Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 Juli 2026 | 13:15 WIB
Banyak Korban Kebakaran Maut Bar Bangkok Tewas di Kamar Mandi, Pintu Darurat Terblokir
Kebakaran di bar Rong Beer Na Lat Phrao (BBC)
baca 10 detik

 

  • Kebakaran hebat di Rong Beer Na Lat Phrao Bangkok menewaskan 27 orang pengunjung.

  • Mayoritas korban tewas akibat sesak napas karena terjebak di dalam kamar mandi.

  • Tragedi ini kembali mengungkap lemahnya penegakan standar keselamatan instalasi dan evakuasi di Thailand.

Suara.com - Tragedi mematikan kembali mengguncang industri hiburan Thailand setelah api besar menghanguskan bar Rong Beer Na Lat Phrao di distrik Chatuchak, Bangkok. Sebanyak 27 orang dilaporkan tewas mengenaskan dan puluhan lainnya luka-luka akibat terjebak di dalam bangunan yang minim akses penyelamatan.

Peristiwa kelam pada Minggu malam ini membongkar kembali kegagalan sistemik penegakan standar keselamatan fasilitas publik di Thailand. Mayoritas korban kehilangan nyawa bukan karena kobaran api langsung, melainkan akibat sesak napas di ruang tertutup.

Arah penyelidikan kini menyoroti dekorasi interior yang mudah terbakar serta dugaan adanya hambatan pada pintu darurat bar. Kelalaian ini membuat ruang publik berubah menjadi perangkap maut yang sangat cepat merenggut nyawa pengunjung.

Kebakaran Pub Na Ladprao Bangkok (CNN Internasional)
Kebakaran Pub Na Ladprao Bangkok (CNN Internasional)

Kobaran api dilaporkan muncul pertama kali dari area dekat panggung utama sebelum akhirnya memutus aliran listrik seketika. Kepanikan massal tidak terhindarkan ketika asap hitam pekat langsung memenuhi seluruh ruangan dalam hitungan detik.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul yang meninjau lokasi menjelaskan bahwa seorang musisi yang sedang tampil sempat memberikan kesaksian langsung kepadanya.

"Ada ledakan dan semua orang mencoba melarikan diri dari asap dan api," kata musisi tersebut kepada Anutin, dikutip dari BBC, Senin (13/7/2026).

Banyak pengunjung yang gagal keluar dari bangunan karena kepanikan luar biasa dan salah mengambil arah penyelamatan. Mereka justru berlari ke area belakang bangunan yang tidak memiliki jalan keluar langsung ke area terbuka.

"Pergi ke bagian belakang bangunan dan mencoba menyembunyikan diri mereka... di toilet," ujar musisi itu menurut Anutin.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan dari seorang pengemudi melintas segera bergerak dan menjinakkan api dalam waktu 30 menit. Namun, respons cepat tersebut tidak mampu menyelamatkan puluhan nyawa yang sudah terlanjur menghirup racun asap.

baca juga

Direktur Departemen Mitigasi Bencana Bangkok, Suriyachai Raviwan, mengonfirmasi bahwa mayoritas korban meninggal akibat kekurangan oksigen. Tim medis saat ini masih merawat lebih dari 60 korban luka di rumah sakit, dengan delapan di antaranya dalam kondisi kritis.

Gubernur Bangkok, Chatchart Sittipunt, mengungkapkan bahwa material dekorasi pada langit-langit bar menjadi pemicu utama cepatnya api merambat. Kondisi ini diperparah dengan temuan korban yang pingsan di dekat akses keluar akibat jalur evakuasi yang diduga tersumbat.

"Saya merasa depresi. Saya melihat banyak kematian dan saya tidak tahu nasib orang-orang yang saya bantu," kata Surin Jaiharn, seorang pengendara motor yang membantu memadamkan api di pakaian para korban.

Seorang pengemudi lain yang pertama kali menghubungi petugas pemadam kebakaran mengaku harus memecahkan kaca jendela bar demi menyelamatkan dua orang. Kini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi dengan pemandangan pilu deretan kantong jenazah di luar gedung.

Investigasi awal dari otoritas terkait menduga korsleting listrik pada pendingin ruangan (AC) menjadi pemicu awal dari bencana maut ini. Kendati demikian, hasil akhir yang pasti masih menunggu proses olah tempat kejadian perkara oleh tim forensik.

Tragedi Rong Beer Na Lat Phrao menambah daftar panjang kelalaian standar keamanan bangunan yang terus berulang di Thailand. Pemerintah setempat kerap menjanjikan reformasi aturan keselamatan pasca-bencana, namun penegakan hukum di lapangan dinilai tetap lemah.

Sebagai catatan, peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2022 di sebuah bar selatan Bangkok yang menewaskan 22 orang. Jauh sebelumnya, pada malam tahun baru 2009, kebakaran kelab malam di ibu kota juga merenggut 66 nyawa dan melukai ratusan orang.

Bahkan pada tahun 2024, masalah korsleting listrik di Pasar Chatuchak yang lokasinya berdekatan sempat memicu kebakaran besar hingga menewaskan 1.000 hewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:41 WIB

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:46 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Terkini

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Ribuan Warga di Siak Terjangkit ISPA Imbas Kualitas Udara Memburuk

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 14:21 WIB

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

Ricuh Penggerebakan Bandar Narkoba di NTB: Polisi Disabet Parang, Warga Ditembak

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Sifat dan Rezeki Weton Selasa Wage Neptu Terendah 7, Dijuluki Lakuning Bumi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:20 WIB

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 14:04 WIB

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:03 WIB

×