Kemiskinan Desa 13%, Mensos : Presiden Ingin Desa Jadi Penggerak Ekonomi

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 13 Desember 2019 | 13:52 WIB
Kemiskinan Desa 13%, Mensos : Presiden Ingin Desa Jadi Penggerak Ekonomi
Mensos, Juliari Batubara. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos), Juliari P. Batubara menyatakan keprihatinanya terkait tingginya tingkat kemiskinan di pedesaan dibandingkan tingkat kemiskinan nasional. Melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), Mensos berharap, akses warga desa terhadap layanan dasar makin terbuka.

"Tingkat kemiskinan di desa masih sekitar 13 persen, bandingkan dengan kemiskinan tingkat nasional yang mencapai rata-rata 9,41 persen. Dengan berbagai program, pemerintah berkomitmen penuh agar desa semakin sejahtera. Bahkan, Presiden ingin desa jadi penggerak ekonomi," katanya, dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional II DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Mensos sekaligus melakukan pencanangan "Gerakan Satu Desa Satu Puskesos". Puskesos adalah layanan rujukan satu pintu (terintegrasi) di tingkat desa, yang merupakan 'miniatur' Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang berada di tingkat kabupaten/kota.

Melalui Puskesos, Kementerian Sosial sendiri terus mendorong Pemerintah Daerah hingga ke Pemerintah Desa untuk melakukan inovasi terkait pelayanan publik, termasuk dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

"Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial, tidak hanya harus tepat sasaran, cepat, responsif, namun juga sebaiknya terintegrasi," kata Juliari, di hadapan Papdesi.

Namun sejauh ini, anggaran Kemensos dalam membangun Puskesos sangat terbatas, sejalan dengan fokus program pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Saat ini, anggaran Kemensos baru cukup untuk pembangunan dua Puskesos untuk satu kabupaten/kota," kata Mensos.

Dengan keterbatasan anggaran Kemensos untuk pendirian Puskesos, maka akan diprioritaskan untuk desa dengan kategori desa maju mandiri lebih dulu.

Pada prinsipnya, Kemensos mempersilakan kabupaten/kota yang berminat mendirikan Puskesos untuk mengajukan surat melalui dinas sosial setempat.

baca juga

"Saya kira, nanti bisa dikoordinasikan dengan Papdesi," katanya. 

Namun demikian Mensos tetap berharap, Papdesi bisa meningkatkan kualitas tata kelola dana desa, seperti menyiapan data desa dan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (ABPDes). Mensos mempertanyakan data desa dan ABPDes kepada pengurus PAPDESI, namun tidak bisa dijawab memuaskan.

"Mulai hari ini, tolong APBDes-nya diselesaikan dan lakukan pendataan anggota Papdesi," kata Mensos.

Data desa, kata Mensos, sangat penting. Dengan data yang lengkap, pemerintah tahu jumlah desa. Selain itu juga bisa mengklasifiksikan desa, apakah masuk desa mandiri, desa maju, tertinggal, atau sangat tertinggal. 

Data juga penting untuk memetakan potensi desa. Misalnya di desa tertentu, merupakan basis pengerajin tangan, maka produk yang dihasilkan apa saja, dan sebagainya.

"Bila data bisa dilaporkan dengan baik, maka jenis intervensi program yang tepat bisa ditentukan," kata Mensos.

Selain bertemu dengan pengurus Papdesi, Mensos juga minjau kesiapan e-Warong di Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur. Mensos dan rombongan juga menghadiri Peningkatan Kapasitas Pendamping Bantuan Sosial Pangan Kota Surabaya.

Hadir mendampingi Mensos antara lain, Dirjen Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin, Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung, Staf Ahli Menteri Bidang Dinamika Sosial, Asep Sasa Purnama, sejumlah pejabat Eselon II, pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kemensos. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Minta Riset terkait Program Pemberdayaan Sosial Diperkuat

Mensos Minta Riset terkait Program Pemberdayaan Sosial Diperkuat

News | Kamis, 12 Desember 2019 | 11:16 WIB

Mensos Tekankan Keseriusan Pemerintah Membangun SDM Unggul

Mensos Tekankan Keseriusan Pemerintah Membangun SDM Unggul

News | Rabu, 11 Desember 2019 | 17:02 WIB

Kemensos Apresiasi Dukungan Ombudsman terhadap Program Keluarga Harapan

Kemensos Apresiasi Dukungan Ombudsman terhadap Program Keluarga Harapan

News | Rabu, 11 Desember 2019 | 11:25 WIB

Rangkaian Peringatan HKSN 2019, Mensos Canangkan Bulan Donor Darah

Rangkaian Peringatan HKSN 2019, Mensos Canangkan Bulan Donor Darah

News | Minggu, 08 Desember 2019 | 05:53 WIB

Komisi VIII : Program Keluarga Harapan di Banten Bagus dan Berhasil

Komisi VIII : Program Keluarga Harapan di Banten Bagus dan Berhasil

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 16:02 WIB

Ingin Jadi Bangsa Pemenang, Mensos : Amalkan Pancasila

Ingin Jadi Bangsa Pemenang, Mensos : Amalkan Pancasila

News | Rabu, 04 Desember 2019 | 16:59 WIB

Terkini

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:51 WIB

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:50 WIB

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB

×