Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah karena Persoalan Tanjung Priok Yasonna Laoly Mundur?

Reza Gunadha | Rifan Aditya
CEK FAKTA: Benarkah karena Persoalan Tanjung Priok Yasonna Laoly Mundur?
Postingan yang mengklaim Yasonna Laoly mundur karena persoalan dengan warga Tanjung Priok (Facebook Agil Rizki)

Benarkah Yasonna Laoly mundur karena persoalan dengan warga Tanjung Priok?

Suara.com - Beredar konten yang mengklaim bahwa Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mundur karena persoalannya dengan warga Tanjung Priok.

Unggahan itu dibagikan oleh akun Agil Rizki dalam sebuah grup di Facebook pada Jumat, 24 Januari 2020. Ia menambahkan narasi sebagai berikut.

"AKHIRNYA MUNDUR JUGA
ABIS NGATAI ORANG2 TANJUNG PRIUK
LAGIAN SEBENERNYA NIH ORANG ASLI PRIBUMI APA BUKAN SIH ??"

Agil Rizki melampirkan tautan dari artikel berita berjudul "Yasonna Laoly Mundur sebagai Menteri Hukum dan HAM" yang dimuat dalam cnnindonesia.com.

Postingan tersebut telah mendapatkan 358 like, 197 komentar dan 209 kali dibagikan saat tangkapan layar diambil.

Benarkah Yasonna Laoly mundur karena persoalan dengan warga Tanjung Priok?

Penjelasan

Berdasarkan hasil penelusuran turnbackhoax.id --jaringan Suara.com, konten yang dibagikan akun Facebook Agil Rizki dengan melampirkan berita dari cnnindonesia.com adalah tidak benar. Narasi yang ditulis dalam postingan dan pemberitaan yang dibagikannya tidak sesuai.

Postingan yang mengklaim Yasonna Laoly mundur karena persoalan dengan warga Tanjung Priok (Facebook Agil Rizki)
Postingan yang mengklaim Yasonna Laoly mundur karena persoalan dengan warga Tanjung Priok (Facebook Agil Rizki)

Berita berjudul "Yasonna Laoly Mundur sebagai Menteri Hukum dan HAM" yang dimuat dalam cnnindonesia.com tayang pada 27 September 2019.

Artikel itu sebenarnya menjelaskan pengajuan pengunduran diri Yasonna pada September 2019 lantaran dirinya terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2019-2024. Bukan mundur karena persoalan dengan warga Tanjung Priok.

Namun Yasonna kembali ditunjukkan sebagai Menkumham pasca ditunjuk kembali oleh Presiden Joko Widodo. Ia dilantik sebagai Menteri Hukum dan HAM ( Menkumham) kembali pada Rabu, 23 Oktober 2019.

Sementara itu, persoalan Yasonna dengan warga Tanjung Priok bermula dari pernyataannya yang menyebut anak yang lahir dari Tanjung Priok akan lebih kriminil ketimbang anak Menteng.

Pernyataan itu dilontarkan Yasonna saat berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1/2020).

Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara merasa tersinggung atas pernyataan tersebut. Mereka kemudian menggelar demonstrasi di depan Kantor Kemenkumham, Rabu (22/1/2020).

Kekinian, Yasonna Laoly akhirnya meminta maaf kepada warga Tanjung Priok yang disampaikannya melalui konferensi pers di Gedung Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020) sore.

"Maka saya menyampaikan permohonan maaf, akan tetapi saya sekali lagi sampaikan, saya sedikit pun tidak mempunyai maksud seperti itu," kata Yasonna.

Dia justru menduga pernyataannya sudah dipersepsikan berbeda oleh media massa sehingga menimbulkan kemarahan dari warga Tanjung Priok.

"Sebenarnya apa yang saya sampaikan itu kan penjelasan ilmiah, seharusnya ditanggapi secara ilmiah bukan secara politik. Karena dipelitir-pelintir ada beda informasi yang disampaikan ke publik sehingga adanya perbedaan pendapat," kata Yasonna.

"Bahwa kemudian ternyata, berkembang penafsiran berbeda di media massa dan publik luas sehingga sudara-saudara saya merasa tersinggung," imbuhnya.

Kesimpulan

Berita cnnindonesia.com yang dilampirkan dalam postingan milik Agil Rizki sama sekali tidak menyebutkan Menkumham Yasonna Laoly mundur karena persoalan dengan warga Tanjung Priok.

Jadi, konten yang disebarkan oleh akun Facebook Agil Rizki termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS