Dituduh Tabrak Babi dan Warga Papua, Sopir Tewas Dianiaya di Depan Polisi

Dany Garjito

Rabu, 26 Februari 2020 | 20:03 WIB
Dituduh Tabrak Babi dan Warga Papua, Sopir Tewas Dianiaya di Depan Polisi
Dituduh Tabrak Babi dan Warga Papua, Sopir Tewas Dianiaya di Depan Polisi. (Makassar Terkini)

Suara.com - Yus Yunus (26) seorang sopir truk asal Polewali Mandar dianiaya warga di Nabire, Papua pada Minggu (23/02). Dilansir dari Terkini.id -- Jaringan Suara.com, Yus Yunus dikeroyok warga di hadapan polisi. Videonya pun beredar di media sosial.

Pada video tersebut tampak Yus Yunus didatangi sejumlah warga Papua yang menuduhnya telah menabrak seorang warga Papua dan hewan ternak babinya hingga tewas.

Masih dalam video, tampak aparat kepolisian memegang senjata untuk berusaha melerai dan menghalangi. Namun pukulan dan hantaman kayu dari warga datang bertubi-tubi.

Yus Yunus meregang nyawa dengan luka di bagian kepala.

Seharusnya bisa ditolong

Istri Yus Yunus, menerangkan di media sosial bahwa suaminya tidak bersalah dan seharusnya bisa diselamatkan oleh polisi.

Istri Yus yang diketahui menjadi pemilik akun facebook Lala Mootz menceritakan, suaminya yang merupakan pengemudi truk awalnya mengemudikan mobil di wilayah Monomani, Papua.

Dituduh Tabrak Babi dan Warga Papua, Sopir Tewas Dianiaya di Depan Polisi. (Makassar Terkini)
Dituduh Tabrak Babi dan Warga Papua, Sopir Tewas Dianiaya di Depan Polisi. (Makassar Terkini)

"Lalu dari arah berlawanan dia melihat Noge (warga Papua) mengendarai motor dengan kencang lalu menabrak seekor babi. Lalu noge itu pun meninggal. Sementara babi juga mati," ungkapnya.

Lalu, melihat peristiwa kecelakaan itu, Yus Yunus kemudian segera melaporkan peristiwa itu kepada polisi. "Dia juga sempat fotokan itu peristiwa waktu pergi melapor," katanya. Namun, massa telah datang dan menganiayanya hingga tewas.

baca juga

Yus Yunus diketahui adalah warga Sumberjo Kec Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar.

Versi Kepolisian

Sementara pihak kepolisian memberikan keterangan yang berbeda.

Menurut kepolisian setempat, peristiwa tersebut bermula saat warga Papua mengemudikan motor Yamaha MX PA 5164 KA menabrak seekor babi hingga membuatnya terhempas lalu terlindas kendaraan truk Colt Diesel Kuning yang dikemudikan Yus Yunus.

Kejadian tersebut tepatnya terjadi di Jalan Trans sekitar Paniai, dekat Pintu angin Dogiyai, Kabupaten Dogiyai.

Kapolres Nabire melalui Kasat Lantas AKP Hendra Krisnawan, SH, SIK mengungkapkan ada dua orang yang menjadi korban meninggal dalam peristiwa tersebut, yakni Yus Yunus (26) sopir truck dan DM (37) pengendara sepeda motor roda dua.

"Kedua korban meninggal dunia di TKP," kata Kasat Lantas, seperti dikutip dari Makassar Terkini.

Sementara terkait video penganiayaan yang beredar, salah satu pengguna Facebook Febriani Karewai mengatakan, "Mewakili orang Papua saya turut berduka cita dan sangat menyayangkan kejadian ini, tetapi tolong jangan karena kejadian ini kita semua terpecah belah. Tidak semua orang Papua seperti itu. Ada jalur hukum, mari bawa ke jalur hukum dan usut tuntas," ungkapnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga

Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik

Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Ketakutan Diserbu TNI, Warga 4 Kampung di Intan Jaya Terpaksa Mengungsi ke Hutan

Ketakutan Diserbu TNI, Warga 4 Kampung di Intan Jaya Terpaksa Mengungsi ke Hutan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:02 WIB

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Patung Yesus 25 Meter Segera Berdiri di Perbatasan Papua

Foto | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×