Pasien Terindikasi Virus Corona di RS Semarang Meninggal Dunia

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 26 Februari 2020 | 13:31 WIB
Pasien Terindikasi Virus Corona di RS Semarang Meninggal Dunia
Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)

Suara.com - Sejumlah satu pasien yang sempat diduga terinveksi Virus Corona yang dirawan di RS Kariadi meninggal dunia. Sebelumnya, pasien tersebut diketahui akan pulang ke Indonesia dari Spanyol. Dalam perjalan pulang, pasien juga juga sempat transit di Dubai dan Uni Emirat Arab.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi Semarang, Agoes Oerip Poerwoko mengatakan, pasien tersebut mengalami gejela klinis seperti demam, batuk dan sesak nafas. Selain itu, pasien tersebut juga diketahui pernah ke luar negeri.

"Ya memang ada satu pasien yang sebelumnya diduga terinveksi virus corona meninggal dunia. Namun, bukan karena virus corona tapi karena disebabkan gangguan nafas berat," jelasnya di RS Kariadi Semarang, Rabu (26/2/2020).

Ia mengatakan, pasien tersebut tiba di Indonesia pada 12 Febuari 2020 dan mulai menjalani perawatan pada 17 Febuari 2020. Sedangkan, proses isolasi pasien mulai sejak 19 Febuari 2020.

Namun, ia mengakui bahwa hasil lab Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Litbangkes) diketahui satu hari setelah pasien dimakamkan.

"Selang satu hari pasien tersebut dimakamkan, uji lab dari Litbangkes keluar dan pasien dinyatakan tidak terinveksi virus corona," katanya.

RS Kariadi sejak Januari 2020 sudah menangani pasien yang diduga terinveksi Virus Corona sebanyak 23 pasien. Dari 23 pasen tersebut, 22 diantaranya sudah dinyatakan tidak terinveksi Virus Corona. Saat ini tinggal satu pasian yang masih menjalani uji lab terinveksi tidaknya pasien tersebut.

"Saat ini tinggal satu pasien dari total 23 pasien yang sempat diduga teriveksi virus corona," paparnya.

Untuk diketahui, selama Januari 2020 RS Kariadi merawat 23 pasien yang diduga terinveks Virus Corona. Sejumlah 10 pasien merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang merujuk pada gejala klinis dan 13 pasien merupakan orang dalam pemantauan (ODP).

baca juga

Kontributor : Dafi Yusuf

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seluruh Sekolah di Hokkaido Jepang Ditutup karena Corona

Seluruh Sekolah di Hokkaido Jepang Ditutup karena Corona

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 12:51 WIB

Hari Ini WNI dari Kapal World Dream Mulai Dievakuasi ke Pulau Sebaru

Hari Ini WNI dari Kapal World Dream Mulai Dievakuasi ke Pulau Sebaru

Video | Rabu, 26 Februari 2020 | 12:18 WIB

Mau Jadi Pusat Karantina Corona, Sinyal Pulau Sebaru Diperkuat

Mau Jadi Pusat Karantina Corona, Sinyal Pulau Sebaru Diperkuat

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 11:52 WIB

Evakuasi WNI dari Kapal World Dream ke Pulau Sebaru Dimulai Hari Ini

Evakuasi WNI dari Kapal World Dream ke Pulau Sebaru Dimulai Hari Ini

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 11:12 WIB

Syuting Film Mission Impossible 7 di Italia Ditunda karena Virus Corona

Syuting Film Mission Impossible 7 di Italia Ditunda karena Virus Corona

Entertainment | Rabu, 26 Februari 2020 | 11:10 WIB

Terkini

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:13 WIB

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56 WIB

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:43 WIB

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:41 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Banten | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:37 WIB

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:31 WIB

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Jabar | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Bali | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

×