Jadi Korban Fitnah Gara-gara Benih Lobster, Susi Bongkar Identitas Pembully

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Kamis, 26 Desember 2019 | 16:10 WIB
Jadi Korban Fitnah Gara-gara Benih Lobster, Susi Bongkar Identitas Pembully
Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (YouTube/Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi bulan-bulanan netizen setelah lantang menyuarakan penolakannya terkait wacana ekspor benih lobster yang santer akan dibuka oleh Edhy Prabowo.

Oleh sejumlah warganet, Susi diminta untuk tidak berkomentar tentang ekpor benih lobster karena sudah tidak menjabat sebagai Menteri KKP. Terlebih, saat Susi menjabat dinilai banyak terjadi permasalahan di KKP.

Melalui jejaring Twitter pribadinya @susipudjiastuti, Susi lantas membagikan sejumlah bidikan layar komentar frontal seorang netizen yang menyudutkannya.

Bukannya geram, ia justru menanggapinya dengan santai. Bahkan Susi rela membalas sindiran pedas yang dilontarkan pemilik akun @TanYo***.

"Ga usah jadi pahlawan kesiangan. Ketika lu menjabat aja RI memang sudah keok," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Kamis (26/12).

Oleh Susi, cuitan tersebut kemudian balas, "Betapa hebatnya kamu-kamu di dunia maya mencaci hanya atas perintah kebencian semata!"

Setelah itu, Susi juga membagikan bukti lain yang mendukung cuitan @TanYo***, dengan menuduh Susi diam-diam mengekspor lobster ke Vietnam.

"Benih dilarang...Lobster dewasa dipersulit masalah pengirimannya...ujungnya perusahaan dia juga yang untung," cuit @And***.

Susi bongkar identitas pembully. (Twitter/@susipudjiastuti)
Susi bongkar identitas pembully. (Twitter/@susipudjiastuti)

Serupa dengan reaksi sebelumnya, Susi pun kembali memberikan tanggapan lunak atas cuitan tersebut.

"Fitnahpun disebar atas perintah kebencian pula. Isinya tidak perlu masuk akal," balasnya.

Puncaknya, Susi memilih untuk membongkar identitas orang yang merisaknya dengan membagikan profil warganet tersebut.
Ia lalu menuliskan simbol silang dan WC empat kali.

Susi bongkar identitas pembully. (Twitter/@susipudjiastuti)
Susi bongkar identitas pembully. (Twitter/@susipudjiastuti)

Untuk diketahui, ketika Susi menjabat sebagai Menteri KKP, ia menerbitkan kebijakan larangan ekspor benih lobster melalui Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 1/2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

Namun, setelah tampuk kepemimpinan beralih ke Edhy, dia mewacanakan menghapus larangan tersebut.

Susi kemudian membuat protes melalui akun media sosial pribadinya. Mulai dari mengunggah ulang komentar warganet yang sependapat dengannya, hingga menjelaskan jumlah kerugian negara akibat kebijakan ekspor benih lobster.

Ia juga pernah menegur warganet yang menyebut ekspor lobster bakal menguntungkan nelayan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istimewa, Begini Gaya Susi Pudjiastuti Beri Ucapan Natal dan Tahun Baru

Istimewa, Begini Gaya Susi Pudjiastuti Beri Ucapan Natal dan Tahun Baru

Lifestyle | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:06 WIB

Kata Menko Airlangga soal Kasus Ekspor Lobster

Kata Menko Airlangga soal Kasus Ekspor Lobster

Video | Rabu, 25 Desember 2019 | 15:56 WIB

Susi Pudjiastuti Ucapkan Selamat Natal dari Atas Kano Berlatar Sunset

Susi Pudjiastuti Ucapkan Selamat Natal dari Atas Kano Berlatar Sunset

Bisnis | Rabu, 25 Desember 2019 | 10:25 WIB

Susi Minta Ridwan Kamil Belajar Sebelum Bicara soal Lobster

Susi Minta Ridwan Kamil Belajar Sebelum Bicara soal Lobster

Bisnis | Selasa, 24 Desember 2019 | 10:00 WIB

Terkini

Status Tersangka  Rismon di Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Resmi Dicabut!

Status Tersangka Rismon di Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Resmi Dicabut!

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:41 WIB

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

Megawati Terima Dubes Jerman, Bahas Geopolitik hingga Warisan Konferensi Asia Afrika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:35 WIB

Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo

Kasus Andrie Yunus Dinilai Bergantung pada Political Will Prabowo

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB

4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia

4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:24 WIB

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:07 WIB

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:55 WIB

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:54 WIB

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB