kita resmikan sekarang ini. Jembatan yang telah dibangun selama empat tahun dan menghabiskan anggaran biaya Rp1,8 triliun. Ini kalau dimiliarkan, Rp1.800 miliar, silahkan kalau mau ngitung," tutur dia.

baca juga

Lebih lanjut, Jokowi menyebut kehadiran Jembatan Youtefa sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura sehingga kawasan Kota Jayapura dapat dikembangkan ke arah perbatasan di Skouw.

Selain itu jembatan tersebut juga disebut dapay mempersingkat waktu tempuh sekitar 70 menit dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan pos lintas batas negara di Skouw.

Presiden Jokowi ketika meninjau Jembatan Youtefa usai diresmikan pada Senin (28/10) (ANTARA/Hendrina Dian Kandipi)
Presiden Jokowi ketika meninjau Jembatan Youtefa usai diresmikan pada Senin (28/10) (ANTARA/Hendrina Dian Kandipi)

"Saya juga mendapat laporan bahwa Jembatan Youtefa ini telah menjadi landmark, telah menjadi ikon baru Papua yang akan menjadi sarana pendukung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Papua, seperti cabang olah raga dayung dan ski air," kata dia.

"Ini menunjukkan bahwa sebuah jembatan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat dan mempunyai multiplier effect yang menguntungkan masyarakat," Jokowi menambahkan.

Menjaga Jembatan Youtefa

Mantan Wali Kota Solo itu berharap masyarakat Jayapura bersama-sama dengan pemerintah daerah bersungguh-sungguh menjaga Jembatan Youtefa ini, baik dari sisi kebersihan maupun keamanannya.

Jokowi juga berharap jembatan ini bisa ditata dan dipercantik dengan lampu-lampu dan taman-taman yang menarik.

"Karena sekarang Jembatan Youtefa sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Jayapura, tidak bisa terpisahkan dari masyarakat Papua," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta agar pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah Kota Jayapura memanfaatkan dengan baik keberadaan Jembatan Youtefa ini untuk mengembangkan potensi wisata bahari yang ada di Teluk Youtefa. Imbasnya, diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Tanah Papua.

"Jadikan Jembatan Youtefa ini sebagai momentum untuk Papua bangkit maju yang melahirkan kemajuan-kemajuan, melahirkan pemuda-pemuda Papua yang berprestasi dan memiliki daya saing di kancah global," tandasnya.

Untuk diketahui, Jembatan Youtefa sendiri terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama merupakan jalan akses sepanjang 9.950 meter, bagian kedua adalah jalan pendekat sepanjang 320 meter, dan bagian ketiga berupa jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 900 meter, dengan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter.

Dalam peresmian Jembatan Youtefa hadir pula Ibu Negara Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain itu turut hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Plt. Kapolri Komjen Ari Dono, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Hinsa Siburian, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Sebut Menteri Kabinet Indonesia Maju Belum Ada yang Serahkan LHKPN

KPK Sebut Menteri Kabinet Indonesia Maju Belum Ada yang Serahkan LHKPN

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 20:46 WIB

Aksi di Patung Kuda Berjalan Damai, Mahasiswa dan Buruh Bubar

Aksi di Patung Kuda Berjalan Damai, Mahasiswa dan Buruh Bubar

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 19:11 WIB

Aksi Cabut RUU di Surabaya, Massa Tuntut Keterbukaan Informasi di Papua

Aksi Cabut RUU di Surabaya, Massa Tuntut Keterbukaan Informasi di Papua

Jatim | Senin, 28 Oktober 2019 | 19:03 WIB

TB Hasanuddin Minta Jaksa Agung ST Burhanuddin Ikuti Aturan dan Tegak Lurus

TB Hasanuddin Minta Jaksa Agung ST Burhanuddin Ikuti Aturan dan Tegak Lurus

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 18:57 WIB

Terkini

Rekor Baru! Jakarta Fair 2026 Kantongi Rp8,2 Triliun, Pengunjung Capai 8,22 Juta

Rekor Baru! Jakarta Fair 2026 Kantongi Rp8,2 Triliun, Pengunjung Capai 8,22 Juta

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:33 WIB

Soal Jampidsus Baru, Mensesneg: Harus Melalui Keppres Berdasarkan Usulan Jaksa Agung

Soal Jampidsus Baru, Mensesneg: Harus Melalui Keppres Berdasarkan Usulan Jaksa Agung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:23 WIB

Kepala Pelaksana Satgas PKH Belum Diganti Usai Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

Kepala Pelaksana Satgas PKH Belum Diganti Usai Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:18 WIB

Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir

Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:15 WIB

Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika di Semarang, Diduga Sudah Produksi Jutaan Butir dalam 4 Bulan

Polisi Bongkar Laboratorium Narkotika di Semarang, Diduga Sudah Produksi Jutaan Butir dalam 4 Bulan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

Mendagri: Bantuan Lima Ambulans dari Korpri Percepat Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

Mendagri: Bantuan Lima Ambulans dari Korpri Percepat Pemulihan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

News | Senin, 13 Juli 2026 | 12:56 WIB

Guru Ungkap Isi Pesan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Begini Isinya

Guru Ungkap Isi Pesan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Begini Isinya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 12:51 WIB

Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka

Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka

News | Senin, 13 Juli 2026 | 12:50 WIB

Modus Tanya Izin Berujung Palak Rp300 Ribu, Oknum Satpol PP DKI Terancam Sanksi Berat

Modus Tanya Izin Berujung Palak Rp300 Ribu, Oknum Satpol PP DKI Terancam Sanksi Berat

News | Senin, 13 Juli 2026 | 12:48 WIB

Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar

Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 12:41 WIB

×