Cipularang Longsor karena Permukaan Air Tinggi di KM 118

Pebriansyah Ariefana
Cipularang Longsor karena Permukaan Air Tinggi di KM 118
Area persawahan yang longsor akibat pergerakan tanah di Desa Sukatani, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (12/2). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa] area persawahan yang longsor akibat pergerakan tanah di Desa Sukatani, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (12/2). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

Selain itu pihak BPBD masih menunggu juga hasil kajian dari tim Bidang Pergerakan Tanah PVMBG.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat meminta warga untuk tidak beraktivitas di lokasi longsor yang terjadi di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Hal itu diantisipasi untuk menghindari jika terjadinya longsor susulan. Selain itu pihak BPBD masih menunggu juga hasil kajian dari tim Bidang Pergerakan Tanah PVMBG.

"Kami mengimbau untuk sementara waktu untuk tidak dulu melakukan aktivitas di rumah yang terdampak sambil kita menunggu kajian geologi," kata Kepala BPDB Kabupaten Bandung Barat Duddy Prabowo, saat meninjau lokasi longsor, Kamis (13/2/2020).

Pihak BPBD belum dapat memutuskan, apakah lokasi longsor tersebut aman untuk ditempati atau beraktivitas. Setelah ada hasil PVMBG, pihaknya baru dapat dapat memberikan rekomendasi untuk beraktivitas. Itu pun jika sudah dilakukan pembenahan seperti pembersihan material longsor dan lain-lainnya.

"Saya kira mudah - mudahan tidak lama. Tim geologi juga sudah dibatas melakukan penelitian dan kajian. Kita tunggu hasil itu. Lebih cepat lebih baik," katanya.

Dengan melihat kondisi titik longsor, lokasi tersebut memang seharusnya di relokasi. Namun begitu, opsi tersebut belum dapat dijadikan pilihan dalam waktu dekat ini.

"Kalau ini kondisinya aman bagi warga bisa untuk kembali lagi. Ke depan mungkin kita perlu upaya langkah langkah untuk merelokasi mereka, yang di upayakan dari Pemda," ucapnya.

sementara itu Ketua Tim Pergerakan Tanah PVMBG, Anjar menyebutkan, saat ini pihaknya tengah menganalisis hubungan longsor dan genangan air yang berada di sebelah titik longsor. Pihak PVMBG temukan ada dua genangan air, yang masih tergenang dengan luas area cukup besar di lokasi longsor.

"Ada dua genangan yah, satu yang kecil disebelah selatan, depan titik longsor. Satu ada di Utara seberangnya yang cukup luas yang, sekitar 4000 meter persegi," kata Anjar, saat dihubungi.

Di lokasi tersebut, memang tercatat beberapa kali adanya pergerakan tanah yang menyebabkan longsor, namun tidak sebesar saat kemarin. Hal itu terjadi, karena kondisi tanah di lokasi tersebut cukup curam dan kondisinya juga sudah mengalami jenuh air.

"Karena memang lerengnnya curam, kemudian tanah udah jenuh dengan air karena banyak lahan basah disitu kan. Maksudnya, kandungan air dalam tanah itu tinggi, disana banyak lahan basah otomatis dia meningkatkan air permukaan jadi gembur," ucap dia.

Seperti diketahui, Tebing setinggi kurang lebih 20 meter, alami longsor dan materialnya menimpa rumah warga di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Kejadian longsor itu, terjadi pada Selasa 11 Februari 2020 malam, sekira pukul 19.00 WIB. Selain menimbun rumah warga, material tanah pun menimbun persawahan.

Lokasi longsoran berada di bawah jalan tol Purbaleunyi, tepatnya di kilometer 118+600 jalur B arah Jakarta. Titik longsor hanya berjarak kurang lebih delapan meter dari titik longsor.

Kontributor : Cesar Yudistira

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS