Susi Minta Maaf soal Penyelundupan Lobster: Ada Backing Besar

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Kamis, 26 Desember 2019 | 19:54 WIB
Susi Minta Maaf soal Penyelundupan Lobster: Ada Backing Besar
Susi Pudjiastuti. (Suara.com/Stephanus)

Suara.com - Kisruh soal wacana ekspor benih lobster (benur), membuat eks Menteri Kelautan dan Perikanan menyampaikan permohonan maaf. Susi mengaku tidak bisa bekerja secara maksimal di akhir jabatannya sebagai Menteri KKP.

Pernyataan tersebut disampaikan Susi melalui cuitan yang dibagikan di jejaring Twitter pribadinya, @susipudjiastuti.

Susi merasa gagal, karena di dua tahuan akhir masa jabatannya, ia tidak bisa menghentikan tindak kejahatan penyelundupan benur yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Ia pun mengaku telah mengupayakan segala cara, namun kebijakannya tak sepenuhnya terlaksana.

"Mohon maaf dalam 2 tahun terakhir saya gagal untuk menutup total penyelundupan bibit-bibit lobster kita. Perintah saya tidak seratus % terlaksana," cuit Susi seperti dikutip Suara.com, Kamis (26/12/2019).

Dalam cuitan sebelumnya, Susi menyebut budidaya lobster Vietnam berpotensi hancur jika tidak mendapat kan ekspor lobster dari Indonesia.

"Tanpa bibit lobster dari kita Vietnam punya ekspor lobster & Industri pembesaran lobsternya akan hancur & rontok," tulis Susi.

Ia juga membeberkan alasan dirinya gagal menghentikan penyelundupan lobster. Menurut Susi, kegagalannya tersebut dikarenakan minimnya dana dan adanya pihak-pihak yang memang sengaja melindungi penyelundupan benur tersebut.

"Namun 2 tahun terakhir terutama 1 tahun terakhir, saya tidak mampu menggagalkan penyelundupannya dengan significant. Terlalu besar uangnya hingga backing oknum-oknum besar & kuat ikut," imbuhnya.

baca juga
Susi merasa gagal tak biasa atasi penyelundupan lobster. (Twitter/@susipudjiastuti)
Susi merasa gagal tak biasa atasi penyelundupan lobster. (Twitter/@susipudjiastuti)

Untuk diketahui, Susi juga sempat mengungkap ongkos yang diterima para penyelundup benur. Susi menyebutkan para pelaku mendapat ongkos hingga puluhan juta untuk setiap koper.

"WA masuk: Selamat malamBu, semoga sehat sukses selalu. Update ongkos pemilik bagasi atau koperman penyelundupan Baby Lobster . Rate: Jambi @ 85 juta rupiah per koper, Jakarta @ 115 juta rupiah per koper, Surabaya @ 100 juta rupiah per koper. Per koper / 30 ribu ekor baby lobster," cuit Susi Pudjiastuti. Minggu (15/12/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamat Bu Susi! Akhirnya Edhy Prabowo Batalkan Wacana Ekspor Benih Lobster

Selamat Bu Susi! Akhirnya Edhy Prabowo Batalkan Wacana Ekspor Benih Lobster

Bisnis | Kamis, 26 Desember 2019 | 16:19 WIB

Jadi Korban Fitnah Gara-gara Benih Lobster, Susi Bongkar Identitas Pembully

Jadi Korban Fitnah Gara-gara Benih Lobster, Susi Bongkar Identitas Pembully

News | Kamis, 26 Desember 2019 | 16:10 WIB

Istimewa, Begini Gaya Susi Pudjiastuti Beri Ucapan Natal dan Tahun Baru

Istimewa, Begini Gaya Susi Pudjiastuti Beri Ucapan Natal dan Tahun Baru

Lifestyle | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:06 WIB

Kata Menko Airlangga soal Kasus Ekspor Lobster

Kata Menko Airlangga soal Kasus Ekspor Lobster

Video | Rabu, 25 Desember 2019 | 15:56 WIB

Terkini

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:22 WIB

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×