191 Pohon di Monas Dijadikan Furnitur, Ferdinand: Ini Pencurian Aset Pemda!

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
191 Pohon di Monas Dijadikan Furnitur, Ferdinand: Ini Pencurian Aset Pemda!
Revitalisasi Monas. (Suara.com/Fakhri)

"Ada hukumnya loh," ujar Ferdinand Hutahaean.

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah melakukan pencurian aset Pemprov DKI Jakarta secara sengaja. Pasalnya, ia disebut akan menjadikan 191 pohon yang digunduli di Monas menjadi furnitur.

Hal ini disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @ferdinandhaean2. Ferdinand menyebut Pemprov DKI telah melakukan pembohongan publik.

"Jika ini benar, maka telah terjadi kebohongan publik yang disengaja dan patut diduga telah terjadi korupsi menghilangkan atau mencuri aset Pemda DKI secara sengaja," kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Kamis (13/2/2020).

Ferdinand menegaskan, penggunaan aset pemda ada hukumnya termasuk ratusan pohon yang telah dipotong oleh anak buah Anies. Sehingga, tidak bisa dilakukan secara semena-mena.

Ia mencontohkan pembuangan limbah yang harus melalui proses yang telah ditentukan. Tidak bisa begitu saja dibuang ke alam.

"Ada hukumnya loh. Limbah saja tidak bisa main buang, ada proses yang harus dilakukan," ungkap Ferdinand.

Ferdinand Hutahaean soal pohon yang ditebang di Monas dijadikan furnitur (Twitter/ferdinandhaean2)
Ferdinand Hutahaean soal pohon yang ditebang di Monas dijadikan furnitur (Twitter/ferdinandhaean2)

Untuk diketahui, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Heru Hermawanto membantah batang kayu yang sudah ditebang itu akan dijual. Ia menyebut pohon itu dimanfaatkan untuk keperluan peralatan mebel atau furnitur.

“Kalau itu biasanya disimpan atau dimanfaatkan untuk membuat bangku atau furnitur,” ujar Heru di Balai Kota DKI Jakarta Rabu (12/2/2020).

Meski sudah jadi berbagai peralatan, Heru tak mengetahui nantinya furnitur itu akan dijual atau langsung dipakai Pemprov DKI. Pemanfaatannya nanti menjadi kewenangan pemilik aset.

“Kalau ketentuan itu kami enggak mengerti, karena itu kembali kepada pemilik asetnya kan. Kami kan sebagai pelaksana di sini, kan intinya bahwa barang itu dititipkan, disimpan,” tuturnya.

Meski menyebut pohon yang ditebang akan jadi furnitur, ia mengaku belum mengetahui di mana pohon tersebut kekinian disimpan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS