Suara.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto punya cara yang unik untuk memberikan ucapan selamat tahun baru 2020. Ia mengunggah gambar dirinya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke media sosial.
Sementara itu, keputusan anak dan menantu Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution untuk maju dalam pilkada kembali dipersoalkan.
Berikut 5 berita populer yang dihimpun Suara.com pada Selasa (31/12/2019).
- Ucapan Selamat Tahun Baru 2020 dari Prabowo Subianto

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menarik perhatian pengguna media sosial Instagram. Pasalnya, menjelang malam pergantian tahun 2019 – 2020, Prabowo mengunggah momen dirinya dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kala bertemu di mass rapid transit (MRT) dalam bentuk sketsa.
Dalam akun resminya @prabowo, sketsa hitam putih itu menggambarkan dirinya tengah melirik Jokowi di gerbong MRT.
- Majunya Gibran dan Bobby Dicap Politik Dinasti, Ini Kata Gerindra

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra Kamarussamad merespons soal langkah Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution yang maju dalam Pilkada 2020.
Terkait hal itu, Kamarusamad menilai anggapan soal politik dinasti menyusul majunya anak dan menantu Presiden Joko Widodo sudah tak lagi relevan. Sebab, menurutnya, hal tersebut merupakan kesempatan setiap warga negara untuk mengabdi kepada negaranya.
- 8 Kejadian Viral di Tahun 2019
Baca Juga
- Polisi Periksa Ponsel Anggota Brimob Penyiram Novel Baswedan
![Salah satu pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. [Suara.com/Novian Ardiansyah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/12/28/46179-pelaku-penyiram-air-keras-novel-baswedan-2.jpg)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa penyidik memeriksa ponsel milik kedua tersangka kasus penyiraman air keras. Keduanya adalah anggota Brimob penyiram Novel Baswedan.
Ponsel keduanya dikirim ke Laboratorim Forensik Mabes Polri.
- Taufiqurrahman Ajak Nasabah Korban Jiwasraya Demo

Politikus Partai Demokrat Taufiqurrahman mengajak nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang menjadi korban kasus gagal bayar polis untuk turun ke jalan.
Ia bahkan bersedia memberikan sumbangan untuk demonstrasi terhadap kasus yang merugikan nasabah hingga Rp 12,4 triliun.