2 Tahun Kasus Novel Baswedan Bukannya Diusut Malah Digempur Berita Bohong

Iwan Supriyatna, Rifan Aditya

Rabu, 06 November 2019 | 09:25 WIB
2 Tahun Kasus Novel Baswedan Bukannya Diusut Malah Digempur Berita Bohong
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan kondisi Novel Baswedan yang terus menerus diserang dengan informasi bohong atau hoaks. KPK pun memberikan kabar terkini kondisi kesehatan Novel.

Hal ini disampaikan KPK melalui cuitan yang diunggah ke Twitter pada Selasa (5/11/2019).

"Hari ini (5/11) sudah lebih dari 2 tahun sejak penyerangan Novel. Sayangnya posisi Novel yang menjadi korban justru terus menerus diserang dengan berbagai tuduhan dan informasi bohong," tulis @KPK_RI.

KPK menyebut kepolisian masih terus mengusut kasus ini. Mereka berharap agar pelakunya segera terungkap.

Berdasarkan penjelasan KPK, Novel saat ini masih terus melakukan pengobatan untuk mata kirinya. Pengobatan itu dilakukan di Jakarta dan Singapura.

KPK merasa hal ini perlu disampaikan karena beredarnya informasi-informasi keliru dan bahkan cenderung sebagai penyebaran informasi bohong tentang kondisi mata Novel.

KPK menyayangkan Novel Baswedan yang terus-menerus diserang dengan tuduhan dan informasi bohong. (twitter @KPK_RI)
KPK menyayangkan Novel Baswedan yang terus-menerus diserang dengan tuduhan dan informasi bohong. (twitter @KPK_RI)

"Agar masyarakat mendapat informasi yang benar, maka KPK perlu menyampaikan kondisi terkini kesehatan mata Novel pasca penyiraman air keras," ujar KPK.

Novel mulai dirawat di Singapura National Eye Centre pada 12 April 2017. Setelah terjadi penyerangan ia dilarikan ke RS Mitra Keluarga namun langsung dipindahkan ke Jakarta Eye Center karena kemungkinan terjadi luka di kornea mata.

Proses penyembuhan yang dilakukan oleh tim dokter berhasil membersihkan luka bakar di wajah dan residu air keras di saluran pernapasan karena terdapat luka bakar di rongga hidung.

baca juga

"Kondisi seluruh selaput pelindung kornea mata Novel saat itu terbakar sehingga opsi yang dilakukan oleh dokter pada saat itu adalah menunggu proses pertumbuhan selaput mata," KPK menjelaskan.

Faktanya pertumbuhan selaput mata kiri mengalami gangguan sehingga dilakukan operasi Osteo-odonto-keratoprosthesis (OOKP).

Saat operasi OOKP, terjadi pendarahan dibalik lensa sejak 4 bulan yang lalu. Hal ini mengakibatkan pandangan menjadi gelap dan tidak bisa melihat sama sekali.

Kondisi mata kiri Novel menjadi tumpuan penglihatan dengan bantuan lensa kacamata (plus) 4 tapi dengan sudut pandang yang sempit. Sementara mata kanannya tidak bisa melihat jelas dan harus memakai hard lens.

Berdasarkan temuan tim TGPF Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus ini yang telah berjalan selama 6 bulan, disebutkan bahwa zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah Novel ialah asam sulfat (H2S04). Zat berkadar larut dan tidak pekat sehingga tidak mengakibatkan luka berat permanen pada wajah Novel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegawai KPK Jadi ASN, KPK Khawatir Independensi Terganggu

Pegawai KPK Jadi ASN, KPK Khawatir Independensi Terganggu

News | Rabu, 06 November 2019 | 07:31 WIB

Jubir Jokowi Sebut Profesi Non Hukum Berpeluang Jabat Dewas KPK

Jubir Jokowi Sebut Profesi Non Hukum Berpeluang Jabat Dewas KPK

News | Selasa, 05 November 2019 | 19:44 WIB

Ancam Gigit yang Ganggu Investor, Jokowi Disebut Aktor Utama Pelemahan KPK

Ancam Gigit yang Ganggu Investor, Jokowi Disebut Aktor Utama Pelemahan KPK

Jogja | Selasa, 05 November 2019 | 19:26 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×