Ribut Soal Perairan Natuna, Pemerintah Indonesia Nyatakan China Langgar ZEE

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 03 Januari 2020 | 16:14 WIB
Ribut Soal Perairan Natuna, Pemerintah Indonesia Nyatakan China Langgar ZEE
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Sejumlah kementerian melakukan rapat koordinasi untuk membahas soal Perairan Natuna yang baru-baru ini dimasuki oleh kapal asing berbendera China dan juga membahas klaim Pemerintah China atas wilayah Laut Natuna. Hasilnya, Pemerintah Indonesia menetapkan empat sikap untuk pemerintah China.

Dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian bersama unsur TNI, Polri serta Badan Keamanan Laut (Bakamla). Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan sikap pertama yang diambil oleh Indonesia ialah kapal-kapal asing asal China ditetapkan telah melanggar peraturan. Lantaran, kapal-kapal China tersebut sudah masuk ke wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

"Kita menekankan kembali, pertama telah terjadi pelanggaran oleh kapal-kapal Tiongkok di wilayah ZEE Indonesia," kata Retno dalam konferensi persnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Jumat (3/1/2020).

Kemudian sikap yang kedua ialah Pemerintah Indonesia mengingatkan China bahwa wilayah ZEE Indonesia tersebut sudah ditetapkan oleh hukum internasional melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Hukum Laut III atau Unclos III.

Retno mengungkapkan bahwa China termasuk atau berpartisipasi di dalam Unclos 1982 tersebut.

"Oleh karena itu merupakan kewajiban bagi Tiongkok untuk menghormati implementasi dari UNCLOS 1982," ujarnya.

Kemudian pemerintah Indonesia juga tidak pernah akan mengakui Nine Dash Line atau sembilan garis putus-putus yang diklaim sepihak oleh China.

Nine Dash Line sendiri merupakan ialah wilayah historis Laut China Selatan seluas 2 juta kilometer persegi yang 90 persen di antaranya diklaim sebagai hak milik China.

"Indonesia tidak pernah akan mengakui nine dash line, klaim sepihak yang dilakukan oleh Tiongkok yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum internasional, terutama UNCLOS 1982," ujarnya.

baca juga

Lebih lanjut, Retno juga menegaskan adanya beberapa intensifikasi patroli di wilayah tersebut dan juga kegiatan-kegiatan perikanan yang merupakan hak bagi Indonesia untuk mengembangkannya di Perairan Natuna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Nelayan Diganggu China di Laut Natuna, Sejumlah Menteri Rapat

Kapal Nelayan Diganggu China di Laut Natuna, Sejumlah Menteri Rapat

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 15:24 WIB

China Langgar Kedaulatan RI di Perairan Natuna, Indonesia Layangkan Protes

China Langgar Kedaulatan RI di Perairan Natuna, Indonesia Layangkan Protes

News | Selasa, 31 Desember 2019 | 08:36 WIB

Nelayan Natuna Diusir Kapal Asing, Ferdinand: Pak Prabowo Dimana Sekarang?

Nelayan Natuna Diusir Kapal Asing, Ferdinand: Pak Prabowo Dimana Sekarang?

Bisnis | Senin, 30 Desember 2019 | 09:45 WIB

Menlu Retno: Tidak Benar Indonesia Tak Bersuara soal Nasib Muslim Uighur

Menlu Retno: Tidak Benar Indonesia Tak Bersuara soal Nasib Muslim Uighur

News | Jum'at, 27 Desember 2019 | 19:47 WIB

Aksi di Kedubes China, Massa Bela Uighur Salat Ashar Sambil Hujan-hujanan

Aksi di Kedubes China, Massa Bela Uighur Salat Ashar Sambil Hujan-hujanan

News | Jum'at, 27 Desember 2019 | 16:43 WIB

Terkini

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

×