Agama Musuh Besar Pancasila? MUI ke Ngabalin: Jangan Asal Comot Hadis

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Rabu, 19 Februari 2020 | 11:18 WIB
Agama Musuh Besar Pancasila? MUI ke Ngabalin: Jangan Asal Comot Hadis
Zaitun Rasmin dan Ali Mochtar Ngabalin berdebat di ILC TV One (Screenshot YouTube Indonesia Lawyers Club)

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Zaitun Rasmin dan Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin berdebat panas dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (19/2/2020) malam.

Dalam acara yang bertajuk "Agama Musuh Besar Pancasila?" tersebut, keduanya hadir sebagai narasumber untuk mendiskusikan pernyataan kontroversial Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Awalnya, Ngabalin menuding Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak melakukan tabayyun.

Zaitun Rasmin sangat menyayangkan tudingan Ngabalin ini. Ia mengingatkan agar tidak asal memakai hadis jika tidak tahu dalilnya.

"Banyak orang sering keliru, comot hadist tidak tahu dalil itu untuk apa. Inilah yang sebetulnya sangat disayangkan ada orang-orang berani mengatakan manipulator agama," ucap Zaitun Rasmin.

Ia juga menyinggung bahwa banyak orang-orang yang sok pandai sejak dari dahulu. "Saya tidak bilang beliau (Ali Ngabalin). Ini umum," kata Zaitun.

Wasekjen MUI ini merasa heran atas tudingan Ngabalin bahwa MUI tidak tabbayun dalam menanggapi ucapan Kepala BPIP Yudian. Menurutnya, pengertian orang fasik dalam ayat yang dilontarkan Ngabalin keliru.

"Jadi tabbayun itu apa? Salah-salah Pak Ngabalin ini itu telah merendahkan Prof Yudian. 'In ja akum fasiqum', itu orang fasik. Kalau bukan Pak Yudian berarti media. Apa media ini mau dikatakan orang-orang fasik?" ucap Zaitun.

"Inilah kesalahan kita selama ini. Termasuk ada berita yang menyalahkan kami (MUI). Kami gak mau langsung menyalahkan media," imbuhnya.

baca juga
Zaitun Rasmin dan Ali Mochtar Ngabalin berdebat di ILC TV One (Screenshot YouTube Indonesia Lawyers Club)
Zaitun Rasmin dan Ali Mochtar Ngabalin berdebat di ILC TV One (Screenshot YouTube Indonesia Lawyers Club)

Zaitun berpendapat zaman keterbukaan ini jangan kemudian menyalahkan media. Sebab, sekarang semua ada rekam jejaknya di internet dan media sosial.

"Jadi, siapa yang fasik di sini? Mohon maaf. Hati-hati pakai ayat. Jadi kalau di sini siapa yang fasik?" kata Zaitun dengan tegas sambil menggebrak meja.

Ucapan Zaitun ini membuat Ngabalin berkomentar. Ia meminta Sekjen MUI menjelaskan siapa yang menurutnya sebagai orang fasik.

Zaitun berbicara, "Tahu tidak asbabun nuzul-nya (sebab-sebab turunnya) ayat itu? Ini masalahnya. Asbabun nuzul-nya ayat itu ada petugas zakat yang dikirim untuk mengambil zakat, tapi dia kemudian bermalas-malasan, datang lapor kepada khalifah, mereka tidak mau bayar zakat, itu yang fasik. Kalau orang memberitakan berita benar mana bisa dikatakan fasik".

"Jadi, kita ini jangan sembarangan pakai dalil. Hati-hati MUI, Muhammadiyah, NU, siapa lagi yang mau kita hargai. Kalau itu tidak sesuai dengan kepentingan kita, kita katakan fasik. Hati-hati ini ulama besar. Kalau anda berani besok kita undang," imbuhnya.

Ngabalin langsung menyahut, "Insya Allah saya siap. Kapan dan dimana saya siap. Eh, jangan main nantang-nantang begitu."

"Mana mungkin MUI, Muhammadiyah, dan NU tiba-tiba dikatakan tidak tabayyun," balas Zaitun.

Keduanya saling melontarkan argumen masing-masing. Sehingga membuat pembawa acara Karni Ilyas menengahi.

Ngabalin bersikeras bahwa dirinya tidak menyebut MUI, Muhammadiyah, dan NU salah dalam menanggapi ucapan Kepala BPIP.

"Dalil yang mau dipakai soal tabbayun apakah sudah baca penggunaan dalil ini? Tidak semua harus tabbayun," kata Zaitun yang kemudian menjelaskan riwayat pemakaian dalil tersebut.

Ia menjelaskan bahwa MUI telah melalui rapat dalam membahas pernyataan Yudian tersebut. Semua anggota MUI, menurut Zaitun, sepakat bahwa pernyataan Yudian bahwa "Agama adalah musuh Pancasila" keliru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribut Ucapan Kepala BPIP, Ngabalin: Muhammadiyah, NU, MUI Tak Tabayyun

Ribut Ucapan Kepala BPIP, Ngabalin: Muhammadiyah, NU, MUI Tak Tabayyun

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 08:22 WIB

Ormas Islam Bisa Keluarkan Sertifikat Halal, Ini Penjelasan Menag

Ormas Islam Bisa Keluarkan Sertifikat Halal, Ini Penjelasan Menag

News | Selasa, 18 Februari 2020 | 20:41 WIB

Blak-blakan Karni Ilyas, Ternyata Ini Sosok Presiden Pertama ILC TV One

Blak-blakan Karni Ilyas, Ternyata Ini Sosok Presiden Pertama ILC TV One

News | Senin, 17 Februari 2020 | 12:08 WIB

Kepala BPIP Klarifikasi Soal Agama Musuh Pancasila, Publik: Makin Ngawur!

Kepala BPIP Klarifikasi Soal Agama Musuh Pancasila, Publik: Makin Ngawur!

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 09:30 WIB

Sebut Valentine Dilarang Agama, MUI Jabar: Jangan Tiru Barat, Merusak Moral

Sebut Valentine Dilarang Agama, MUI Jabar: Jangan Tiru Barat, Merusak Moral

Jabar | Kamis, 13 Februari 2020 | 13:46 WIB

Polemik Agama dan Pancasila, Tengku Zul Soroti Pernyataan Kepala BPIP

Polemik Agama dan Pancasila, Tengku Zul Soroti Pernyataan Kepala BPIP

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 13:28 WIB

Ramai Pernyataan Agama dengan Pancasila, Ini Klarifikasi Kepala BPIP

Ramai Pernyataan Agama dengan Pancasila, Ini Klarifikasi Kepala BPIP

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 20:35 WIB

Kepala BPIP Yudian Digunjingkan Gara-Gara Komentar Soal Agama dan Pancasila

Kepala BPIP Yudian Digunjingkan Gara-Gara Komentar Soal Agama dan Pancasila

Jogja | Rabu, 12 Februari 2020 | 11:05 WIB

Terkini

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:39 WIB

×