Rocky Gerung: Posisi Dirut BUMN Sogokan untuk Eks Menteri

Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita
Rocky Gerung: Posisi Dirut BUMN Sogokan untuk Eks Menteri
Pimpinan 10 BUMN bertemu di Gedung Kementerian BUMN Jakarta pada Rabu (16/10/2019). [Suara.com/Achmad Fauzi]

"Itu artinya ada guilty feeling dari orang yang mengangkat dia itu," kata Rocky.

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara mengenai mantan menteri yang dicalonkan menjadi Direktur Utama salah satu perusahaan BUMN. Ia menilai, keputusan tersebut sebagai tanda balas jasa pemerintah kepada orang yang mendapat jabatan itu.

Penyataan tersebut secara gamblang oleh Rocky Gerung lewat tayangan Rocky Gerung: Siap Menjadi Menteri Pembubaran BUMN yang dibagikan kanal YouTube Rocky Gerung Official, Kamis (12/12/2019).

Setelah mengupas tentang jejak gelap BUMN, tanpa menyebut nama Rocky menyinggung soal mantan menteri yang santer bakal ditunjuk enjadi Dirut BUMN. Menurutnya, keputusan tersebut sebagai proyek balas budi.

"Itu artinya ada guilty feeling dari orang yang mengangkat dia itu," kata Rocky.

Ia menambahkan, "Kan bagaimana mungkin dia pernah di dalam status elite untuk mengatur kebijakan tiba-tiba mesti mengatur sesuatu yang teknis".

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI) itu bahkan menyebut, didapuknya mantan menteri menjadi petinggi perusahaan pelat merah adalah sebuah sogokan setelah tak masuk dalam jajaran kabinet Presiden Jokowi Jilid 2.

"Jadi menteri mengatur kebijakan, sekarang di masuk di dalam hal teknis. Mungkin itu sogokan baru, supaya si menteri nggak sakit hati karena dihilangkan di periode kedua," imbuhnya.

Rocky kemudian mempertanyakan alasan mantan menteri yang bersedia ditunjuk sebagai Dirut BUMN.

"Jadi saya baca itu, ya itu tidak bonafit lah seseorang. Apalagi kalau dia dipaksa atau dia tidak terima itu." ucapnya.

Ia menyoroti kemungkinan adanya faktor lain di balik kesanggupan orang yang bersangkutan, khususnya yang menyangkut kepentingan politik tertentu.

"Apa dia nggak punya uang? maka dia terima itu, atau demi negara? Bukan demi negara," kata Rocky. Karena kita tahu di belakang itu pasti ada tukar tambah demi politik. Entah itu rasa guilty feeling dari penguasa, atau sogokan baru jangan jadi oposisi setelah tak terpilih," pungkas Rocky.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS