Ada Larangan Beli Dagangan Anak Jokowi di Grup Alumni 212, Kaesang Santai

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:59 WIB
Ada Larangan Beli Dagangan Anak Jokowi di Grup Alumni 212, Kaesang Santai
Jokowi mengomentari gaya rambut Kaesang Pangarep. (Instagram/@kaesanggg)

Suara.com - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal larangan beli dagangan putra Jokowi yang beredar di grup WhatsApp bernama Persaudaraan Alumni 212. Larangan tersebut kini viral di media sosial.

Mulanya pemilik akun @digeeembok membagikan bidikan layar percakapan di grup WA Persaudaraan Alumni 212. Dalam percakapan tersebut, seorang mengirimkan foto jajanan yang dijual oleh Kaesang dan kakaknya, Gibran Rakabuming Raka.

Foto itu lantas ditambahi pesan berbunyi, "Warming!!!!! Jangan ada yang beli "Kemprimik". Ini buatan anak2nya Jokowi..sudah mulai dijual di indomart dll".

Sementara sebagai narasi unggahannya, akun @digeeembok menyertakan kontak orang yang disebut membagikan pesan untuk tidak membeli dagangan anak-anak Jokowi. 

"Ini nomor telp adalah pengurus DKM Masjid Al-Hasan Gude II , Sumberwungu, Gunung Kidul. Udah itu aja. Sekalian bilangin kadal gurun baru netes, ayyy dulunya spesialis iris-iris yang bikin hoax di WAG," tulisnya.

Beredar larangan beli dagangan anak Jokowi di grup WA. (Twitter/@digeeembok)
Beredar larangan beli dagangan anak Jokowi di grup WA. (Twitter/@digeeembok)

Terkait hal itu, Kaesang Pangarep melalui akun Twitter pribadinya  justru memberikan tanggapan santai. Ia meminta publik untuk tidak mempermasalahkan larangan tersebut.

Kaesang malah merasa bersyukur karena dengan adanya larangan itu bisa dijadikan ajang promosi dagangannya.

"Udah jangan diperpanjang masalah begini. Saya bersyukur dapat promosi gratis di WAG. Jaman sekarang susah bikin orang sukarela berbagi informasi mengenai produk saya," tulis @kaesangp seperti dikutip Suara.com, Sabtu (18/1/2020).

Cuitan Kaesang soal larangan beli dagangan anak Jokowi di grup WA. (Twitter/@kaesangp)
Cuitan Kaesang soal larangan beli dagangan anak Jokowi di grup WA. (Twitter/@kaesangp)

Sejak dibagikan, cuitan Kaesang telah mendapat 1.300 retweets dan 5.700 likes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkapan Khusus Duka Cita Jokowi untuk Ade Irawan

Ungkapan Khusus Duka Cita Jokowi untuk Ade Irawan

News | Sabtu, 18 Januari 2020 | 06:42 WIB

UU KPK Dinilai Perlambat Kinerja KPK, Jokowi: Buktinya OTT Bupati Sidoarjo

UU KPK Dinilai Perlambat Kinerja KPK, Jokowi: Buktinya OTT Bupati Sidoarjo

News | Sabtu, 18 Januari 2020 | 00:45 WIB

Sebelum Pindah ke Ibu Kota Baru, Menpan RB Diminta Survei Keinginan ASN

Sebelum Pindah ke Ibu Kota Baru, Menpan RB Diminta Survei Keinginan ASN

News | Jum'at, 17 Januari 2020 | 22:39 WIB

Pembalasan Dendam Anthony dan Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Pembalasan Dendam Anthony dan Berita Olahraga Pilihan Lainnya

Sport | Jum'at, 17 Januari 2020 | 23:05 WIB

Terkini

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB

Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap

Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB

Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi

Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:42 WIB

Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini

Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:38 WIB

Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius

Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:30 WIB

Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka-luka

Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka-luka

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:22 WIB