Prabowo Tak Tegas Soal Laut Natuna, Jansen PD Beri Sindiran Menohok

Chyntia Sami Bhayangkara | Husna Rahmayunita | Suara.com

Sabtu, 04 Januari 2020 | 16:28 WIB
Prabowo Tak Tegas Soal Laut Natuna, Jansen PD Beri Sindiran Menohok
Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat (3/1/2020). [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengkritisi pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengenai pengusiran nelayan Indonesia oleh Cost Guard China sekaligus klaim negara tersebut atas Laut Natuna.

Menurut Jansen, mestinya Prabowo mestinya lebih tegas menanggapi kasus yang memicu ketegangan diplomatik antara Indonesia China, bukannya memilih jalur diplomasi.

Hal itu disampaikan Jansen melalui cuitan yang dibagikan di jejaring Twitter pribadinya @jansen_jsp.

Jansen menuliskan analogi tentang pencuri yang beraksi di Hambalang dan mengaitannya dengan pernyataan Prabowo.

"Kalau besok ada 50 orang nyolong di Hambalang apa akan bapak bilang sahabat juga? Kalu iya, banyak yang mau nyoba nih Pak," tulis Jansen, seperti dikutip Suara.com, Sabtu (4/1/2020).

Jansen menambahkan, kalaupun Prabowo enggan bersikap tegas, mestinya menggunakan narasi lain dengan tidak menyebut China sebagai sahabat RI.

Sikap tersebut justru dinilai Jansen merugikan Prabowo. Sebab menunjukkan hal bertolak belakang dari sosok Prabowo yang garang saat Pilpres 2019, kini justru melunak.

"Walau tidak mau keras, harusnya bapak cari narasi lain sebenarnya. Kalau ginikan kasihan, jadi terlihat "meong". Padahal di Pilpres kemarin garang bak macan," imbuh Jansen.

Jansen tanggapi pernyataan Prabowo soal klaim China atas Laut Natuna. (Twitter/@jansensitindaon)
Jansen tanggapi pernyataan Prabowo soal klaim China atas Laut Natuna. (Twitter/@jansensitindaon)

Untuk diketahui terkait pelanggaran yang dilakukan China, Prabowo telah melakukan koordinasi dengan menteri-menteri koordinator. Prabowo mengklaim persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik.

"Saya berkoordinasi dengan menteri-menteri koordinator. Kerja sama harus baik. (Soal Natuna) di antara persoalan yang banyak kami bahas," kata Prabowo, Jumat (3/1).

Menurut Prabowo, pemerintah tak perlu memakai kekerasan menghadapi persoalan klaim China atas Natuna. Prabowo justru mengedepankan perundingan yang baik agar tak memecah persahabatan kedua negara.

"Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimanapun China negara sahabat," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat HI Sayangkan Pernyataan Prabowo yang Tak Sejalan Dengan Menlu

Pengamat HI Sayangkan Pernyataan Prabowo yang Tak Sejalan Dengan Menlu

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 22:38 WIB

China Klaim Natuna, Prabowo: Ada atau Tidak Ancaman, Pertahanan Harus Kuat

China Klaim Natuna, Prabowo: Ada atau Tidak Ancaman, Pertahanan Harus Kuat

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 20:44 WIB

Bakamla Sebut Pengamanan Perairan Natuna akan Ditambah

Bakamla Sebut Pengamanan Perairan Natuna akan Ditambah

News | Jum'at, 03 Januari 2020 | 20:24 WIB

China Klaim Laut Natuna Tuai Protes dan 4 Berita Heboh Lainnya

China Klaim Laut Natuna Tuai Protes dan 4 Berita Heboh Lainnya

News | Sabtu, 04 Januari 2020 | 09:52 WIB

Terkini

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:11 WIB

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:06 WIB

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB