Ketua GNPF Ulama Sebut Kepulangan Habib Rizieq Terhalang Tangan Kotor

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Senin, 02 Desember 2019 | 07:43 WIB
Ketua GNPF Ulama Sebut Kepulangan Habib Rizieq Terhalang Tangan Kotor
Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak berpidato di acara Reuni 212 di Monas, Senin (2/12/2019). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan pihaknya sudah berusaha mendatangkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab langsung ke Arab Saudi untuk acara Reuni 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Namun upaya mereka gagal karena menurut Yusuf Martak ada pihak-pihak yang menghalangi kepulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi.

"Saya menyampaikan salam rindu, cinta, sayang dari HRS pada yang hadir hari ini karena saya baru kembali kemarin siang. Dengan segala perjuangan kami mendatangkan Habib ke reuni ini tetapi ada tangan kotor, tangan jahat yang bermain di belakangnya," kata Yusuf Martak saat Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Dia kemudian menyebut pemilik kekuasaan saat ini (pemerintah Indonesia) akan menghadapi resikonya karena melakukan pencekalan terhadap Rizieq Shihab.

"Silakan yang punya kekuatan kekuasaan melanjutkan apa yang diinginkan, tapi insyaallah pertolongan Allah akan datang pada saatnya dan mereka akan merasakan bagian risikonya," ucap Yusuf.

Lebih lanjut dia berharap Pemerintah Arab Saudi bisa membantu kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia sebelum Reuni 212 tahun depan pada 2020.

"Dan insyaallah pemerintah Saudi Arabia sedang berusaha dan dibebaskan Habib Rizieq. Dan insyaallah pada kesempatan yang akan datang sebelum Reuni 2020 HRS sudah bisa berkumpul dengan kita," tutup Yusuf Martak.

Untuk diketahui, PA 212 memutihkan kawasan Monas, Jakarta Pusat menggelar reuni akbar pada 2 Desember 2019. Reuni akbar PA 212 itu diawali salat tahajud berjemaah, salat shubuh berjamaah, dan sambutan dari beberapa tokoh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sebanyak 9.023 personel tersebut akan diterjunkan di 7 titik sekitar Monas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Tiba di Monas, Massa Reuni 212: Kita Sambut Gubernur Indonesia

Anies Tiba di Monas, Massa Reuni 212: Kita Sambut Gubernur Indonesia

News | Senin, 02 Desember 2019 | 06:31 WIB

Puluhan Sukarelawan Turun Siapkan Makanan di Acara Reuni 212

Puluhan Sukarelawan Turun Siapkan Makanan di Acara Reuni 212

News | Senin, 02 Desember 2019 | 05:54 WIB

Reuni 212, Ratusan Anggota FPI Depok Bergerak ke Monas

Reuni 212, Ratusan Anggota FPI Depok Bergerak ke Monas

Jabar | Senin, 02 Desember 2019 | 04:53 WIB

Cerita Rosyid, Warga Banten yang Rela Datang Malam-malam Demi Reuni 212

Cerita Rosyid, Warga Banten yang Rela Datang Malam-malam Demi Reuni 212

News | Senin, 02 Desember 2019 | 04:44 WIB

Dipimpin Imam dari Palestina, Massa Reuni 212 Salat Tahajud di Monas

Dipimpin Imam dari Palestina, Massa Reuni 212 Salat Tahajud di Monas

News | Senin, 02 Desember 2019 | 04:28 WIB

Jelang Reuni 212, Pergerakan Massa Dari Stasiun di Depok Sepi

Jelang Reuni 212, Pergerakan Massa Dari Stasiun di Depok Sepi

News | Minggu, 01 Desember 2019 | 22:55 WIB

Terkini

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB