Akui Berbiaya Mahal, Ridwan Kamil Tak Setuju Pilkada Langsung Dihapus

Selasa, 12 November 2019 | 14:17 WIB
Akui Berbiaya Mahal, Ridwan Kamil Tak Setuju Pilkada Langsung Dihapus
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. [Antara]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan tidak setuju dengan wacana evaluasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan oleh DPRD. Menurutnya jika hal itu dilakukan, berarti mencabut hak demokrasi.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku lebih menyetujui jika pilkada dilakukan dengan pemilihan langsung oleh masyarakat. Meski demikian, ia mengakui Pilkada merupakan ajang dengan biaya yang tinggi.

"Menurut saya itu pencabutan hak demokrasi yang sudah baik, tapi memang mahal (biayanya), harus saya akui ya," ujar Kang Emil, Selasa (12/11/2019).

Ia sendiri mengaku merupakan mendapatkan jabatan sebagai gubernur karena melalui pilkada langsung. Karena itu ia mengaku lebih memilih agar pemerintah pusat tetap mempertahankan sistem pemilihan langsung ini.

"Saya kan produk dari pilkada langsung, pastilah cenderung hak rakyat, yang memilih langsung kepala daerah itu jangan dihilangkan," katanya.

Mantan Wali Kota Bandung ini juga menganggap sistem pilkada langsung memberikan kesempatan lebih besar kepada orang yang ingin menjadi kepala daerah. Sedangkan, jika dipilih oleh DPRD, maka prosesnya akan lebih sulit bagi calon baru.

"Beberapa orang yang tidak dikenal seperti saya kan tiba-tiba bisa. Pakai formasi yang lama kan harus masuk dalam ekosistem politik dulu yang tidak semua orang bisa lakukan itu," imbuh dia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai pelaksanaan pilkada secara langsung lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya.

Salah satu mudaratnya yakni, biaya politik yang tinggi hingga membuka potensi adanya korupsi terhadap pemimpin terpilih hasil Pilkada.

Baca Juga: Pilkada Langsung Mau Dievaluasi, Ridwan Kamil Usul Kampanye di Medsos

“Tapi kalau dari saya sendiri justru pertanyaan saya adalah apakah sistem politik Pemilu, Pilkada ini masih relevan setelah 20 tahun?” kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

“Banyak manfaatnya partisipasi demokrasi tapi kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi. Kepala daerah kalau enggak punya Rp 30 M mau jadi bupati mana berani dia, sudah mahar politik,” sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI