Proyek MRT Fase 2 Bakal Dimulai, Anies Ogah Masalah Era Ahok Terulang Lagi

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Proyek MRT Fase 2 Bakal Dimulai, Anies Ogah Masalah Era Ahok Terulang Lagi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi melakukan pelepasan operasi pasar cabai merah dan bawang putih di Jakarta, Minggu (9/2/2020). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Nantinya, pembangunan fasilitas transportasi di Jakarta juga akan diintegrasikan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera membangun proyek MRT fase 2 pada Maret 2020 nanti.

Konsep moda angkutan massal ini dirancang agar terhindar dari masalah yang terjadi di era kepemimpinanan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pembangunan transportasi di Jakarta selama ini memang berjalan masif. Namun, menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, masalah yang kurang diperhatikan adalah integrasi.

Anies mencontohkan pembangunan halte Bus TransJakarta CSW dengan Stasiun MRT Asean dan halte bus koridor 13 di kawasan Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Menurutnya ketiga fasilitas transportasi itu berdekatan tapi tidak terintegrasi.

"Kami nanti tidak menemukan lagi masalah seperti yang pada bulan lalu kita sempat lakukan groundbreaking-nya, mengintegrasikan antara koridor 13 Transjakarta dengan stasiun MRT ASEAN fase 1 kemarin," ujar Anies usai penandatanganan kontrak MRT fase 2A CP 201, di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2020).

Anies menyatakan tidak hanya di pembangunan MRT fase 2A, yang menggunakan konsep Integrasi. Nantinya, pembangunan fasilitas transportasi di Jakarta juga akan diintegrasikan.

"Semuanya sudah dirancang untuk terintegrasi. Dan ini akan dilakukan untuk seluruh pembangunan transportasi umum, MRT maupun BRT, maupun LRT sebagai satu kesatuan," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun angkutan massal Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A CP-201. Jalur MRT sepanjang 2,8 km ini dibangun dengan menggandeng perusahaan Jepang Shimitsu Kobayashi yang dikonsorsium dengan PT Adhi Karya JV (SAJV)

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan jalur bawah tanah yang dibuat pada fase ini mencakup Bundaran HI sampai Sarinah. Selain itu proyek ini juga mengerjakan dua stasiun bawah tanah di Thamrin dan Monas.

"Fase 2 A CP-201 akan mengerjakan terowongan sepanjang 2,8 km dari Bundaran HI sampai ke Sarinah, ditambah dengan dua stasiun bawah tanah, yaitu stasiun Thamrin dan Monas," ujar William di stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, (17/2/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS