Mensos Tekankan Keseriusan Pemerintah Membangun SDM Unggul

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 11 Desember 2019 | 17:02 WIB
Mensos Tekankan Keseriusan Pemerintah Membangun SDM Unggul
Menteri Sosial Juliari P. Batubara. (Dok : Kemensos).

Suara.com - Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyampaikan sambutan kunci pada forum Indonesia Economic Quaterly yang digelar Bank Dunia. Pada forum yang mengambil tema “Investing People” ini, Mensos memaparkan langkah pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. 

Menurut Mensos, pemerintah memberikan perhatian serius dalam pembangunan SDM sejalan dengan tekad Presiden Joko Widodo yang akan menargetkan pada satu abad Indonesia merdeka (tahun 2045), Indonesia akan keluar dari jebakan kelas menengah dan menjadi negara maju.

"SDM Indonesia yang unggul merupakan salah satu kunci dalam mendukung cita-cita Indonesia maju dengan pendapatan tinggi pada tahun 2045," kata Mensos saat menyampaikan pandangannya, di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Dalam paparannya, Mensos di antaranya menjelaskan, bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan tema utama dalam Rancangan Pembangunan Jangan Menengah (RPJM) 2020-2024. "Pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan keunggulan kompetitif SDM Indonesia," kata Mensos. 

Menurutnya, pemerintah Indonesia pimpinan Presiden Joko Widodo dalam periode kedua ini memiliki lima target kerja selama 2019-2024 yakni pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Untuk mewujudkan SDM unggul dan transformasi ekonomi, salah satu yang menjadi strategi pemerintah adalah dengan memperkuat sistem perlindung sosial dengan maksud untuk meningkatkan akses warga kepada layanan dasar sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan. 

"Pemerintah menyadari bahwa sistem perlindungan sosial yang baik akan berdampak positif pada aspek ekonomi, politik, sosial dan sekaligus juga mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan," kata Mensos.

Ini adalah visi Indonesia di masa mendatang. "Dimana Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Indonesia menjadi negara maju dan menjadi kekuatan ekonomi empat besar dunia pada 2045," kata Mensos. 

Dengan tujuan ini, kata Mensos, pemerintah Indonesia menjadikan perlindungan sosial sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas individu, meningkat kesejahteraan keluarga, dan memperkuat daya tahan masyarakat. 

baca juga

"PKH dirancang untuk meningkatkan akses keluarga miskin terhadap kebutuhan dasar, dalam hal ini pendidikan dan kesehatan, untuk mencegah kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi yang akan datang," katanya. 

Dengan alasan itulah pemerintah terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas penguatan PKH, dari sejumlah aspek. Dari aspek penerima bantuan, Kementerian Sosial terus meningkatkan jumlah target bantuan, yang kini telah dikembangkan menjadi 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir anggaran Kementerian Sosial untuk pos bantuan sosial terus meningkat. Anggaran bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial ( Kemensos) akan meningkat Rp4 triliun dari Rp54 triliun tahun 2019, menjadi Rp58 triliun pada 2020.

Mengutip survei MicroSave Consulting Indonesia, Mensos menyatakan bahwa bantuan sosial PKH dinilai positif oleh masyarakat. Survei menunjukkan, 93,2 persen KPM PKH puas terhadap program bansos.

Di samping penguatan program jaminan sosial, Kementerian Sosial juga terus memastikan bagaimana keberhasilan program ini. Menurut Mensos, keberhasilan penangan kemiskinan ditandai dengan makin kecilnya jumlah warga pra-sejahtera. Artinya, semakin banyak KPM yang graduasi.

“Dengan cara seperti ini, cita-cita di tahun 2045, pada usia satu abad Indonesia merdeka, Indonesia akan menjadi negara maju dengan pendapatan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan, Insya Allah bisa tercapai,” kata Mensos.

Hadir dalam forum ini Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Deputi Bantuan Sosial dan Pengurangan Kemiskinan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Tubagus A. Choesni. Hadir mendampingi Mensos, Dirjen Penangan Fakir Miskin Andi ZA Dulung, dan Kepala Biro Perencana Adhy Karyono.  (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos Apresiasi Dukungan Ombudsman terhadap Program Keluarga Harapan

Kemensos Apresiasi Dukungan Ombudsman terhadap Program Keluarga Harapan

News | Rabu, 11 Desember 2019 | 11:25 WIB

Rangkaian Peringatan HKSN 2019, Mensos Canangkan Bulan Donor Darah

Rangkaian Peringatan HKSN 2019, Mensos Canangkan Bulan Donor Darah

News | Minggu, 08 Desember 2019 | 05:53 WIB

Komisi VIII : Program Keluarga Harapan di Banten Bagus dan Berhasil

Komisi VIII : Program Keluarga Harapan di Banten Bagus dan Berhasil

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 16:02 WIB

Ingin Jadi Bangsa Pemenang, Mensos : Amalkan Pancasila

Ingin Jadi Bangsa Pemenang, Mensos : Amalkan Pancasila

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 16:59 WIB

Ini 5 Langkah Pemerintah untuk Penuhi Hak Dasar Penyandang Disabilitas

Ini 5 Langkah Pemerintah untuk Penuhi Hak Dasar Penyandang Disabilitas

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 07:14 WIB

Grace Batubara : Pendidikan Dini Hapus Diskriminasi pada Disabilitas

Grace Batubara : Pendidikan Dini Hapus Diskriminasi pada Disabilitas

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 08:46 WIB

Terkini

Jejak Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian ke Utara Anak Krakatau

Jejak Lima Jurnalis Belum Ditemukan, Kapal Perang TNI AL Perluas Pencarian ke Utara Anak Krakatau

Banten | Kamis, 10 September 2026 | 12:24 WIB

ESG Makin Kuat, DPLK BRI Raih Penghargaan Kehati ESG Award 2026

ESG Makin Kuat, DPLK BRI Raih Penghargaan Kehati ESG Award 2026

Bogor | Kamis, 10 September 2026 | 12:21 WIB

Eks Kepala BMKG Soroti Salah Kaprah Penanganan Karhutla, Singgung soal Birokrasi Berbelit

Eks Kepala BMKG Soroti Salah Kaprah Penanganan Karhutla, Singgung soal Birokrasi Berbelit

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:20 WIB

Data, Sains, dan Keselamatan: Seperti Apa Negara yang Siap?

Data, Sains, dan Keselamatan: Seperti Apa Negara yang Siap?

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 12:20 WIB

DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026 di Sektor Dana Pensiun

DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026 di Sektor Dana Pensiun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 12:17 WIB

Review Film Dignitate: Ketika Cinta Saja Tak Cukup untuk Menyembuhkan Luka

Review Film Dignitate: Ketika Cinta Saja Tak Cukup untuk Menyembuhkan Luka

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 12:15 WIB

7 Benda yang Sebaiknya Tidak Dibersihkan dengan Baking Soda agar Tetap Awet

7 Benda yang Sebaiknya Tidak Dibersihkan dengan Baking Soda agar Tetap Awet

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 12:13 WIB

ALVA Tembus 20.000 Unit, Pengguna Motor Listrik Naik Dua Kali Lipat

ALVA Tembus 20.000 Unit, Pengguna Motor Listrik Naik Dua Kali Lipat

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 12:12 WIB

Tak Hanya SAR, Warga Pesisir Carita Ikut Sisir Laut Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Tak Hanya SAR, Warga Pesisir Carita Ikut Sisir Laut Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Banten | Kamis, 10 September 2026 | 12:10 WIB

5 Rekomendasi Powder Foundation Terbaik untuk Kulit Berminyak, Matte dan Tahan Lama

5 Rekomendasi Powder Foundation Terbaik untuk Kulit Berminyak, Matte dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 12:10 WIB

×