Wakil Gubernur Jabar Luncurkan Program Seribu Kentongan

Fabiola Febrinastri

Selasa, 12 November 2019 | 09:15 WIB
Wakil Gubernur Jabar Luncurkan Program Seribu Kentongan
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum meluncurkan Program Seribu Kentongan, di Desa Tenjolaya, Kabupaten Subang, Senin (11/11/2019). (Dok : Pemdaprov Jabar)

Suara.com - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum meluncurkan Program Seribu Kentongan, yang digagas oleh Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radion Republik Indonesia (RRI), di Desa Tenjolaya, Kabupaten Subang, Senin (11/11/2019).

Menurut Uu, seribu kentongan tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan kembali alat tradisional asal Tanah Pasundan, tetapi juga sebagai alat pemberitahuan bencana alam. Dia menyatakan, mengapresiasi penggagas program tersebut.

"Kentongan sangat multifungsi. Selain panggilan jika ada maling dan bencana, alat tradisional ini juga akan mengajak masyarakat untuk berkumpul dan bergotong royong," kata Uu.

Uu juga mengatakan, masyarakat akan memahami informasi yang disampaikan ketongan dari jumlah ketukan atau irama bunyi. Pada kesempatan yang sama, ratusan masyarakat dan santri Tenjolaya melakukan simulasi penggunaan kentongan.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena memberikan edukasi kepada masyarakat dan RRI, yang juga telah bersinergi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jabar, Basarnas, dan BMKG," kata salah seorang warga.

Selain itu, kata Uu, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun berkomitmen untuk terus mengurangi risiko bencana via program-program mitigasi bencana. Oleh karena itu, dia berharap gerakan seribu kentongan berjalan di seluruh daerah Jabar.

"Gerakan ini akan terus kami dukung karena sangat bermanfaat," katanya.

Kentongan sendiri merupakan alat yang terbuat dari batang bambu maupun kayu. Dulu, kentongan menjadi alat komunikasi massa. Masyarakat tahu apa yang ingin disampaikan pengguna kentongan dari irama maupun jumlah ketukan.

Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Soleman Yusuf mengatakan, kentongan adalah kearifan lokal, yang salah satunya berguna bagi traditional early warning system dan namanya berbeda-beda di tiap daerah.

baca juga

"Bunyi kentongan merupakan tanda untuk berkumpul yang sangat efektif, tapi kadang kita lupakan," katanya.

Program Seribu Kentongan sudah diluncurkan secara nasional di Provinsi Banten beberapa waktu lalu. Menurut Soleman, masyarakat Jabar sangat antusias dengan program tersebut.

"Di Desa Tenjolaya ini, saya sangat terkejut dengan begitu antusiasnya masyarakat," katanya.

Tujuan program tersebut bukan sekadar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga evakuasi kepada lansia saat bencana alam terjadi.

Soleman menyatakan, perpaduan teknologi modern dan kearifan lokal di  Jepang menjadi inspirasi akan lahirnya Program Seribu Kentongan. Menurutnya, Jepang yang teknologinya sangat maju tidak pernah melupakan budayanya.

"Sebagai negara ring of fire yang sama dengan Indonesia, Jepang memberikan pendidikan kepada masyarakatnya tentang bagaimana agar sigap dan adaptif menghadapi bencana. Jadi perpaduan antara teknologi modern dan kearifan lokal inilah yang melahirkan program kentongan," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Bursa Capres Nasdem, Emil: Saya Tak Mau Bahas yang Tidak Jelas

Masuk Bursa Capres Nasdem, Emil: Saya Tak Mau Bahas yang Tidak Jelas

Jabar | Senin, 11 November 2019 | 16:13 WIB

Wagub Jabar: Maknai Hari Pahlawan dengan Membangun Negeri

Wagub Jabar: Maknai Hari Pahlawan dengan Membangun Negeri

News | Minggu, 10 November 2019 | 17:23 WIB

Wagub Jabar Resmikan Maritime Love Coffee di AKMI Suaka Bahari Cirebon

Wagub Jabar Resmikan Maritime Love Coffee di AKMI Suaka Bahari Cirebon

News | Sabtu, 09 November 2019 | 14:04 WIB

Ke Jepang, Ridwan Kamil Tawarkan Sejumlah Investasi di Jabar

Ke Jepang, Ridwan Kamil Tawarkan Sejumlah Investasi di Jabar

Bisnis | Sabtu, 09 November 2019 | 08:18 WIB

Penyuluh Kehutanan Dinilai Berperan Penting Jaga Kelestarian Hutan

Penyuluh Kehutanan Dinilai Berperan Penting Jaga Kelestarian Hutan

News | Jum'at, 08 November 2019 | 14:15 WIB

Ini 3 Upaya Pemda Provinsi Jabar Kembangkan Sektor Pariwisata

Ini 3 Upaya Pemda Provinsi Jabar Kembangkan Sektor Pariwisata

Lifestyle | Kamis, 07 November 2019 | 17:58 WIB

Terkini

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

Netizen Dilarang Jeles, Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi Kompak Posting Foto Duduk Berdampingan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

Petugas Berjibaku Padamkan Api, Menhut Soroti Tren Titik Api Karhutla yang Selalu Naik Saat Weekend

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:17 WIB

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

Kemenhut Bekukan Izin Usaha 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Siap Lanjut ke Ranah Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

Kronologis WNI Dipenjara di Malaysia Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 14:04 WIB

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:03 WIB

SEJARAH! WNI Jadi Pelanggar Buang Puntung Rokok Sembarangan Pertama yang Dipenjara di Malaysia

SEJARAH! WNI Jadi Pelanggar Buang Puntung Rokok Sembarangan Pertama yang Dipenjara di Malaysia

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:01 WIB

Batu Bara Masih Jadi Andalan, Transisi Energi Disiapkan Bertahap ke Gas dan Hidrogen

Batu Bara Masih Jadi Andalan, Transisi Energi Disiapkan Bertahap ke Gas dan Hidrogen

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:01 WIB

Linggis Ditangkap Terkait Bentrokan Berdarah Tewaskan 2 Orang di Batam

Linggis Ditangkap Terkait Bentrokan Berdarah Tewaskan 2 Orang di Batam

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 14:00 WIB

×