Mayat Balita Ditemukan Tanpa Organ Tubuh, Diduga Korban Sindikat

Reza Gunadha

Senin, 17 Februari 2020 | 16:40 WIB
Mayat Balita Ditemukan Tanpa Organ Tubuh, Diduga Korban Sindikat
Ilustrasi

Suara.com - Komisi Nasional Perlindungan Anak menduga, kasus kematian balita di Samarinda, Kalimatan Timur yang ditemukan penuh bekas jahitan melibatkan kalangan profesional, karena organ dalam tubuhnya tak lagi ada.

"Pasti orang yang tahu medis atau kalangan profesional di atas," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Ia menuturkan, tak mungkin seseorang mengambil organ tubuh manusia tanpa memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Jika kasus di Samarinda terbukti sesuai dugaannya tentu mengkhawatirkan Indonesia. Menurut dia, kasus di Samarinda harus menjadi perhatian pemerintah terutama polisi.

Apalagi, sejak lima tahun lalu Komnas Perlindungan Anak telah memberikan peringatan bahwa kasus demikian memang ada meskipun belum ada bukti kuat.

"Walaupun belum ada bukti bahwa ditangkap polisi ada orang yang menghilangkan organ tubuh," kata dia.

Sebelum di Samarinda, kasus yang sama juga pernah terjadi di Sukabumi, Jawa Barat seorang anak ditemukan tewas dalam kondisi tanpa mata dan jantung.

Berdasarkan kejadian tersebut Komnas Perlindungan Anak menduga praktik penjualan organ tubuh memang ada.

"Kemungkinan penjualan organ tubuh itu ada meskipun Komnas belum pernah mendapatkan bukti yang ditangkap polisi," katanya.

baca juga

Lebih jauh, Arist juga mengaitkan kasus 903 aborsi yang terjadi beberapa waktu lalu merupakan bagian yang dilakukan oleh dokter.

Karenanya, kuat dugaan kasus di Samarinda juga melibatkan kalangan profesional yang menguasai ilmu medis.

Terakhir, aktivis kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara tersebut mendorong polisi membongkar kasus tersebut agar pelaku kejahatan dapat diungkap.

Hal senada juga ditanggapi oleh Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau yang kerap disapa Kak Seto mengatakan kasus dugaan pembunuhan balita yang ditemukan tanpa organ tubuh harus diusut tuntas.

"Ya fenomena semacam ini sudah cukup lama bahwa penculikan-penculikan itu salah satu sasarannya adalah selain jadi tenaga anak-anak juga ada pengambilan organ tubuh," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LIVE STREAMING: Anak Karen Idol Meninggal Akibat Jatuh dari Apartemen

LIVE STREAMING: Anak Karen Idol Meninggal Akibat Jatuh dari Apartemen

Video | Sabtu, 08 Februari 2020 | 21:27 WIB

Komnas Perlindungan Anak: Suami Karen Pooroe Langgar 2 Pasal Sekaligus

Komnas Perlindungan Anak: Suami Karen Pooroe Langgar 2 Pasal Sekaligus

Entertainment | Selasa, 03 Desember 2019 | 06:30 WIB

Komnas Perlindungan Anak Imbau Karen Pooroe Segera Polisikan Suami

Komnas Perlindungan Anak Imbau Karen Pooroe Segera Polisikan Suami

Entertainment | Senin, 02 Desember 2019 | 19:05 WIB

Arist Merdeka Sirait: Film Horas Amang Layak Ditonton Keluarga

Arist Merdeka Sirait: Film Horas Amang Layak Ditonton Keluarga

Entertainment | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 06:55 WIB

Ketua Komnas PA: Depok Kota Layak Anak Hanya Jargon

Ketua Komnas PA: Depok Kota Layak Anak Hanya Jargon

Jabar | Kamis, 08 Agustus 2019 | 16:32 WIB

Alasan Lapar, Juhairi Pukul Mahasiswi yang Sedang Salat Pakai Balok

Alasan Lapar, Juhairi Pukul Mahasiswi yang Sedang Salat Pakai Balok

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 06:39 WIB

Ini Kronologis Kaburnya Putri Nikita Mirzani

Ini Kronologis Kaburnya Putri Nikita Mirzani

Entertainment | Kamis, 31 Mei 2018 | 22:06 WIB

Komnas PA Ungkap Kondisi Anak Nikita Mirzani Saat Kabur

Komnas PA Ungkap Kondisi Anak Nikita Mirzani Saat Kabur

Entertainment | Kamis, 31 Mei 2018 | 14:44 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×