Sangkal Ada Operasi Militer di Papua, Mahfud: Nanti Disebut Melanggar HAM

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 21 Februari 2020 | 18:50 WIB
Sangkal Ada Operasi Militer di Papua, Mahfud: Nanti Disebut Melanggar HAM
Menkopolhukam Mahfud MD. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyatakan bahwa negara akan tetap mempertahankan wilayah sebagai bentuk pengamalan amanat konstitusi.

Ia menyebut adanya ancaman teritori baik di Natuna dan juga di Papua.

Mahfud menerangkan bahwa ancaman teritori yang terjadi di Papua berasal dari adanya isu gerakan Papua Merdeka. Namun Mahfud mengaku tidak mudah untuk menyelesaikan persoalan di Papua meskipun harus menurunkan aparat TNI/Polri.

"Ancaman teritori yang kedua datang dari belahan timur yaitu isu Papua Merdeka, tidak bisa (dikatakan) dihadapi secara militer itu mudah," kata Mahfud ketika berpidato di Kantor Bakamla RI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Mahfud menuturkan pemerintah juga melihat adanya hak asasi manusia (HAM) yang mesti dijaga di timur Indonesia ketika aparat melakukan tugasnya. Sehingga ia menyebut kalau penyelesaian ancaman tersebut termasuk ke dalam penegakan hukum dan keamanan.

"Kami harus menjaga hak asasi manusia sehingga kami harus berhati-hati menjalankan operasi di sana (Papua), sehingga yang dilakukan itu adalah penegakan hukum dan keamanan," ujarnya.

Mahfud enggan menyebutnya sebagai operasi militer. Hal itu dikarenakan menurutnya akan malah akan dianggap soal pelanggaran HAM dan dikhawatirkan akan menjadi perhatian dunia internasional.

"Tidak melakukan operasi militer, karena kalau sudah disebut operasi militer nanti pelanggaran HAM. Dunia internasional akan menyorot itu. Dua hal ini lah yang harus kami jaga dengan hati-hati," ujarnya.

Selain di Papua, komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan juga dilakukan untuk wilayah perairan Natuna.

baca juga

Sebagaimana diketahui kapal asing yang berasal dari China sempat masuk ke wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEE). Meskipun sudah diperingatkan, namun China mengklaim kalau wilayah itu masih masuk ke dalam wilayahnya.

Meski tidak ada kapal-kapal pencari ikan dari China yang masuk ke wilayah ZEEI lagi, namun pemerintah akan lebih memperkuat kekuatan dengan cara akan memobilisasi nelayan-nelayan lokal untuk mencari ikan di wilayah tersebut.

Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenko Polhukam dengan Bakamla RI untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dan juga pengamanannya.

"Kami lakukan hari ini melalui penandatanganan kesepakatan bersama kami memperkuat kehidupan atau kehadiran negara di laut Natuna Utara itu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Sebut Pemerintah Harus Lindungi Rakyatnya dari Virus Radikalisme

Mahfud MD Sebut Pemerintah Harus Lindungi Rakyatnya dari Virus Radikalisme

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 15:27 WIB

Mahfud MD: Pengusutan Kasus Jiwasraya Tidak Boleh Diganggu Keluhan Orang

Mahfud MD: Pengusutan Kasus Jiwasraya Tidak Boleh Diganggu Keluhan Orang

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 14:52 WIB

Dukung Aksi 212 Berantas Mega Korupsi, Mahfud MD: Supaya Ada Tekanan Publik

Dukung Aksi 212 Berantas Mega Korupsi, Mahfud MD: Supaya Ada Tekanan Publik

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 13:35 WIB

Mahfud MD Ogah Ikut Campur Sikap Firli Cs Setop 36 Kasus Korupsi di KPK

Mahfud MD Ogah Ikut Campur Sikap Firli Cs Setop 36 Kasus Korupsi di KPK

News | Jum'at, 21 Februari 2020 | 13:21 WIB

Mahfud: Pemulangan Anak-anak Eks Kombatan ISIS Masih Diproses BNPT

Mahfud: Pemulangan Anak-anak Eks Kombatan ISIS Masih Diproses BNPT

News | Kamis, 20 Februari 2020 | 14:35 WIB

Mahfud Usul Polsek Tak Perlu Sidik Kasus, Polri Contohkan Polisi di Jepang

Mahfud Usul Polsek Tak Perlu Sidik Kasus, Polri Contohkan Polisi di Jepang

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 23:06 WIB

Mahfud MD Sebut Jokowi Pertimbangkan Masukan Polsek Hanya Bertugas Binmas

Mahfud MD Sebut Jokowi Pertimbangkan Masukan Polsek Hanya Bertugas Binmas

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 22:47 WIB

Terkini

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih

Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:25 WIB

Promo Alfamart Terbaru 9 Agustus 2026, Ada Diskon Susu hingga Popok Bayi

Promo Alfamart Terbaru 9 Agustus 2026, Ada Diskon Susu hingga Popok Bayi

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:25 WIB

4 Perbedaan Jam Tangan Seiko 5 dan Seiko Prospex, Bukan Cuma Desainnya

4 Perbedaan Jam Tangan Seiko 5 dan Seiko Prospex, Bukan Cuma Desainnya

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar

Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!

Pesan Tegas Sudaryono ke Kader Gerindra Semarang: Jangan Cuma Duduk di Kantor, Turun ke Rakyat!

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:11 WIB

10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika

10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka

Indonesia-Brasil Jajaki PTA Mercosur, Pintu Masuk Produk RI ke Pasar Amerika Latin Terbuka

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:04 WIB

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Review The Price of Confession: Kisah Misteri Gelap Penjara Korea Selatan!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Aturan EUDR Mengancam Kopi Indonesia? Ini Strategi Kesiapan Petani Menembus Pasar Global

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:58 WIB

×