Kawin Culik, Tradisi di Lombok Diselewengkan untuk Praktik Nikah Paksa

Reza Gunadha

Sabtu, 02 November 2019 | 15:20 WIB
Kawin Culik, Tradisi di Lombok Diselewengkan untuk Praktik Nikah Paksa
Ilustrasi menikah. (Unsplash/Steinar Engeland)

Mereka yang menikah dini tidak hanya terancam oleh eksploitasi rumah tangga, tetapi juga kekerasan seksual atau bahkan kematian saat melahirkan.

Pemerintah menyebutkan, praktik pernikahan anak di Indonesia sering terjadi lantaran kemiskinan atau untuk merawat tradisi seperti di Lombok.

Saat ini Nusa Tenggara Barat bertengger di urutan atas daftar provinsi dengan kasus pernikahan anak terbanyak di Indonesia.

Tradisi kawin culik di Lombok sudah ada sejak beberapa generasi. Terkadang pihak pria berunding dengan keluarga perempuan setelah lamaran, berbeda dengan praktik penculikan pengantin di Kirgistan, Mali atau Ethiopia.

Dalam tradisi Sasak, calon pengantin pria akan membawa pengantin perempuan ke lokasi tertentu untuk berbicara satu sama lain, di bawah pengawasan anggota keluarga.

Namun kini ritual unik itu menghasilkan kisah muram seperti milik Yani dan menjadi alasan pernikahan paksa terhadap gadis muda.

"Ini dilakukan atas nama tradisi, sehingga warga menerima saja dengan buta terlepas dari salah atau tidak," kata Faozan, aktivis hak anak-anak di Lombok.

Menurutnya, pernikahan dini di Lombok menciptakan sejumlah masalah sosial, mulai dari perceraian atau kehamilan di luar perencanaan, kematian ibu muda saat melahirkan atau stunting alias perlambatan pertumbuhan.

Yani misalnya, diceraikan hanya satu bulan sebelum melahirkan. Dia kesulitan mendapatkan sertifikat kelahiran untuk sang bayi lantaran pernikahannya tidak terdaftar.

baca juga

Menyelamatkan Tradisi Asli

"Saya sedih, malu dan marah," kata Muhamad Rais, tokoh adat suku Sasak. "Tradisi kami disalahgunakan oleh warga sendiri dan korbannya adalah perempuan-perempuan kami," imbuhnya.

Sejak 2016 dia bekerjasama dengan organisasi lokal untuk mengembalikan merariq ke tradisi aslinya dengan memperketat aturan pelaksanaan. Salah satu kuncinya adalah kembali mempraktikkan tradisi "belas", yang memisahkan kedua mempelai jika tidak cocok. Rais juga menetapkan batas minimal usia pernikahan, meski dengan cara unik.

Perempuan misalnya diwajibkan merajut 144 lembar kain dan pria harus membiakkan seekor kerbau yang sudah menghasilkan 25 keturunan. Dengan kata lain, kedua mempelai harus sudah dewasa terlebih dahulu.

Proyek yang dipandu Rais kini sudah dilaksanakan di empat desa sejak 2016. Setidaknya 20 pernikahan dini berhasil dihentikan dengan cara itu.

"Kita tidak bisa menyalahkan tradisi. Yang menjadi akar masalah adalah ketika pelaksanaannya menyimpang dari praktik aslinya" kata Baiq Zulhatina aktivis lokal.

"Apa yang berusaha kami lakukan adalah mengubah pola pikir masyarakat dan mengkampanyekan kepada mereka bahwa menghentikan pernikahan anak di bawah umur itu bukan sebuah aib."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan dari Timur Tengah, Kain Mirip Cadar Ini Asli Budaya Lokal NTB

Bukan dari Timur Tengah, Kain Mirip Cadar Ini Asli Budaya Lokal NTB

Lifestyle | Senin, 28 Oktober 2019 | 08:05 WIB

Serpihan Surga di Pesisir Mandalika itu Bernama Pantai Tanjung Aan

Serpihan Surga di Pesisir Mandalika itu Bernama Pantai Tanjung Aan

Lifestyle | Minggu, 20 Oktober 2019 | 15:44 WIB

Mulai Digarap, Intip Pengerjaan Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Indonesia

Mulai Digarap, Intip Pengerjaan Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Indonesia

Sport | Kamis, 10 Oktober 2019 | 13:04 WIB

Inspirasi Belajar Sambil Bermain Demi Masa Depan Ribuan Anak Korban Gempa

Inspirasi Belajar Sambil Bermain Demi Masa Depan Ribuan Anak Korban Gempa

Press Release | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 18:33 WIB

Zohri Gagal Melejit di Kejuaraan Dunia 2019, Ini Penjelasan Pelatih

Zohri Gagal Melejit di Kejuaraan Dunia 2019, Ini Penjelasan Pelatih

Sport | Rabu, 02 Oktober 2019 | 18:21 WIB

Kontestan Puteri Indonesia 2019 Jolene Rotinsulu Jadi Pembicara di PBB

Kontestan Puteri Indonesia 2019 Jolene Rotinsulu Jadi Pembicara di PBB

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 15:36 WIB

Terkini

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

Dipicu Sengkarut U-Turn, 5 Pelaku Tawuran Bersenjata Stik Golf di Saharjo Diringkus Polisi

News | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Viral Diklaim Bersama Istri Muda di Sukabumi, Polisi Tegaskan ASN Bogor Masih Hilang

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:55 WIB

Pool Party Ngoetfest di Sukabumi Tuai Kecaman, Ada Penari Berpakaian Renang

Pool Party Ngoetfest di Sukabumi Tuai Kecaman, Ada Penari Berpakaian Renang

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:46 WIB

Nuansa Milan Hadir di Jakarta, Pameran Desain Ini Tampilkan 55 Karya Pilihan!

Nuansa Milan Hadir di Jakarta, Pameran Desain Ini Tampilkan 55 Karya Pilihan!

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 20:43 WIB

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta Rupiah

News | Senin, 21 September 2026 | 20:41 WIB

Manajer KDKMP-KNMP Bukan ASN, Bakal Berstatus Pegawai BUMN dengan Kontrak 2 Tahun

Manajer KDKMP-KNMP Bukan ASN, Bakal Berstatus Pegawai BUMN dengan Kontrak 2 Tahun

News | Senin, 21 September 2026 | 20:40 WIB

Diamankan di Jakarta Bersama 4 Orang Lain, Detik-detik Bupati Bolmut Kena OTT KPK

Diamankan di Jakarta Bersama 4 Orang Lain, Detik-detik Bupati Bolmut Kena OTT KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 20:35 WIB

Siswi SD di Sukabumi Diduga Jadi Korban Asusila, Begini Kronologinya

Siswi SD di Sukabumi Diduga Jadi Korban Asusila, Begini Kronologinya

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 20:34 WIB

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dinas PUTR

OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Dinas PUTR

News | Senin, 21 September 2026 | 20:27 WIB

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

BI Salahkan Kondisi Geopolitik Buat Rupiah Paling Loyo Hari Ini

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 20:23 WIB

×