Satroni Istana, Petani Kendeng Tagih Jokowi soal KLHS

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 19 November 2019 | 14:55 WIB
Satroni Istana, Petani Kendeng Tagih Jokowi soal KLHS
Koordinator Forum Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, Gunretno saat tiba di Kantor Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Para petani Kendeng yang tergabung dalam Forum Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Koordinator Forum Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Gunretno mengatakan kedatangan para petani untuk meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikap tegas kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menindaklanjuti KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis).

"Kami datang ketemu pak Moeldoko dalam rangka pengin menanyakan KLHS yang diperintahkan pak Jokowi. Jadi kami minta ini harus dijalankan. Setelah ini yang memerintahkan pak Jokowi," ujar Gunretno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

KLHS diketahui merupakan perintah Presiden RI yang lahir saat bertemu petani Kendeng pada tanggal 2 Agustus 2016 di Istana Negara Jakarta.

Gunretno mengaku para petani memiliki beberapa bukti rekaman atau rekaman visual bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih memberikan izin kegiatan pertambangan di Pegunungan Kendeng.

Pasalnya berdasarkan kajian KLHS, tidak boleh lagi ada izin untuk kegiatan pertambangan di Pegunungan Kendeng.

"Kami malah punya beberapa bukti-bukti rekaman visual, kayaknya KLHS yang diperintahkan pak Jokowi ini, enggak mau dilakukan di daerah. Ini kan terus gimana? lah di luar itu, fakta lapangan tentang tambang yang di Pegunungan Kendeng ini merah sekali, ada yang legal, ada yang ilegal," ucap dia.

Karenanya Forum Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng datang untuk menanyakan tindaklanjut KLHS saat bertemu Jokowi pada 2 Agustus 2016 lalu.

Ketika itu, kata dia, Presiden Jokowi sepakat untuk membuat KLHS lebih dahulu sebelum pabrik Semen Indonesia beroperasi.

baca juga

"2016 yang kami ketemu pak Jokowi itu, itu kan 2 tahun selesai. Setelah selesai, terus kemarin ada pemilu, kami juga tenang kan, (setelah) pak Jokowi sudah dilantik, kami mau menanyakan tindak lanjut KLHS itu melalui pak Moeldoko," ucap dia.

Maraknya kegiatan tambang di daerah Kendeng, para petani pun mendesak Presiden Jokowi untuk kembali melakukan tindakan. 

"Setelah ini yang memerintahkan pak Jokowi, ini harus kembali ke pak Jokowi. Nanti ditindaklanjuti semacam membuat instruksi presiden, atau peraturan, ini terserah pak Jokowi. Tapi ini kan perintah pak Jokowi sendiri, ketika ini tidak dilaksanakan, ini kasihan pak Jokowi. ini perintah kepala negara," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ritual Unik Petani Kendeng Tagih Janji Pemerintah Soal Pabrik Semen

Ritual Unik Petani Kendeng Tagih Janji Pemerintah Soal Pabrik Semen

Jawa Tengah | Sabtu, 13 April 2019 | 07:37 WIB

Warga Kendeng Pertanyakan Kasus Pembakaran Musala Saat Tolak Pabrik Semen

Warga Kendeng Pertanyakan Kasus Pembakaran Musala Saat Tolak Pabrik Semen

News | Minggu, 10 Februari 2019 | 17:36 WIB

Petani Kendeng Kembali Menagih Janji Jokowi Tolak Pabrik Semen

Petani Kendeng Kembali Menagih Janji Jokowi Tolak Pabrik Semen

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 17:49 WIB

Kampanye Soal Kendeng, Ganjar: Tak Ada Lahan Warga yang Diambil

Kampanye Soal Kendeng, Ganjar: Tak Ada Lahan Warga yang Diambil

News | Jum'at, 09 Maret 2018 | 08:22 WIB

Kenduri Lingkungan Solidaritas Kendeng Lestari

Kenduri Lingkungan Solidaritas Kendeng Lestari

Foto | Selasa, 05 Desember 2017 | 14:54 WIB

Petani Kendeng Bangun Tenda Darurat di Seberang Istana Merdeka

Petani Kendeng Bangun Tenda Darurat di Seberang Istana Merdeka

News | Senin, 04 September 2017 | 18:00 WIB

Srikandi Kendeng Akan Bertemu Megawati Mengadukan Ganjar Pranowo

Srikandi Kendeng Akan Bertemu Megawati Mengadukan Ganjar Pranowo

News | Kamis, 08 Juni 2017 | 11:37 WIB

Aksi Petani Kendeng Menabuh Lesung

Aksi Petani Kendeng Menabuh Lesung

Foto | Rabu, 12 April 2017 | 17:00 WIB

Sambangi Petani Kendeng Penolak Pabrik Semen, Sutiyoso Dikecam

Sambangi Petani Kendeng Penolak Pabrik Semen, Sutiyoso Dikecam

News | Sabtu, 08 April 2017 | 11:07 WIB

Siapa Gunarti, Perempuan Tangguh di Balik Tolak Semen Kendeng

Siapa Gunarti, Perempuan Tangguh di Balik Tolak Semen Kendeng

News | Senin, 03 April 2017 | 20:56 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×