Bom Meledak di Medan, Ini Rentetan Bom Bunuh Diri Mematikan Lainnya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 14 November 2019 | 06:30 WIB
Bom Meledak di Medan, Ini Rentetan Bom Bunuh Diri Mematikan Lainnya
Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Irsan Mulyad

Suara.com - Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri hingga memakan korban jiwa. Kali ini aksi bom bunuh diri terjadi di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara pada pukul 08.45 WIB Rabu (13/11/2019).

Ledakan bom bunuh diri tersebut terjadi saat banyak warga Medan sedang mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) di lokasi kejadian.

Cuplikan video amatir dan rekaman CCTV tentang detik-detik bom bunuh diri mematikan itu beredar di jagad maya.

Aksi tersebut menewaskan satu orang yang diduga pelaku dan melukai lima anggota kepolisian serta satu orang warga sipil. Terduga pelaku bom bunuh diri diduga melakukan aksi seorang diri dan langsung tewas usai ledakan.

Teror bom tidak hanya terjadi di Medan, namun juga berlangsung di bagian belahan lain Bumi.

Di antaranya pada Minggu (21/4/2019), enam ledakan bom mengguncang Sri Lanka, negara yang berada di Asia Selatan. Ledakan terjadi di tiga gereja dan tiga hotel.

Serangan bom bunuh diri itu terjadi saat umat kristiani sedang melakukan ibadah paskah di gereja. Peristiwa paling mematikan dalam sejarah negara itu menewaskan 207 orang dan melukai 450 orang.

Setahun sebelumnya, terjadi serangan paling berdarah di Pakistan saat acara kampanye Pemilu pada 13 juli 2018.

Aksi bom bunuh diri itu terjadi pada rapat umum pemilihan Balochistan Awami Party (BAP) di kota barat daya Drigarh, sekitar 35 kilometer di selatan ibu kota Provinsi Quetta, Jumat sore waktu setempat.

Jumlah korban tewas 149 jiwa dan 189 orang lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri itu, seperti dilansir Aljazeera.

Serangan mematikan bom bunuh diri juga terjadi di Stasiun Metro Saint Petersburg, Rusia, pada 3 April 2017. Dilansir dari Reuters, pelaku bunuh diri bernama Akbarzhon Jalilov berusia 22 tahun yang berasal dari Kyrgyzstan.

Ledakan terjadi antara Stasiun Sennaya Ploshchad dan Tekhnologichesky Institut sekitar jam 2:40 sore waktu setempat.

Usai ledakan, bom kedua dengan daya ledak yang lebih besar ditemukan dan dijinakkan di stasiun lain, Stasiun Ploshchad Vosstaniya, dan diyakini telah ditanam Jalilov. Serangan teror itu menewaskan 15 orang, termasuk Jalilov.

Sementara itu pada tahun yang sama tepatnya pada 23 mei 2017, serangan bom terjadi saat konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris, Senin malam waktu setempat.

Menurut kepolisian Inggris, 22 orang, termasuk beberapa anak, tewas dalam serangan bom itu. Sementara 59 penonton lain dikabarkan terluka dalam serangan bom bunuh diri tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Mapolda Sumbar Pasang Alat Pendeteksi

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Mapolda Sumbar Pasang Alat Pendeteksi

News | Kamis, 14 November 2019 | 02:20 WIB

Bom Bunuh Diri di Medan, Wapres Minta RT/RW Bantu Deteksi Dini Aksi Teroris

Bom Bunuh Diri di Medan, Wapres Minta RT/RW Bantu Deteksi Dini Aksi Teroris

News | Rabu, 13 November 2019 | 21:58 WIB

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Pengamanan Bandara Juanda Diperketat

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Pengamanan Bandara Juanda Diperketat

Jatim | Kamis, 14 November 2019 | 02:00 WIB

Terkini

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB