Dituduh Jadi Biang Banjir, Pembangunan Drainase JGC Terhambat Masalah Lahan

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio
Dituduh Jadi Biang Banjir, Pembangunan Drainase JGC Terhambat Masalah Lahan
Kawasan banjir di permukiman warga di dekat Mal AEON, Cakung, Jakarta Timur. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Ratusan warga dari empat RW sempat menggeruduk Mal AEON yang ada di kompleks JGC Cakung karena banjir

Suara.com - Warga dua RW di Cakung Timur, Jakarta Timur dan di Rorotan, Jakarta Utara menjadi dua wilayah yang terdampak banjir saat curah hujan ekstrem di awal tahun dan akhir pekan kemarin. Oleh sebagian warga, kawasan hunian modern Jakarta Garden City (JGC) dituding sebagai biang banjir.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Timur, Santo mengatakan, seharusnya JGC membangun dua aliran pembungan air, ke arah Kali Banjir Kanal Timur (sisi selatan) dan ke arah Badan Pembekalan TNI (sisi utara).

Santo menyebut proses pembangunan ini belum bisa dilakukan oleh manajemen JGC karena pembebasan lahan tak kunjung tuntas.

"JGC itu pembuangannya ada ke arah BKT dan Babek sana. Tapi yang babek belum bebas, ada 300 meter lagi dalam waktu dekat sama JGC mau ditindak lanjuti," kata Santo saat dihubungi.

Dia mengatakan jika sudah terkoneksi dengan BKT, maka pembuangan air dari JGC pun bisa tembus ke Cakung Drain, tidak lagi ke arah rumah warga sekitar.

"Lahan itu nanti buat saluran mau ke BKT. Nanti tembusnya ke Cakung Drain juga. Ada salurannya, sebenarnya tapi kecil. Makanya mau dibuat setelah pembebasan," ucapnya.

Dilansir dari www.jakartagardencity.com, JGC yang memiliki luas 370 hektar itu dulunya rawa, kemudian diurug dan dikembangkan oleh PT Modernland Realty Tbk menjadi kawasan perumahan mewah (cluster), lengkap dengan fasilitas umum seperti Food Garden, IKEA, Rumah Sakit Mayapada, AEON Mal yang telah beropersi sejak 2017.

Rawa ini seharusnya berfungsi sebagai tempat penampungan air saat hujan deras yang menyelamatkan warga dari bencana banjir.

Sebagai solusinya, JGC menyisakan dua titik yang berada di sekitar AEON Mal untuk menjadi danau lokasi penampungan air ketika musim penghujan.

Namun, pada awal tahun dan akhir pekan kemarin, kedua danau tersebut tak sanggup menyerap air dengan cepat. Sehingga, saat hujan lebat, membuat danau dan tembok beton tinggi yang dibuat pengembang JGC juga tak kuat menahan air dan akhirnya meluber ke pemukiman warga.

Karena sudah tiga kali menjadi korban banjir akibat JGC, masyarakat dari empat RW yang menurut keterangan Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian berasal dari RW4, RW6, RW8 dan RW9 itu marah hingga menyerang Mal AEON pada Selasa (25/2/2020).

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS