Dosen UIN: Guru Agama Islam Harus Paham Khilafah Tak Cocok di Indonesia

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Selasa, 10 Desember 2019 | 21:05 WIB
Dosen UIN: Guru Agama Islam Harus Paham Khilafah Tak Cocok di Indonesia
ILUSTRASI - Ideologi khilafah masuk dalam soal ujian Madrasah Aliyah Negeri Kediri Utara, Jatim. (istimewa).

Suara.com - Jejen Musfah, pengamat pendidikan Islam dari UIN Syarif Hidayatullah, menilai ada hal lain yang lebih penting dari sekadar memindahkan materi khilafah dan jihad dari mata pelajaran fikih ke sejarah dalam kurikulum pendidikan nasional.

Jejen mengatakan, hal yang juga penting untuk dilakukan Kementerian Agama RI yakni standarisasi dan pemahaman tenaga pelajar atau guru sejarah tersebut.

Menurutnya, perlu ada standarisasi bagi guru pendidikan agama Islam sehingga para pengajar memunyai pemahaman utuh tentang khilafah.

"Lebih penting lagi pemahaman guru sejarahnya, jangan mereka yang pro-khilafah atau negara Islam Indonesia," kata Jejen saat dihubungi Suara.com, Selasa (10/12/2019).

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah itu menilai, selain memindahkan materi khilafah dan jihad ke mata pelajaran sejarah, para guru juga penting memaknai materi yang diajarkan dalam konteks ke-Indonesiaan. 

"Yakni khilafah tidak cocok dengan Indonesia. Guru pendidikan agama Islam penting meyakini hal tersebut. Bukan malah menyuarakan pendirian negara Islam, termasuk memaknai jihad dengan perang fisik.”

Untuk diketahui, Kementerian Agama melakukan revisi materi ajaran khususnya soal khilafah dalam mata pelajaran agama Islam di madrasah. Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019.

Surat itu ditandatangani Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin telah menjelaskan pemindahan materi tentang khilafah dan jihad dari mata pelajaran fikih ke sejarah karena alasan kontekstual. Kamarudin mengatakan, kekinian khilafah tidak lagi cocok di Indonesia.

baca juga

Kamarudin juga memastikan materi tentang khilafah dan jihad tidak akan dihapus lantaran merupakan fakta dari sejarah peradaban Islam.

"Itu (materi khilafah dan jihad) tetap akan disampaikan. Tetapi akan diberikan perspektif yang lebih produktif dan lebih kontekstual. Nanti disampaikan bahwa khilafah itu tidak lagi cocok untuk Indonesia," kata Kamarudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Materi Khilafah Dipindah ke Pelajaran Sejarah, PBNU Beri Masukan

Materi Khilafah Dipindah ke Pelajaran Sejarah, PBNU Beri Masukan

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 15:18 WIB

Menag: Pemindahan Materi Khilafah Tak Berkaitan dengan Radikalisme

Menag: Pemindahan Materi Khilafah Tak Berkaitan dengan Radikalisme

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 12:01 WIB

Masukan Soal Khilafah di Pelajaran Fikih, Menag Fachrul: Level Tertentu Aja

Masukan Soal Khilafah di Pelajaran Fikih, Menag Fachrul: Level Tertentu Aja

News | Selasa, 10 Desember 2019 | 11:54 WIB

Khilafah di Pelajaran Sekolah Dipindah, Kemenag: Tidak Lagi Kontekstual

Khilafah di Pelajaran Sekolah Dipindah, Kemenag: Tidak Lagi Kontekstual

News | Senin, 09 Desember 2019 | 19:51 WIB

Materi Khilafah Dipindah dari Pelajaran Fikih ke Sejarah

Materi Khilafah Dipindah dari Pelajaran Fikih ke Sejarah

News | Senin, 09 Desember 2019 | 18:36 WIB

Kemenag Batasi Materi Khilafah untuk Madrasah Agar Tidak Menyimpang

Kemenag Batasi Materi Khilafah untuk Madrasah Agar Tidak Menyimpang

News | Senin, 09 Desember 2019 | 17:37 WIB

Viral! Ideologi Khilafah Masuk dalam Ujian Madrasah Aliyah di Jawa Timur

Viral! Ideologi Khilafah Masuk dalam Ujian Madrasah Aliyah di Jawa Timur

Jatim | Kamis, 05 Desember 2019 | 17:46 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×