Menko PMK Sebut Pemerintah Akan Bangun Sekolah Darurat Dekat SD yang Ambruk

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 14 November 2019 | 19:51 WIB
Menko PMK Sebut Pemerintah Akan Bangun Sekolah Darurat Dekat SD yang Ambruk
Menko PMK Muhadjir Effendi. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi mengatakan bakal ada pembangunan gedung sekolah darurat di dekat lokasi ambruknya empat atap kelas SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Hal itu dilakukannya agar proses belajar mengajar tidak akan terganggu di samping pembangunan gedung sekolah yang ambruk tersebut.

Muhadjir menjelaskan bahwa lokasi gedung sekolah darurat itu hanya berjarak 100 meter dari lokasi sekolah yang ambruk. Konsepnya gedung sekolah darurat itu sama seperti yang biasa dibangun di daerah bencana.

"Dalam bentuk knock down, yang itu sangat layak untuk kegiatan belajar mengajar dan dalam jangka bisa sebetulnya masih layak 1 sampai 2 tahun," kata Muhadjir di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Kamis (14/11/2019).

"Sehingga ketika membangun merevitalisasi total gedung yang roboh itu tidak harus terburu-buru," sambungnya.

Muhadjir juga membicarakan soal kontraktor pembangunan gedung sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2014-2019 menjelaskan, bahwa pembangunan gedung sekolah itu mesti didampingi.

Untuk gedung sekolah dasar misalnya, mesti ada pendampingan dari SMK daribjurusan konstruksi dan guru yang ditugaskan untuk rancang bangun. Sedangkan, untuk gedung SMP dan SMA harus didampingi perguruan tinggi yang memiliki fakultas teknik sipil dan dosennya mesti memiliki sertifikat sebagai perancang bangun.

"Setahu saya (gedung SD ambruk) belum. Baru kita mulai 3 tahun terakhir. Termasuk tahan gempanya," katanya.

Untuk diketahui, dua orang tewas saat atap bangunan gedung sekolah SDN Gentong Kita Pasuruan di Jalan Kyai Sepuh Nomor 49 Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur ambruk pada Selasa (5/10/2019). Dua korban tersebut diketahui siswa dan guru.

baca juga

Insiden robohnya atap bangunan itu terjadi saat para murid sedang belajar di kelas. Selain telan dua nyawa, 11 siswa SD juga mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, setidaknya, ada 4 bangunan yang atapnya ambruk. Di kelas II A, II B, V B, dan V A.

"Pada saat kejadian sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar. Kejadian pada Selasa (5/11/2019) sekitar pukul 08.15 WIB," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robohnya SD Gentong Ungkap Kecurangan Kontraktor di Proyek-proyek Lain

Robohnya SD Gentong Ungkap Kecurangan Kontraktor di Proyek-proyek Lain

Jatim | Senin, 11 November 2019 | 14:20 WIB

Atap SD Roboh Tewaskan Guru dan Murid, Kapolda Jatim: Bangunannya Ngawur!

Atap SD Roboh Tewaskan Guru dan Murid, Kapolda Jatim: Bangunannya Ngawur!

Jatim | Sabtu, 09 November 2019 | 15:24 WIB

Masih Trauma Berat Siswa Enggan Masuk Sekolah

Masih Trauma Berat Siswa Enggan Masuk Sekolah

Video | Sabtu, 09 November 2019 | 14:42 WIB

Polda Jatim Dalami Dugaan Korupsi Insiden Ambruknya Atap SD Gentong

Polda Jatim Dalami Dugaan Korupsi Insiden Ambruknya Atap SD Gentong

Jatim | Jum'at, 08 November 2019 | 15:09 WIB

Endus Ada Penyimpangan, Polisi Bidik 4 Calon Tersangka Kasus Atap SD Roboh

Endus Ada Penyimpangan, Polisi Bidik 4 Calon Tersangka Kasus Atap SD Roboh

Jatim | Kamis, 07 November 2019 | 22:21 WIB

Terkini

Wamensos Agus Jabo Hadiri Rakortas KDKMP, Kemensos Dorong Kemudahan Penyaluran Bansos

Wamensos Agus Jabo Hadiri Rakortas KDKMP, Kemensos Dorong Kemudahan Penyaluran Bansos

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:12 WIB

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×