Pensiun Jadi Menteri Pariwisata, Ini Kegiatan Arief Yahya

Minggu, 03 November 2019 | 18:00 WIB
Pensiun Jadi Menteri Pariwisata, Ini Kegiatan Arief Yahya
Menteri Pariwisata periode 2014-2019. (Dok : Kemenparekraf)

Suara.com - Apa kabar Pak Arief Yahya setelah pensiun? Sekarang aktif di mana?

“Baik, terima kasih. Masih menikmati masa purna tugas, berkumpul bersama keluarga, dan piknik-piknik,” jawab Menteri Pariwisata periode 2014-2019 itu.

Dari aktivitas super padat, lalu berhenti bekerja, apa tidak syok?

“Orang Jawa itu punya sifat ikhlas yang sering disebut sumeleh, bersyukur dengan apa yang ada. Nikmat dan anugerah Allah SWT itu tak terhitung jumlahnya,” tutur Arief, yang juga mantan Dirut PT Telkom itu.

Ia menyebut, kalau di Bandung, aktivitasnya trekking, jalan-jalan di kebun, sambil menikmati alam. Kalau sedang di Jakarta, ia bercengkerama dengan cucu dan anak-anaknya.

“Menikmati kuliner, olahraga, dan aktivitas bersama keluarga,” jelas dia.

Sebenarnya, momen ini adalah pertama kali dalam sejarah hidup Arief tidak mengerjakan target dan pekerjaan khusus. Sejak berkarier di Telkom, setiap hari overtime bekerja.

Bagaimana dengan kinerja Kemenparekraf yang baru?

“Optimistis! Saya yakin Mas Tama mampu dan sukses. Saya juga yakin, seluruh insan pariwisata mendukungnya. Kita harus suport, beliau agar mimpi kita bahwa pariwisata menjadi core economy negara ini semakin dekat!” jawabnya.

Baca Juga: 3 Senjata Pamungkas Kemenpar Gaet 20 Juta Wisatawan

Arief berpesan pada semua pihak, agar tetap menjaga kondusivitas pariwisata. Biarkan para pejabat baru dengan kapal Kemenparekraf bekerja dan berkarya. Beri ruang yang leluasa untuk berekspresi, mengembangkan sektor pariwisata secara optimal.

Sejak dulu, Arief memang tidak ingin pariwisata gaduh dan penuh polemik pro kontra. Karena ekosistem di pariwisata dan ekonomi kreatif itu sangat sensitif dengan ketidakpastian.

Mereka adalah industri yang harus menjaga hospitality, keramahtamahan, dan kesantunan. Negara pasar juga mudah bereaksi dengan travel advice, jika situasi tidak kondusif.

“Thailand benchmark yang bagus. Mereka cepat recovery pasca krisis politik di negaranya. Kita juga harus banyak mengisi waktu untuk optimistik. Belajar dari Negeri Gajah Putih, pesaing profesional kita di pariwisata, itu,” jelas Arief.

Mengapa kita butuh pesaing?

“Itu pertanyaan bagus. Agar kita terus memberikan service excellent, selalu melayani yang terbaik. Bahkan kalau tidak ada pesaing pun, kita harus cari pesaing, atau sparing partner, jadi terus berkompetisi dan mengejar juara,” jawab lelaku asli Banyuwangi yang hobi berkebun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI