Soal Radikalisme, Fadli Zon: Jangan Sampai Jadi Kabinet Indonesia Mundur

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana, Husna Rahmayunita

Rabu, 30 Oktober 2019 | 11:05 WIB
Soal Radikalisme, Fadli Zon: Jangan Sampai Jadi Kabinet Indonesia Mundur
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon buka suara terkait isu radikalisme, yang menjadi musuh besar Indonesia belakangan ini.

Fadli Zon memberi peringatan kepada pemerintah supaya tidak terlalu fokus menanggapi isu tersebut. Sebab baginya, masih ada hal penting lainnya yang perlu mendapat perhatian.

Pernyataan itu disampaikan ketika dirinya menjadi narasumber Indonesia Lawyers Club (ILC) Tv One bertema #ILCMenangisDanTertawa, yang disiarkan pada Selasa (30/10/2019) malam.

Eks Wakil Ketua DPR itu lantas mengaitkan isu radikalisme dengan formasi Kabinet Indonesia Maju, yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/10/2019).

Secara gamblang, ia menyambut baik susunan kabinet untuk periode 2019-2024, yang diisi oleh kalangan profesional, perwakilan partai koaliasi, dan tim sukses Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Saya senang sekali kabinet ini ada satu kemajuan. Tadinya Kabinet Kerja, Indonesia Kerja, menjadi Kabinet Indonesia Maju," kata Fadli Zon.

Kendati begitu, ia menyarankan agar jajaran kabinet terpilih tak hanya menyoroti isu radikalisme karena justru bisa melemahkan reputasi.

"Tetapi saran saya, jangan kita terjebak isu radikalisme sebagai isu utama, karena itu akan membuat kabinet ini bisa menjadi Kabinet Indonesia Mundur," imbuhnya.

Alangkah lebih baik, kata dia, pemerintah mampu memprediksi gejala-gejala yang ke depannya menjadi tantangan besar Indonesia.

baca juga

"Dan saya kira kita harus mendiagnosa dengan baik apa yang sekarang jadi tantangan-tantangan Indonesia ke depan," tanda Fadli Zon.

Menurut Fadli, salah satu tantangan terbesar yang perlu dihadapi pemerintah adalah di sektor ekonomi.

"Tantangan-tantangan itu adalah terutama di bidang ekonomi. Persoalan ketenagakerjaan, lapangan kerja, ketimpangan, kemiskinan, pertumbuhan yang ala kadarnya," ungkapnya.

Fadli menambahkan, kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) di Tanah Air juga perlu ditingkatkan.

"Termasuk juga persoalan yang dihadapi soal stunting dan sebagainya. Jadi target terhadap sumber daya manusia saya kira sangat penting," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Penampakan Mobil Hybrid Para Menteri Kabinet Indonesia Maju

Begini Penampakan Mobil Hybrid Para Menteri Kabinet Indonesia Maju

Otomotif | Rabu, 30 Oktober 2019 | 07:00 WIB

Rizal Ramli 'Kuliti' Menteri Jokowi, Termasuk Wishnutama

Rizal Ramli 'Kuliti' Menteri Jokowi, Termasuk Wishnutama

News | Selasa, 29 Oktober 2019 | 14:22 WIB

PAN ke Kabinet Jokowi: Menteri Jangan Kuping Tipis, Harus Terima Kritik

PAN ke Kabinet Jokowi: Menteri Jangan Kuping Tipis, Harus Terima Kritik

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 17:51 WIB

Ferdinand Ungkap PDIP Sengaja Tolak AHY Masuk Kabinet Jokowi

Ferdinand Ungkap PDIP Sengaja Tolak AHY Masuk Kabinet Jokowi

News | Senin, 28 Oktober 2019 | 13:50 WIB

Terkini

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang

Malang | Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

Perang Arab Saudi vs Houthi, Jet F-15 Ditembak Jatuh Pakai Rudal Buatan Lokal di Marib

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:21 WIB

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Antrean Panjang di SPBU Akibat Perubahan Pola Konsumsi, Bahlil Siapkan Aturan sebagai Solusi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:20 WIB

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

Ketum Parpol Koalisi Pemerintah Sudah Bahas RUU Pemilu, Gerindra Tegaskan Sepakat Threshold 5 Persen

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:18 WIB

×