Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'

Arief Apriadi

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:23 WIB
Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'
Serangan rudal Iran diklaim sukses merusak sistem radar Israel hingga memicu kebingungan fatal. Cek fakta lumpuhnya pertahanan udara rezim Zionis di sini. (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Serangan rudal Iran dilaporkan merusak parah sistem radar Israel, membuat militer rezim Zionis kesulitan mendeteksi waktu peluncuran proyektil dan drone musuh.
  • Kerusakan ini memicu kekacauan sistem peringatan dini, di mana rudal bisa menghantam tanpa peringatan, atau sirene berbunyi meski tidak ada serangan nyata.
  • Situasi di lapangan semakin mencekam bagi warga Israel, sementara kemampuan utama pemerintahnya pasca-perang 12 hari diklaim hanya sebatas sensor media.

Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat menegangkan setelah Serangan Rudal Iran diklaim berhasil melumpuhkan Sistem Radar Israel secara fatal.

Situasi yang semakin mencekam ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat internasional mengenai apakah kekuatan pertahanan Rezim Zionis kini sedang berada di ambang kehancuran.

Laporan mengejutkan yang dirilis oleh Kantor Berita Tasnim menyebutkan bahwa Pasukan Militer Israel kini mengalami kebingungan luar biasa dalam mendeteksi ancaman udara yang datang silih berganti.

Gempuran hebat yang menargetkan infrastruktur deteksi musuh tersebut telah menyebabkan gangguan parah dalam membaca waktu peluncuran proyektil dari arah Teheran.

Menyitat Tasnim News, Kamis (12/3/2026), seorang sumber tepercaya mengungkapkan bahwa kemampuan pihak lawan untuk mengidentifikasi kedatangan pesawat tak berawak maupun rudal kini telah lumpuh secara drastis akibat rentetan serangan terbaru.

Akibat kerusakan fatal pada sistem peringatan dini tersebut, sirene tanda bahaya kini sering kali berbunyi secara tidak beraturan di seluruh wilayah pendudukan.

Mulai hari ini, beberapa proyektil mematikan yang diarahkan ke wilayah tersebut dilaporkan sukses menghantam target tanpa ada peringatan sama sekali bagi pihak pertahanan.

Serangan mendadak ini bahkan terbukti sangat mematikan karena proyektil yang jatuh sama sekali tidak menghadapi perlawanan serius dari sistem pertahanan udara musuh.

Menariknya lagi, sumber yang sama menyebutkan bahwa terkadang sirene peringatan justru berbunyi nyaring padahal sama sekali tidak ada peluncuran rudal yang dilakukan dari wilayah Iran.

baca juga

Kondisi kacau balau ini membuat aparat keamanan setempat tidak bisa lagi memastikan apakah ketiadaan peringatan peluncuran benar-benar berarti wilayah mereka aman dari gempuran.

Sebaliknya, ketika sistem mereka mendeteksi adanya peringatan serangan, mereka juga tidak bisa lagi meyakini apakah benar-benar ada proyektil sungguhan yang sedang mengarah ke pemukiman.

“Ini merupakan perkembangan yang signifikan dan dapat menyebabkan kebingungan serius dalam sistem pertahanan mereka.”

Menurut klaim sumber intelijen tersebut, satu-satunya kemajuan nyata yang dicapai oleh kubu lawan sejak perang 12 hari hanyalah kehebatan kemampuan sensor media mereka.

Jika mengesampingkan kendali atas narasi media tersebut, kondisi nyata di lapangan bagi para penduduk di sana justru digambarkan sudah menjadi jauh lebih mengerikan bak di neraka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik

Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:06 WIB

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:05 WIB

Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur

Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Eks Pejabat FIFA Beberkan Aturan Mengejutkan Soal Tim Pengganti

Bola | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:58 WIB

Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin

Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin

Video | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×