Jokowi Minta Jajarannya Hati-hati Menggunakan APBN 2020

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 06 November 2019 | 12:56 WIB
Jokowi Minta Jajarannya Hati-hati Menggunakan APBN 2020
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Rakernas Pengadaan 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (6/11/2019). (Suara.com/Ummi Salesh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pengadaan barang merupakan penggerak penting yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Apalagi kata Jokowi, untuk daerah-daerah yang peran dari pihak swastanya belum kuat.

"Ini urusan APBD, memacu perputaran uang yang ada di daerah, tentu saja memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut," ujar Jokowi saat membuka Rakornas Pengadaan 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Jokowi mengatakan dalam lima tahun ke depan pemerintah akan memprioritaskan belanja di bidang infrastruktur. Namun yang paling utama fokus pemerintah kata Jokowi, yakni pada pembangunan Sumber Daya Manusia.

"Dalam lima tahun ke depan, belanja akan kita prioritaskan pada infrastruktur, infrastruktur tetap berlanjut, jadi prioritas, tapi yang paling utama adalah kita ingin di wilayah pembangunan Sumber Daya Manusia. Ini menjadi fokus dan konsentrasi kita," ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengatakan pemerintah telah menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 yang cukup besar yakni Rp 2.540,4 triliun

Jokowi merinci secara garis besar yakni anggaran untuk belanja infrastruktur sebesar Rp 423 Triliun, kemudian anggaran untuk pendidikan sebesar Rp 508 Triliun, dan anggaran untuk kesehatan sebesar Rp 132 triliun.

Karena itu Jokowi mengingatkan jajarannya untuk berhati-hati menggunakan anggaran APBN 2020.

"Ini adalah duit semua. Duit semua. Hati-hati dengan angka-angka sebesar ini. Belum bidang-bidang lainnya," tutur dia.

"Dengan anggaran sebesar ini tantangan adalah alokasi yang efektif, walaupun kebijakan alokasi anggaran berada di dalam kewenangan kementerian lembaga, namun LKPP dapat proaktif mempercepat proses belanja anggaran," Jokowi menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Dapat Bisikan dari Bos IMF, Apa Katanya?

Presiden Jokowi Dapat Bisikan dari Bos IMF, Apa Katanya?

Bisnis | Rabu, 06 November 2019 | 12:06 WIB

Ekonomi Indonesia Jeblok, Presiden Jokowi : Alhamdulillah

Ekonomi Indonesia Jeblok, Presiden Jokowi : Alhamdulillah

Bisnis | Rabu, 06 November 2019 | 11:58 WIB

Jokowi: Negara Sudah Besar, Masa Cangkul dan Pacul Harus Impor?

Jokowi: Negara Sudah Besar, Masa Cangkul dan Pacul Harus Impor?

News | Rabu, 06 November 2019 | 11:37 WIB

Istana Bantah Presiden Jokowi Bawa Indonesia ke Era Neo Orde Baru

Istana Bantah Presiden Jokowi Bawa Indonesia ke Era Neo Orde Baru

News | Selasa, 05 November 2019 | 22:50 WIB

Terkini

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:17 WIB

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB