Ma'ruf Sebut Pemerintah Sudah Siap Jika Turis China Datang ke Indonesia

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 29 Januari 2020 | 20:42 WIB
Ma'ruf Sebut Pemerintah Sudah Siap Jika Turis China Datang ke Indonesia
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno sempat menyambut 174 turis asal Kunming China yang tiba di daerahnya. Penyambutan itu di tengah-tengah ramainya virus corona.

Terkait itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pemerintah tetap berhati-hati ketika ada turis asal China yang masuk ke Indonesia.

Ma'ruf menerangkan kalau penerbangan dari Wuhan, Provinsi Hubei, China di mana wabah virus Corona itu pertama kali menyebar sudah ditutup. Dengan begitu dapat dipastikan tidak ada yang masuk ke Indonesia dari daerah tersebut.

Apabila ada turis China dari wilayah selain Wuhan, pemerintah tidak melarangnya namun tetap berhati-hati.

"Tapi daerah China lain itu masih lampu kuning. Belum lampu merah," kata Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Ma'ruf memahami dengan beragam reaksi masyarakat Indonesia yang mendengar ada turis China datang ke daerahnya termasuk soal penolakan yang dilakukan oleh sejumlah warga terhadap turis China di Bukittinggi.

Ma'ruf memastikan kalau pemerintah akan mengantisipasi meskipun turis China yang datang itu bukan berasal dari daerah Wuhan.

"Kami sudah menyiapkan kalau misalnya ada yang datang dengan berbagai peralatan di airport dan rumah sakit," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 174 turis asal Kunming China tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, pada Minggu (26/1) pagi pukul 06.36 WIB. Mereka datang ke Indonesia untuk berwisata selama lima hari di Sumatera Barat.

Kedatangan para turis dari daratan China itu di tengah maraknya wabah virus corona yang tengah mewabah di China. Namun kehadiran mereka justru disambut oleh Gubernur Sumater Barat Irwan Prayitno.

Terkait itu, PT Marawa Coporate yang bekerja sama dengan Cocos Tour yang mendatangkan 174 wisatawan asal China ke Sumbar menjamin, para turis mancanegara itu tidak terjangkit virus corona yang saat ini sedang mewabah di negeri Tirai Bambu tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Mudah Menular, Virus Corona Bukan Penyebab Tunggal Kematian di China

Meski Mudah Menular, Virus Corona Bukan Penyebab Tunggal Kematian di China

Health | Rabu, 29 Januari 2020 | 19:11 WIB

Sempat Dirawat di Sardjito, Balita Asal China Dinyatakan Negatif Corona

Sempat Dirawat di Sardjito, Balita Asal China Dinyatakan Negatif Corona

Jogja | Rabu, 29 Januari 2020 | 18:58 WIB

Kocak, Wanita Ini Buang Belasan Bir karena Ingin Bersihkan Virus Corona

Kocak, Wanita Ini Buang Belasan Bir karena Ingin Bersihkan Virus Corona

Lifestyle | Rabu, 29 Januari 2020 | 19:22 WIB

Soal Virus Corona, PKS Minta Indonesia Cabut Bebas Visa untuk China

Soal Virus Corona, PKS Minta Indonesia Cabut Bebas Visa untuk China

News | Rabu, 29 Januari 2020 | 18:36 WIB

Terkini

Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras, Disebut Jadi Langkah Proaktif Polri

Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras, Disebut Jadi Langkah Proaktif Polri

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:39 WIB

Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran

Spesifikasi GBU-72 Bom Bawah Tanah Amerika Serikat Jadi Senjata Kunci Perang Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:38 WIB

Identitas 4 Anggota BAIS TNI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Ada Kapten

Identitas 4 Anggota BAIS TNI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Ada Kapten

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:32 WIB

PLN Siapkan 1.681 SPKLU di Jalur Mudik, Antisipasi Lonjakan Mobil Listrik

PLN Siapkan 1.681 SPKLU di Jalur Mudik, Antisipasi Lonjakan Mobil Listrik

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:30 WIB

Legislator PDIP Minta Dalang Penyiraman Andrie Yunus Diungkap, Jangan Hanya Pelaku Lapangan

Legislator PDIP Minta Dalang Penyiraman Andrie Yunus Diungkap, Jangan Hanya Pelaku Lapangan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:22 WIB

Terekam CCTV! Eksekutor Penyiram Andrie Yunus Ganti Baju Usai Beraksi, Diduga Kena Air Keras

Terekam CCTV! Eksekutor Penyiram Andrie Yunus Ganti Baju Usai Beraksi, Diduga Kena Air Keras

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:02 WIB

Pembalasan Atas Gugurnya Ali Larijani, Iran Hujani Israel dengan Rudal Klaster Mematikan

Pembalasan Atas Gugurnya Ali Larijani, Iran Hujani Israel dengan Rudal Klaster Mematikan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:58 WIB

Empat Prajurit Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Terancam 7 Tahun Penjara

Empat Prajurit Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Terancam 7 Tahun Penjara

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:57 WIB

Dua Petinggi Tewas Dibunuh Zionis, Lebih dari 3.000 Rudal dan Drone Iran Hujani Negara Teluk

Dua Petinggi Tewas Dibunuh Zionis, Lebih dari 3.000 Rudal dan Drone Iran Hujani Negara Teluk

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:55 WIB

PMI Siap Kirim Bantuan Medis ke Iran, Jusuf Kalla: Kami Pertimbangkan Beli Obat di Pakistan

PMI Siap Kirim Bantuan Medis ke Iran, Jusuf Kalla: Kami Pertimbangkan Beli Obat di Pakistan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:53 WIB