Iran Kibarkan Bendera Merah Usai Jenderalnya Dibunuh AS, Apa Artinya?

Chyntia Sami Bhayangkara | Husna Rahmayunita | Suara.com

Senin, 06 Januari 2020 | 16:51 WIB
Iran Kibarkan Bendera Merah Usai Jenderalnya Dibunuh AS, Apa Artinya?
Iran kibarkan bendera merah. (Twitter/@Siffatzahra)

Suara.com - Jenderal perang Iran Qassem Soleimani tewas akibat serangan roket Amerika Serikat di Bandara International Baghdad, Irak pada Jumat (3/1/2020) pagi waktu setempat. Kematian Soleimani meninggalkan duka yang mendalam bagi warga Iran.

Bendera merah dikibarkan di tanah Iran pascatewasnya Soleimani. Pengibaran bendera tersebut dilakukan di Masjid Jamkaran, sebuah situs ziarah Syiah yang berada di Kota Qom, Sabtu (4/1/2020), sekaligus disiarkan secara langsung di seluruh stasiun televisi setempat.

Momen ini menjadi sorotan dunia lantaran menjadi yang pertama kalinya sepanjang sejarah di Masjid Jamkaran.

Lantas, apa makna dari pengibaran bendera tersebut?

Dialihbahasakan dari CNN International, Senin (6/1/2020), pengibaran bendera merah dianggap sebagai seruan untuk menuntut kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad yang tewas terbunuh dalam pertempuran berdarah di Karbala. Hussein dikenal sebagai tokoh sentral Syiah.

Senada dengan hal itu, pengibaran bendera merah di Masjid Jamkaran, Iran merupakan bentuk perlawanan dari warga Iran terhadap Amerika Serikat. Mereka melawan ketidakadilan yang dilakukan AS atas kematian Qassem Soleimani.

Sementara itu, disadur dari Indian Times, bendera merah dalam tradisi Syiah dilambangkan sebagai pertumpahan darah yang dilakukan secara tidak adil.

Bendera tersebut berfungsi sebagai panggilan untuk membalas orang yang telah melakukan pembunuhan. Dalam hal ini, Iran menyerukan aksi balas dendam kepada AS atas kematian Soleimani.

Iran kibarkan bendera merah. (Twitter/@Siffatzahra)
Iran kibarkan bendera merah. (Twitter/@Siffatzahra)

Untuk diketahui, tewasnya Soleimani dalam serangan udara militer AS, dikonfirmasi Pentagon sebagai langkah yang dilakukan atas arahan Presiden AS Donald Trump. Selain Soleimani, komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis juga terbunuh dalam serangan itu.

"AS dan Israel adalah musuh yang bertanggung jawab atas pembunuhan mujahidin Abu Mahdi al Muhandis dan Qassem Soleimani," kata juru bicara kelompok payung Pasukan Mobilisasi Populer, Ahmed al Assadi seperti dikutip dari Reuters.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Tawarkan Rp 1,1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

Iran Tawarkan Rp 1,1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

News | Senin, 06 Januari 2020 | 14:41 WIB

Diserang Kelompok Militan, 3 Tentara AS Tewas di Kenya

Diserang Kelompok Militan, 3 Tentara AS Tewas di Kenya

News | Senin, 06 Januari 2020 | 14:04 WIB

Iran Sebut Presiden Trump Sebagai Teroris Berdasi

Iran Sebut Presiden Trump Sebagai Teroris Berdasi

News | Senin, 06 Januari 2020 | 07:06 WIB

Irak Tetapkan Hari Berkabung Nasional Bagi Qassem Soleimani

Irak Tetapkan Hari Berkabung Nasional Bagi Qassem Soleimani

News | Minggu, 05 Januari 2020 | 09:49 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB