PDIP Jakarta Dukung Pejabat DKI Dipanggil Polisi Terkait Banjir

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir | Suara.com

Selasa, 07 Januari 2020 | 16:52 WIB
PDIP Jakarta Dukung Pejabat DKI Dipanggil Polisi Terkait Banjir
Warga beraktivitas di rumahnya yang terendam banjir di kawasan Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (4/1). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ketua Komisi D DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Ida Mahmudah mendukung aparat kepolisian memanggil dan meminta keterangan pejabat Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) terkait banjir Jakarta. Pemanggilan itu harus segera dilakukan setelah banjir surut.

Ida mengaku khawatir jika Sudin SDA dipanggil polisi di saat banjir masih terjadi di beberapa wilayah Jakarta, justru akan menggangu proses penanganan para korban banjir.

"Karena kan kalau mereka dipanggil polisi itu otomatis butuh waktu. Maksud saya kalau bisa tunggu banjir aga reda. Karena mereka butuh konsentrasi mengurusin banjir. Mereka lagi membantu masyarakat yang kebanjiran," kata Ida kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

Meski demikian, Ida menyadari pihaknya tidak bisa mengintervensi terkait langkah polisi tersebut. Perempuan berkerudung itu hanya menekankan kepada para Sudin SDA untuk senantiasa mengecek pompa-pompa air guna mengantisipasi banjir.

"Semua dinas dan Sudin untuk melihat pompa airnya aktif atau tidak, itu kami tekankan. Agar tidak ada pompa yang mati. Misalnya ada pompa atau akinya mati, segera mereka ganti," ujarnya.

Sebelumnya, Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari dipanggil Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (6/1) kemarin. Pemanggilan tersebut dilakukan guna mengklarifikasi soal malfungsi tata kelola air.

"Yang bersangkutan dipanggil untuk di klarifikasi terkait dengan fungsionalisasi dan atau malfungsi pompa air yang kesemuanya terkait dengan tata kelola air," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Selasa (7/1/2020).

Sementara itu, Kasudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari membenarkan dirinya dipanggil Polda Metro Jaya terkait banjir 1 Januari 2020. Purwanti menduga pemanggilan dirinya itu berkaitan dengan adanya aduan dari pihak pelapor yang menganggap pompa air di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat tidak berfungsi saat banjir.

Purwanti lantas mengkalim bahwa sebelum banjir pompa-pompa air di Daan Mogot masih berfungsi normal. Adapun, jika ada pompa yang rusak telah disediakan pompa mobile untuk mem-backup.

"Sebelum banjir datang pompa kita sih operasi, maksudnya nggak rusak. Kalaupun ada yang rusak, kita backup sama pompa mobile gitu kan, ada satu titik tuh. Tapi selebihnya sih baik-baik aja. Maksudnya, operasi seperti biasa," kata Purwanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya soal Gugatan Korban Banjir ke Anies, Jokowi Cuma Senyum ke Jurnalis

Ditanya soal Gugatan Korban Banjir ke Anies, Jokowi Cuma Senyum ke Jurnalis

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 16:23 WIB

Diperiksa Polisi soal Banjir, Kasudin SDA Jakbar: Bukan Jakarta Doang kan?

Diperiksa Polisi soal Banjir, Kasudin SDA Jakbar: Bukan Jakarta Doang kan?

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 16:05 WIB

Trek Rusak Akibat Banjir Jakarta, Timnas Pindah Lokasi Latihan

Trek Rusak Akibat Banjir Jakarta, Timnas Pindah Lokasi Latihan

Sport | Selasa, 07 Januari 2020 | 15:50 WIB

Anies Temui Korban Banjir Jakarta, Gerindra: Kalau Enggak Gitu Dibully Lagi

Anies Temui Korban Banjir Jakarta, Gerindra: Kalau Enggak Gitu Dibully Lagi

News | Selasa, 07 Januari 2020 | 15:21 WIB

Terkini

Maling Motor Bersenjata Api Tembaki Pemilik CRF di Kebon Jeruk, Korban Terluka

Maling Motor Bersenjata Api Tembaki Pemilik CRF di Kebon Jeruk, Korban Terluka

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:41 WIB

Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow

Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:31 WIB

Kemendagri Klarifikasi Informasi Penggunaan KTP-el dan Fotokopi Identitas

Kemendagri Klarifikasi Informasi Penggunaan KTP-el dan Fotokopi Identitas

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:28 WIB

DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas

DPR Kritik SE Mendikdasmen: Hanya Solusi Jangka Pendek, Tapi Status Guru Honorer Masih Tak Jelas

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:27 WIB

Pemodal Masih Diburu! Bareskrim Pastikan 275 WNA Kasus Judol Hayam Wuruk Disidang di Indonesia

Pemodal Masih Diburu! Bareskrim Pastikan 275 WNA Kasus Judol Hayam Wuruk Disidang di Indonesia

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:27 WIB

Penampakan Gudang PT Indobike Isi Ribuan Motor Honda-Yamaha Hasil Kejahatan Fidusia di Jaksel

Penampakan Gudang PT Indobike Isi Ribuan Motor Honda-Yamaha Hasil Kejahatan Fidusia di Jaksel

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:16 WIB

Pemerintah Dorong Kampus Kelola MBG, DPR: Jangan Sampai Ganggu Fokus Pendidikan

Pemerintah Dorong Kampus Kelola MBG, DPR: Jangan Sampai Ganggu Fokus Pendidikan

News | Senin, 11 Mei 2026 | 16:05 WIB

Terbongkar! Skandal PT Indobike, Raup Rp26 M dari Ekspor Ribuan Motor Hasil Kejahatan Fidusia

Terbongkar! Skandal PT Indobike, Raup Rp26 M dari Ekspor Ribuan Motor Hasil Kejahatan Fidusia

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:52 WIB

Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Sidang Militer, KontraS: Kasus Air Keras Itu Pidana Umum!

Andrie Yunus Tolak Bersaksi di Sidang Militer, KontraS: Kasus Air Keras Itu Pidana Umum!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:52 WIB

KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus

KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus

News | Senin, 11 Mei 2026 | 15:47 WIB