Mengenal Asal Usul Angpao saat Perayaan Imlek hingga Syarat Berbagi

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:50 WIB
Mengenal Asal Usul Angpao saat Perayaan Imlek hingga Syarat Berbagi
Warga melihatpernak pernik Imlek di Pasar Glodok, Jakarta Barat, Selasa (14/01). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bagi-bagi angpao menjadi salah satu tradisi yang tak bisa dipisahkan saat perayaan Imlek. Imlek akan terasa tak lengkap bila tradisi berbagi angpao belum dijalankan.

Biasanya angpao dibagikan saat sedang berkunjung ke rumah kerabat dan sanak saudara. Momen berbagi angpao menjadi momen yang sangat dinantikan khususnya untuk anak-anak.

Tradisi angpao sendiri berasal dari China. Dalam tradisi China, angpao disebut sebagai Hong Bao yang artinya hadiah uang dalam balutan amplop berwarna merah yang diberikan selama liburan atau acara khusus.

Pendapat lain menyebutkan angpao berasal dari Dinasti Song (960-1279), demikian ditulis dalam The Best Chinese Culture. Tradisi bermula ada sesosok iblis yang menyerang suatu desa dan berhasil dibunuh oleh seorang pemuda yatim piatu dengan menggunakan pedang leluhur.

Untuk merayakan kemenangan melawan iblis, warga setempat memberikan amplop merah sebagai tanda terima kasih. Warna merah dipilih karena diyakini membawa keberuntungan dan menghindari roh jahat.

Sementara itu, pendapat lainnya menyebut berawal pada masa Dinasti Qin yang memasang benang merah pada koin atau disebut sui qian atau uang untuk menghindari usia tua.Sui qian diyakini dapat menolak kematian dan mencegah penuaan bagi yang menerimanya.

Seiring berjalan waktu, sui qian mulai ditinggalkan. Warga menggantinya dengan amplop kertas berwarna merah.

Dalam memberikan angpao ternyata tak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ada aturan khusus yang harus dilakukan bila ingin makna berbagi angpao bisa dirasakan.

Dalam tradisi China, dilarang mengisi uang dalam angpao dengan nomor ganjil karena identik dengan pemakaman. Selain itu, hindari uang yang bila dijumlahkan terdapat angka empat karena bermakna kematian.

Saat memberikan angpao juga harus diperhatikan. Orang yang memberikan angpao tidak boleh dalam posisi merangkak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tradisi Unik saat Imlek di Berbagai Negara, Ada yang Sewa Pacar

5 Tradisi Unik saat Imlek di Berbagai Negara, Ada yang Sewa Pacar

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:18 WIB

Asal Usul Lagu Tahun Baru Imlek Gong Xi Gong Xi, Ada Sejarah Kelam

Asal Usul Lagu Tahun Baru Imlek Gong Xi Gong Xi, Ada Sejarah Kelam

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 14:04 WIB

8 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2020 Selain Gong Xi Fa Chai

8 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2020 Selain Gong Xi Fa Chai

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 20:55 WIB

6 Bisnis Menggiurkan yang Panen Rezeki saat Tahun Baru Imlek

6 Bisnis Menggiurkan yang Panen Rezeki saat Tahun Baru Imlek

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 17:24 WIB

Imlek Identik Warna Merah dari Baju Hingga Lampion, Ini Alasannya

Imlek Identik Warna Merah dari Baju Hingga Lampion, Ini Alasannya

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 16:57 WIB

16 Pantangan saat Imlek, Jangan Minum Obat hingga Beri Kado Jam

16 Pantangan saat Imlek, Jangan Minum Obat hingga Beri Kado Jam

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 16:43 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB