alexametrics

Usai Tak Jadi Menteri, Susi Pudjiastuti Gencar Bagi-bagi Kapal ke Nelayan

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita
Usai Tak Jadi Menteri, Susi Pudjiastuti Gencar Bagi-bagi Kapal ke Nelayan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin langsung penenggelaman 26 Kapal Ikan Asing Ilegal di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019). [Antara/Jessica Helena Wuysang]

Susi menawarkan kapal baru bermesin 15 pk.

Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan kapal baru kepada nelayan di Desa Sumur dan Desa Bodur, Pandeglang, Banten.

Hal tersebut ditunjukkan dalam video yang dibagikan Susi Pudjiastuti melalui jejaring Instagram pribadinya, Selasa (19/11/2019).

Aksi mulia ini merupakan wujud kerja sama Susi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara dan perusahaan e-commerce Tokopedia.

"Alhamdulillah Proses penyerahan kapal 2GT dengan mesin 15PK kepada para nelayan di ds sumur dan ds bodur berjalan lancar. Terima kasih kepada Yasarini @militer.udara dan @tokopedia atas bantuannya. Semoga bermanfaat bagi kehidupan nelayan kita, " tulis Susi sebagai narasi unggahan.

Baca Juga: Dosen UIN Jogja Usul Tinjau Ulang Buku Agama: Revisi yang Mengarah Radikal

Dalam video unggahannya, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini tampak menghampiri seorang nelayan bernama Apromi yang tengah melaut.

Ia menawarkan kapal baru kepada nelayan tersebut dan memintanya untuk menepi.

"Bapak pilih ada kapal yang biru dan kuning, sudah ada mesinnya. Belajar pakai itu, nanti diajarin," kata Susi kepada Apromi, sambil menunjuk kapal di tengah laut.

Tak lama, Apromi pun memilih kapal yang ditawarkan Susi. Nelayan itupun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Susi.

"Ibu Susi dari Pandu Laut saya mengucapkan Alhamdulillahi rabbilallamin dikasih kendaraan yang stabil," ungkapnya.

Baca Juga: Komisi V Dorong Kemenhub dan PUPR Harus Bersinergi

Susi tawarkan kapal baru ke nelayan. (Instagram/@susipudjiatuti115)
Susi tawarkan kapal baru ke nelayan. (Instagram/@susipudjiatuti115)

Setelah itu, Susi kembali menukar kapal nelayan lainnya dengan kapal baru. Ia kemudian berpesan, "Sing manfaat ya Pak, digunakan sing manfaat. Jangan dijual," ungkapnya.

Komentar