Array

Dalih Pemprov DKI Gunduli Monas: Selama Ini Tertutup untuk Masyarakat

Rabu, 12 Februari 2020 | 16:40 WIB
Dalih Pemprov DKI Gunduli Monas: Selama Ini Tertutup untuk Masyarakat
Suasana penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (4/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Komisi D DPRD DKI Jakarta memanggil desainer dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Citata) terkait revitalisasi Monumen Nasional (Monas). Dalam pertemuan tersebut, terungkap alasan melakukan proyek yang berujung pada penebangan 191 pohon.

Dalam proyek tersebut, Pemprov DKI Jakarta memenangkan seorang arsitek dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bermama Deddy Wahjudi lewat sayembara. Deddy dimenangkan karena memiliki desain dengan tujuan mengubah konsep Monas yang selama ini dianggap tertutup menjadi lebih terbuka.

Di hadapan Anggota DPRD DKI Komisi D, Deddy menyatakan kawasan Monas yang dipagari membuat ikon ibu kota ini sulit diakses masyarakat. Padahal, menurutnya monumen kota seharusnya dibuat lebih dekat dengan masyarakat.

"Melalui sayembara ini kita usulkan karena melalui sebuah riset yang kami bimbing di ITB, menyebutkan monumentalitas itu sekarang adalah orang diajak lebih dekat kepada monumen," ujar Deddy di ruang rapat Komisi D, Rabu (12/2/2020).

Ia menyebut dalam rancangannya, terdapat sistem yang membuat publik mudah masuk ke Monas. Namun ia tetap mempertahankan sisi eksklusif Monas di area tengah atau ruang agung.

"Kami usulkan publik yang selama ini di luar pagar dan memang ada sistem tertentu buat masuk ke dalam, kami usulkan untuk bisa sehari-sehari lebih masuk ke ring dalam," jelasnya.

Desain yang disetujui pemprov ini disebutnya juga mengharuskan sejumlah pemindahan tata ruang. Salah satunya seperti yang dikerjakan sekarang, sisi selatan Monas jadi tempat upacara dan IRTI jadi kawasan hijau.

"Sisi selatan ada plaza upacara dan mengelola bagaimana Lenggang Jakarta dan IRTI akan dihijaukan," katanya.

Selain itu, ia juga merencanakan Plaza Timur Monas dekat dengan stasiun Gambir agar mudah diakses. Caranya dengan menempatkan Lenggang Jakarta yang sebelumnya berada di sisi selatan.

Baca Juga: PSI Curiga Ada Kesepakatan Terselubung di Balik Formula E Boleh di Monas

"Plaza Timur ini kita usul Pemprov DKI bisa kolaborasi dengan KAI gimana Stasiun Gambir jadi bagian Plaza Timur. Supaya lebih mudah dari Stasiun Gambir ke Monas dari sisi Timur," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI