Jika Benar Menteri Jokowi Intervensi Munas, Golkar Bakal Tercerai Berai

Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat | Suara.com

Jum'at, 29 November 2019 | 22:02 WIB
Jika Benar Menteri Jokowi Intervensi Munas, Golkar Bakal Tercerai Berai
Politikus senior partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa. (Suara.com/Welly Hidayat).

Suara.com - Politikus senior Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa mengaku khawatir bila memang benar ada intervensi dari tiga menteri di Munas Golkar agar Airlangga Hartanto kembali terpilih menjadi ketua umum partai.

Menurut Agun, bila cara-cara demokratis dalam pemilihan Ketua Umum Golkar, kader Golkar pasti akan menerima siapa saja yang akan menjadi ketua umum nantinya.

"Kalau mekanismenya tidak demokratis, jangan salahkan, akan banyak kader Partai Golkar pada yang akhirnya eksodus. Saya yakin akan terjadi besar-besaran. Kalau dipaksakan dengan cara seperti itu (isu menteri intervensi munas)," ujar Agun di Kantor Para Syndicate di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).

Agun pun menyoroti, syarat pendaftaran bakal calon ketua umum (caketum) Golkar yang mewajibkan 30 persen dukungan dari anggota partai. Yang mana, dukungan tersebut harus diberikan sebelum Munas Golkar dimulai pada 2 Desember mendatang.

Agun pun menjelaskan mekanisme Munas Golkar, dalam pemilihan ketua umum. Dimana, untuk dukungan terhadap calon ketua umum ketika Munas Golkar dibuka. Bukan, sebelum Munas diselenggarakan.

Menurut Agun, bila sebelum dilakukan Munas untuk melakukan dukungan terhadap calon ketum, maka ditakutkan pengurus di daerah pemilih sebagai pemilik suara berpotensi diintimidasi.

"Dukungan 30 persen yang diserahkan di panitia Munas, saya wajib pertanyakan. Harusnya dukungan itu dilakukan tidak di luar gedung, tapi di forum Munas. Dengan cara apa ? Dokumen itu masih kosong. Ada nama A, B, C, D, tinggal dia melingkari. Yang angkanya capai 30 persen itu yang resmi masuk dalam tahapan berikutnya," ujarnya. 

Agun menyebut mekanisme pemilihan 30 persen sebelum dilakukannya Munas, ditakutkan hanya akan memilih kepada calon tertentu. Seperti, Airlangga yang sudah pasti akan maju menjadi Ketum Golkar.

Maka itu, Agun meminta kebijakan itu dihapus dan memberikan hak kepada pemilik suara untuk memilih dan dipilih secara adil.

"Hari ini sudah terjadi. Berapa orang yang sudah di Plt, berapa orang yang sudah dicopot, anda bisa cek. Banyak di berbagai daerah itu terjadi. Hal itu terjadi seperti ini menurut hemat saya harus dilawan. Termasuk misalkan proses pencalonan," ucapnya.

Dia pun menilai, jika benar ada intervensi, lebih baik menteri tersebut terjun langsung bertemu kader ketimbang mengatur-atur pemilihan calon pimpinan partai dalam Munas Golkar.

"Kalau para menteri yang terlibat, terkait hal itu turun gunung ke bawah, justru harusnya mencegah kecurangan. Hei, parpol jangan sekali-sekali mau menang (dengan cara tak demokratis). Menang harus dengan cara-cara demokratis seperti membuat mekanisme pemilihan yang selurus mungkin," katanya.

Sebelumnya, loyalis sekaligus juru bicara Bambang Soesatyo dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar, Syamsul Rizal menyebut bahwa ada tiga menteri di kabinet Presiden Jokowi yang ikut mencampuri urusan internal Partai Golkar.

Diketahui ketiga pembantu presiden itu mencoba mengintervensi DPD I dan DPD II sebagai pemegang hak suara untuk kembali memenangkan petahana, yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga. Intervensi mereka, kata Syamsul bahkan dilakukan tanpa sepengetahuan Jokowi.

“DPD I dan DPD II ditekan bahkan tolong dicatat, ada indikasi kuat Pak Jokowi juga gak tahu tapi ada beberapa pembantu Jokowi dijadikan alat juga untuk tekan DPD-DPD, DPD I melalui kepala-kepala daerahnya. Dan saya pastikan itu pak Jokowi tidak tahu,” kata Syamsul di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (27/11/2019) malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agun Gunandjar soal Isu 3 Menteri Intervensi: Selalu Ada Tiap Munas Golkar

Agun Gunandjar soal Isu 3 Menteri Intervensi: Selalu Ada Tiap Munas Golkar

News | Jum'at, 29 November 2019 | 19:20 WIB

Kader Muda Ini Jadi Tantang Airlangga dan Bamsoet Perebutkan Kursi Golkar-1

Kader Muda Ini Jadi Tantang Airlangga dan Bamsoet Perebutkan Kursi Golkar-1

News | Jum'at, 29 November 2019 | 02:55 WIB

Dituding Loyalis Bamsoet Pakai Menteri Tekan DPD Golkar, Ini Kata Airlangga

Dituding Loyalis Bamsoet Pakai Menteri Tekan DPD Golkar, Ini Kata Airlangga

News | Kamis, 28 November 2019 | 17:50 WIB

Bantah Ada Menteri Jokowi Ajak DPD Dukung Airlangga, DPP Golkar: Ngawur

Bantah Ada Menteri Jokowi Ajak DPD Dukung Airlangga, DPP Golkar: Ngawur

News | Kamis, 28 November 2019 | 10:57 WIB

Golkar Jawab Ada Menteri Jokowi Dorong Airlangga Jadi Ketum: Ngawur!

Golkar Jawab Ada Menteri Jokowi Dorong Airlangga Jadi Ketum: Ngawur!

News | Kamis, 28 November 2019 | 10:53 WIB

Loyalis Bamsoet Sebut 3 Menteri Jokowi Diam-diam Intervensi Internal Golkar

Loyalis Bamsoet Sebut 3 Menteri Jokowi Diam-diam Intervensi Internal Golkar

News | Kamis, 28 November 2019 | 10:24 WIB

Ayah dan Anak Ini Berebut Tiket Maju Pilbup Bandung Via Golkar

Ayah dan Anak Ini Berebut Tiket Maju Pilbup Bandung Via Golkar

Jabar | Senin, 25 November 2019 | 02:15 WIB

Bamsoet Klaim Didukung Ratusan DPD untuk Maju Caketum Partai Golkar

Bamsoet Klaim Didukung Ratusan DPD untuk Maju Caketum Partai Golkar

News | Senin, 18 November 2019 | 13:13 WIB

Tolak Pemilihan Aklamasi, Djafar: Golkar Bisa Hancur

Tolak Pemilihan Aklamasi, Djafar: Golkar Bisa Hancur

News | Minggu, 17 November 2019 | 13:32 WIB

Wapres Ma'ruf Bahas Rancangan Besar Berantas Terorisme bersama Para Menteri

Wapres Ma'ruf Bahas Rancangan Besar Berantas Terorisme bersama Para Menteri

Video | Jum'at, 15 November 2019 | 19:08 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB