Pengamat: Usai Pilpres 2019, Kini Parpol Sibuk Petakan Pemilu 2024

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 06 November 2019 | 11:07 WIB
Pengamat: Usai Pilpres 2019, Kini Parpol Sibuk Petakan Pemilu 2024
Sebagai ilustrasi: Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden PKS Sohibul Iman usai pertemuan tertutup kedua partai di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10). [ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute Arfianto Purbolaksobo melihat ada fenomena baru terkait pertemuan yang dilakukan sejumlah partai politik seperti Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pasca-Pilpres 2019.

Pertemuan-pertemuan antar parpol itu disebutnya menjadi sinyal mulainya sejumlah parpol memikirkan kontestasi pada Pemilu 2024 mendatang.

Arfianto mengatakan, bahwa pertemuan partai politik itu malah terlihat lebih ngebut ketimbang waktunya. Apalagi sejumlah partai politik melakukan pertemuannya ketika kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum seumur jagung.

"Pertemuan antara partai-partai, merupakan sinyalemen dimulainya genderang kontestasi Pemilu 2024," kata Arfianto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2019).

Latar belakang pengamatan Arfianto tersebut berdasarkan oleh Laporan Tahunan The Indonesian Institute (TII) di mana ketika melihat tipologi partai politik peserta Pemilu 2019, pertemuan antar partai tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Hal itu lantaran tipe partai di Indonesia ialah tipe partai electoralist party.

"Artinya, tipe partai di Indonesia menjadikan pemilu satu-satunya aktifitas dan dianggap paling penting," katanya.

Dengan begitu, Arfianto menganggap bahwa antar partai politik justru akan kembali disibukan guna menjalin kerjasama demi Pilkada Serentak 2020. Karena itu justru tidak menutup kemungkinan pembicaraan antar parpol justru akan berlanjut hingga Pemilu 2024.

Ia pun menerangkan bahwa kemungkinan itu bisa terjadi karena Pilkada 2020 dijadikan batu loncatan untuk Pemilu 2024.

"Artinya tipe partai ini berorientasi pada memaksimalkan suaranya untuk pemenangan pemilu, demi menguasai pemerintahan. Melihat orientasi partai seperti ini, akan membuka peluang koalisi yang sangat fleksibel," tuturnya.

Selain itu, Arfianto juga menganggap untuk kondisi seperti ini, setiap partai politik justru tidak akan dipengaruhi kembali oleh ideologi masing-masing. Maka tidak menutupi adanya partai-partai politik yang bercorak nasionalis akan menggandeng partai yang bercorak Islam.

"Misal seperti Nasdem dan PKS, atau PAN dengan Nasdem maupun PDIP. Memudarnya pengaruh ideologi dan menguatnya pragmatisme dikhawatirkan akan membuat Partai hanya akan menjadi kendaraan politik untuk meraih kekuasaan belaka," katanya menjelaskan.

Dirinya juga melihat masih ada permasalahan institusionalisasi partai politik yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) internal partai di Indonesia.

Ditambah lagi masih ada permasalahan institusionalisasi partai politik yang menjadi Pekerjaan Rumah (PR) internal partai di Indonesia. Persoalan institusionalisasi partai seperti lemahnya demokrasi di internal karena masih kuatnya pengaruh figur di internal parpol.

Kuatnya pengaruh elit dalam tubuh parpol di Indonesia menyebabkan rekruitmen politik hanya dikuasai oleh sekelompok orang. Misalnya saja untuk Calon untuk Pilkada harus ada rekomendasi atau restu dari Ketua Umum atau Pengurus Pusat.

"Oleh karena itu sangat wajar jika tuduhan pertemuan antara Partai-Partai merupakan sinyalemen dimulainya genderang kontestasi Pemilu 2024," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKS Kritik soal Buzzer dan Hoaks, Menkominfo Janji Tak Tebang Pilih

PKS Kritik soal Buzzer dan Hoaks, Menkominfo Janji Tak Tebang Pilih

Tekno | Rabu, 06 November 2019 | 04:05 WIB

Jelang Kongres Partai Nasdem, Tak Ada Wacana Mengganti Surya Paloh

Jelang Kongres Partai Nasdem, Tak Ada Wacana Mengganti Surya Paloh

News | Selasa, 05 November 2019 | 14:43 WIB

Anies akan Beri Sambutan di Kongres Nasdem, Sinyal Maju Pilpres 2024?

Anies akan Beri Sambutan di Kongres Nasdem, Sinyal Maju Pilpres 2024?

News | Senin, 04 November 2019 | 13:13 WIB

Ta'aruf Politik PKS - Partai Nasdem hasilkan 3 Kesepakatan Politik

Ta'aruf Politik PKS - Partai Nasdem hasilkan 3 Kesepakatan Politik

News | Sabtu, 02 November 2019 | 14:04 WIB

Susul PKS, Demokrat Terbuka untuk Bertemu Nasdem

Susul PKS, Demokrat Terbuka untuk Bertemu Nasdem

News | Jum'at, 01 November 2019 | 14:34 WIB

Heboh Lem Aibon hingga Bolpoin, Nasdem Tantang Anies Buka-bukaan ke Publik

Heboh Lem Aibon hingga Bolpoin, Nasdem Tantang Anies Buka-bukaan ke Publik

News | Jum'at, 01 November 2019 | 10:48 WIB

Wasekjen PDIP: Partai Nasdem Jangan Mainkan Politik Dua Kaki

Wasekjen PDIP: Partai Nasdem Jangan Mainkan Politik Dua Kaki

News | Kamis, 31 Oktober 2019 | 15:44 WIB

Terkini

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB