Prabowo Tak Tegas Soal Natuna, Fadli: Kalau Konfrontasi China Pasti Kalah

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 09 Januari 2020 | 16:40 WIB
Prabowo Tak Tegas Soal Natuna, Fadli: Kalau Konfrontasi China Pasti Kalah
Prabowo Subianto ulang tahun ke-68. (Foto: Instagram)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partrai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan alasan di balik sikap tak tegas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam kasus klaim China atas Laut Natuna. Menurutnya, bila Prabowo keras maka dipastikan Indonesia akan kalah berperang dengan China.

Hal ini diungkapkan oleh Fadli Zon saat menjadi pembicara dalam Talkshow Mata Najwa bertajuk Ada China di Natuna di TransTV pada Rabu (8/1/2020).

Awalnya pembawa acara Najwa Shihab membandingkan pernyataan Prabowo saat debat capres dengan pernyataan setelah menjadi Menteri Pertahanan terkait pertahanan negara.

Dalam debat capres, Prabowo tampak berapi-api saat membahas mengenai pertahanan negara. Bahkan ia menegaskan bahwa ia lebih TNI dari banyak TNI.

"Pak, diplomasi kalau hanya senyum-senyum menjadi nice guy ya begitu-begitu saja pak. Kalau ada armada asing masuk ke laut kita apa yang bisa kita buat? Jadi bukan saya tidak percaya, saya ini TNI pak. Saya pertaruhkan nyawa di TNI. Saya lebih TNI dari banyak TNI," kata Prabowo dalam cuplikan video seperti dikutip Suara.com, Kamis (9/1/2020).

Sementara, setelah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan dihadapkan dengan persoalan klaim China, sikap Prabowo berubah melunak.

"Ya, saya kira bisa diselesaikan dengan baik, bagaimanapun China negara sahabat. Kita cool saja, kita santai," ucap Prabowo.

Menanggapi pernyataan berapi-api Prabowo yang berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, Fadli menilai Prabowo merupakan orang yang realistis. Bila Prabowo bersikap keras maka bukan tidak mungkin akan timbul peperangan yang sudah pasti akan dimenangkan oleh China.

"Pak Prabowo itu being realistic. Sekarang pertanyaannya, kalau kita konfrontasi dengan China secara fisik sudah pasti kita kalah," kata Fadli.

Menurut Fadli, selama ini kekuatan pertahanan Indonesia sangat lemah. Bahkan, Indonesia dinilai telah membuang banyak waktu lantaran tidak fokus membangun pertahanan di Natuna.

"Jawaban saya gampang sekali, jadi selama ini ke mana saja. Setelah Pak Prabowo lihat kenyataannya memang kekuatan kita sangat lemah sekali di sana," ungkap Fadli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Besar UI Ungkap China Sebenarnya Masih Bercokol di Laut Natuna

Guru Besar UI Ungkap China Sebenarnya Masih Bercokol di Laut Natuna

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 16:30 WIB

Jadi Tangan Kanannya, Prabowo Kenang Dokter Boyke: Kami Kehilangan

Jadi Tangan Kanannya, Prabowo Kenang Dokter Boyke: Kami Kehilangan

Jabar | Kamis, 09 Januari 2020 | 16:01 WIB

Dokter Boyke Meninggal Dunia, Prabowo Bersedih: Dia Patriotik

Dokter Boyke Meninggal Dunia, Prabowo Bersedih: Dia Patriotik

Jabar | Kamis, 09 Januari 2020 | 13:35 WIB

PA 212 Minta Jokowi Pecat Prabowo  4 Berita Heboh Lainnya

PA 212 Minta Jokowi Pecat Prabowo 4 Berita Heboh Lainnya

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 06:30 WIB

Panas soal Natuna, China: RI Bakal Mengingat Stabilitas Kawasan

Panas soal Natuna, China: RI Bakal Mengingat Stabilitas Kawasan

News | Kamis, 09 Januari 2020 | 07:30 WIB

Dubes China: Kami dan Indonesia Tetap Sahabat, Natuna Bisa Selesai

Dubes China: Kami dan Indonesia Tetap Sahabat, Natuna Bisa Selesai

News | Rabu, 08 Januari 2020 | 19:36 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB