Jelang Reuni 212, Pergerakan Massa Dari Stasiun di Depok Sepi

Chandra Iswinarno

Minggu, 01 Desember 2019 | 22:55 WIB
Jelang Reuni 212, Pergerakan Massa Dari Stasiun di Depok Sepi
Suasana Stasiun Depok jelang Reuni 212 di Monas pada Minggu (1/12/2019).malam. [Suara.com/Supriyadi]

Suara.com - Pergerakan massa yang akan mengikuti Reuni 212 dari Stasiun Depok Baru dan Stasiun Depok terpantau sepi. Dari pantauan Suara.com antara pukul 19.00 hingga pukul 22.15 WIB tidak terlihat aktivitas mencolok di dua stasiuan tersebut.

Meski begitu, ada warga Depok yang pergi ke Jakarta untuk mengikuti acara reuni 212, meski tidak bergerombol dan mencolok.

Salah satunya seorang mahasiswa perguruan tinggi di Kota Depok, Ali. Dia mengaku akan menghadiri agenda tersebut bersama dua temannya menggunakan KRL dari Stasiun Depok.

"Cuma bertiga, tapi nunggu temen dulu. Kalau lama kita jalan bertiga," katanya kepada Suara.com pada Minggu (1/12/2019) malam.

Alasan Ali mengikuti acara reuni tersebut karena ingin tahu dan juga diinstruksikan pihak kampus untuk mengikuti acara tersebut.

"Saya pergi ke sana ingin tahu aja, seperti apa acara akbar itu. Kampus sih membolehkan kami untuk ikut, tapi tidak diwajibkan. Kalau besok libur kampusnya," kata Ali.

Sementara massa 212 asal Depok lainnya, Hadi Wiharja mengaku akan mendatangi Monas berempat bersama temannya ke acara reuni 212. Dia bersama temannya berangkat dari Stasiun Depok Baru dan rencananya akan turun di Stasiun Juanda.

"Cuma berlima saja ke sana. Ada yang nyusul pakai motor dan mobil. Kami ke sana ingin ikut reuni saja, enggak ada alasan lain. Kan banyak habaib di sana, sekalian berdoa bersama agar Indonesia damai dan aman," katanya.

Sementara itu, Ketua DPW FPI Kota Depok Agus Rahmat mengatakan, ada 300 anggota Laskar FPI Depok yang datang ke Jakarta bersama para jemaah lainnya.

baca juga

"Kami pasti datang ke sana, sekitar 300 Laskar FPI ke sana dan ditambah jemaah," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengemukakan, jemaah dan laskar telah berangkat sejak pukul 19.00 WIB hingga dini hari. Mereka, kata Agus, menggunakan angkutan seperti kereta dan kendaraan pribadi baik motor dan mobil.

"Kita enggak ada konvoi. Mereka inisiatif masing-masing bawa kendaraan sendiri dan naik kendaraan massal (kereta). Kalau saya nanti berangkat jam 01.00 pagi. Bareng jemaah pakai mobil," ucapnya.

Kontributor : Supriyadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Pastikan Tak Ada Senjata Api dan Tajam Saat Pengamanan Reuni 212

Polisi Pastikan Tak Ada Senjata Api dan Tajam Saat Pengamanan Reuni 212

News | Minggu, 01 Desember 2019 | 22:34 WIB

PKS Imbau Kadernya yang Hadir di Reuni 212 Tidak Gunakan Atribut Partai

PKS Imbau Kadernya yang Hadir di Reuni 212 Tidak Gunakan Atribut Partai

News | Minggu, 01 Desember 2019 | 22:28 WIB

Sebanyak 9 Ribu Lebih Personel Polisi Siap Amankan Reuni 212 di Monas

Sebanyak 9 Ribu Lebih Personel Polisi Siap Amankan Reuni 212 di Monas

News | Minggu, 01 Desember 2019 | 20:47 WIB

Dari Santri Ngompreng Hingga Jalan Kaki Menuju Monas Demi Reuni Akbar 212

Dari Santri Ngompreng Hingga Jalan Kaki Menuju Monas Demi Reuni Akbar 212

News | Minggu, 01 Desember 2019 | 18:48 WIB

Jelang Reuni 212, Aliansi Umat Islam Bogor Menuntut Sukmawati Diadili

Jelang Reuni 212, Aliansi Umat Islam Bogor Menuntut Sukmawati Diadili

Jabar | Minggu, 01 Desember 2019 | 18:25 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×